HAIBUNDA SQUAD
Ibu Bekerja Kesulitan Manajemen ASI Perah? Ini Solusinya
Muhayati Faridatun | HaiBunda
Senin, 26 Oct 2020 17:03 WIBBagi ibu menyusui yang bekerja, menyediakan pasokan ASI perah (ASIP) untuk bayi jadi satu tantangan tersendiri. Enggak sedikit ibu menyusui yang kewalahan mengatur persediaan ASI, terutama saat baru melahirkan.
Tapi, bukan berarti enggak ada solusi kan, Bunda? Dijelaskan konselor laktasi dr.Sarah Audia Hasna, manajemen ASIP harus dimulai selama cuti melahirkan. Biasanya, Bunda punya waktu 3 bulan persiapan sebelum bekerja lagi. Apa saja yang harus dilakukan?
Baca Juga : Amankah Ibu Menyusui Mengonsumsi Jahe? |
"Direct breastfeeding, siapkan peralatan tempur memerah ASI, belajar memerah, konsultasi laktasi, dan hindari penggunaan dot," kata dokter Sarah, dalam jurnal Manajemen ASI Perah pada Ibu Bekerja yang diterima HaiBunda.
Dokter Sarah lalu menjelaskan poin-poin yang disebutkan, yakni:
- Direct breastfeeding atau bayi menyusu langsung dengan posisi dan perlekatan yang baik. Perlu Bunda ingat, semakin sering bayi menyusu, maka semakin banyak ASI yang dihasilkan.
- Siapkan peralatan tempur memerah ASI seperti breast pump (pompa ASI), botol kaca atau plastik ASIP yang BPA-free, media pemberian ASIP, freezer penyimpanan ASIP, sterilizer, dan apron menyusui.
- Belajar memerah ASI sejak dini dan mulai memerah saat bayi sudah direct breastfeeding dengan baik, sekira usia 1,5 bulan.
- Saat konsultasi ke klinik laktasi, penting untuk mengajak Ayah, orang tua atau mertua Bunda, dan pengasuh bayi, untuk belajar memberikan ASI perah dengan sendok atau pipet.
- Bunda disarankan untuk menghindari penggunaan dot, apalagi dikenalkan sejak dini atau bayi baru lahir. Ini bisa berisiko tinggi bayi bingung puting atau menolak menyusu langsung.
Seberapa penting ke klinik laktasi?
Dokter Sarah menyarankan, konsultasi ke klinik laktasi sekira 1,5 - 2 bulan sebelum Bunda masuk kerja lagi. Di klinik laktasi, Bunda, Ayah, orang tua, serta pengasuh, akan diajarkan bagaimana manajemen ASI perah dan cara penyimpanan.
Konselor laktasi juga akan memberikan panduan kebutuhan ASIP yang ditinggalkan untuk bayi di rumah. Jadi saat Bunda bekerja lagi, tidak perlu mencemaskan stok persediaan ASIP.
"Di klinik laktasi juga diajarkan cupfeeding trial atau cara pemberian ASIP ke bayi. Bawa ASIP dan media selain dot, seperti cup feeder, soft cup feeder, sendok, dan pipet," ujar Sarah.
Setelah belajar di klinik laktasi, Bunda sebaiknya mulai uji coba di rumah. Sarah menyarankan agar melakukan secara bertahap, yakni dalam jangka waktu 2 jam, 4 jam, 6 jam, hingga 8 jam, dimulai 1 atau 1,5 bulan sebelum Bunda bekerja lagi.
Baca Juga : 5 Langkah Atasi ASI Tersumbat dengan Garam Mandi |
Berikut manajemen waktu pemberian ASIP pada bayi:
- Minggu ke-5 sebelum Bunda bekerja lagi, cobalah meninggalkan bayi selama 2 jam dalam sehari. Sediakan ASIP sesuai kebutuhan bayi, lalu pengasuh mencatat berapa yang habis dalam berapa menit, atau tidak habis. Amati juga bagaimana respons bayi.
- Minggu ke-4 sebelum bekerja, Bunda bisa pergi selama 4 jam dalam sehari. Sediakan ASI perah sesuai kebutuhan bayi, lalu pengasuh melakukan hal yang sama seperti poin sebelumnya.
- Minggu ke-3 sebelum bekerja, cobalah pergi selama 6 jam dalam sehari. Lakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
- Minggu ke-2 sebelum bekerja, Bunda bisa pergi lebih lama yakni selama 8 jam sehari. Lakukan panduan yang sama seperti sebelumnya.
- Saat 1 minggu sebelum bekerja lagi, Bunda ulangi meninggalkan bayi selama 8 jam sehari. Lakukan juga panduan yang sama.
Kebutuhan ASIP sesuai berat badan bayi
Dokter Sarah menjelaskan, selama usia 0 - 6 bulan, kebutuhan cairan bayi lahir cukup bulan di luar menyusu langsung ke payudara, yakni 150 ml dikalikan berat badan (BB) bayi, dalam 24 jam.
Misal bayi usia 2 bulan dengan BB 5 kilogram (kg), maka kebutuhan ASI-nya: 150 ml x 5 = 750 ml dalam 24 jam. Jadi, kebutuhan dalam 1 jam sebanyak 31,25 ml. Sementara bayi minum ASI perah per 2 jam sebanyak 62,5 ml (minimal).
"Beri tambahan sekitar 20 ml dalam 1 botol karena bisa saja bayi minum lebih banyak," pesan dokter Sarah.
Pumping di tempat kerja
Tantangan selanjutnya yakni saat Bunda mulai bekerja lagi dan harus pumping di tempat kerja. Sebaiknya, Bunda sampaikan pada atasan dan rekan kerja bahwa ibu menyusui perlu memerah payudara di sela-sela bekerja.
"Perah setiap 3 jam. Disiplin dan konsisten, serta syukuri berapa pun hasilnya. Perah setiap 2 jam jika ingin meningkatkan produksi ASI, dan konsultasi dahulu ke konselor laktasi," tutur Sarah.
Ia mengingatkan, ibu menyusui tidak disarankan memerah ASI dengan jarak lebih dari 4 jam. Ibu menyusui akan berisiko mengalami payudara bengkak, saluran ASI tersumbat, hingga mastitis.
Jadi, Bunda enggak perlu menunggu payudara kencang dahulu baru diperah. Ini bertujuan menjaga suplai ASI tetap terjaga dan bisa memenuhi kebutuhan bayi.
Selama masa pandemi Corona atau COVID-19, Bunda tentu harus ekstra menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Terutama di tempat kerja yang rentan terhadap risiko penularan virus Corona. Lalu, bagaimana tips aman memerah payudara di tempat kerja?
Bagaimana manajemen penyimpanan ASIP yang benar, baik di tempat kerja maupun di rumah? Bagaimana juga penyajian ASIP yang tepat sebelum diberikan langsung ke bayi? Tenang, Bunda, semua pertanyaan ini akan dijawab tuntas.
Yuk, join Kuliah WhatsApp (Kulwap) HaiBunda bersama dr.Sarah Audia Hasna pada Selasa, 27 Oktober 2020, mulai pukul 19.00 WIB, dengan tema Manajemen Penyimpanan ASI untuk Ibu Bekerja. Bunda tertarik daftar? Langsung klik di sini.
Simak juga yuk cara aman mencegah kehamilan bagi ibu menyusui, dalam video berikut:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Aturan Ibu Hamil & Menyusui Bayar Fidyah hingga Utang Puasa, Tanya Ustazah Yuk
5 Masalah Ibu Bekerja dalam Manajemen ASI Perah, Begini Saran Pakar Laktasi
Cara Penyimpanan ASI yang Tepat bagi Ibu Bekerja, Tanya Pakar Yuk
Berbagi Tips Menjaga Gizi Saat Menyusui di Bulan Puasa
TERPOPULER
Intip Isi Rumah Termahal di Dunia Rp5,28 Triliun Milik Pangeran Saudi
Demi Temani Aurelie Moeremans Melahirkan, Suami Dokter Umumkan Cuti 5 Minggu
Dikira Asam Lambung, Pria di Bandung Ternyata Kena Kanker Usus
5 Hotel Bukber Keluarga di Jakarta Selatan yang Ramah di Kantong
Agnez Mo Beri Klarifikasi soal Keberadannya di Dubai saat Konflik Timur Tengah Memanas
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi MPASI Instan untuk Bayi 7 Bulan ke Atas, Praktis buat Mudik
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Madu untuk Sahur, supaya Kuat Puasa dan Tetap Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Baju Lebaran 2026 Anak Laki-Laki 1-14 Tahun, Bisa Kembaran sama Ayah
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Alat Pel Persiapan Ditinggal ART, Harga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin Bikin Sehat Saat Puasa untuk Jaga Daya Tahan Tubuh
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bahan Kue Nastar 1 Kg Tanpa Mixer, Ini Resep dan Cara Membuat
Momen Anak Ria Ricis & Putra Lesti Kejora Pose Bareng Curi Perhatian Netizen, Gemas Banget Bun!
Demi Temani Aurelie Moeremans Melahirkan, Suami Dokter Umumkan Cuti 5 Minggu
Intip Isi Rumah Termahal di Dunia Rp5,28 Triliun Milik Pangeran Saudi
Lazada 3.3 Ramadan Mega Sale, Diskon Skincare hingga Make-up Favorit Bunda
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Infografis: No Na dan Ambisi Indonesian Pop (I-Pop) di Pasar Global
-
Beautynesia
5 Skill yang Wajib Dimiliki Perempuan Gen Z di Dunia Kerja
-
Female Daily
Intip Beauty Looks Jenna Ortega dan Mia Goth di Actor Awards 2026, Wajib Coba!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Skandal Kontes Kecantikan Unta, 20 Ekor Didiskualifikasi karena Ketahuan Botox
-
Mommies Daily
Kapan Anak Paling Fokus Belajar Saat Puasa? Ini Waktu yang Disarankan Menurut Pakar