sign up SIGN UP search


menyusui

Amankah Ibu Menyusui Mengonsumsi Jahe?

Annisa Afani Minggu, 25 Oct 2020 19:09 WIB
Ginger tea,Asian herbal hot drink made from ginger root. It has been widely use as a herbal medicine in Asia,also usually used to prevent cold and help with digestion, upset stomach, diarrhea, nausea. caption
Jakarta -

Jahe merupakan akar tanaman yang sehat, bernutrisi dan sering digunakan sebagai ramuan obat serta rempah-rempah untuk bumbu masakan dan obat alami. Namun, bolehkah jahe dikonsumsi selama masa menyusui?

Mengutip dari Very Well Family, jahe yang dipercaya dapat mendukung sistem kekebalan tubuh, mengurangi peradangan pada tubuh, dan meredakan mual ini ternyata aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Bahkan, jahe diyakini bisa meningkatkan produksi air susu ibu (ASI), lho.

"Di beberapa daerah di dunia, wanita diberi jahe segera setelah melahirkan. Jahe dipercaya bisa membantu ibu pulih setelah melahirkan. Ini juga dianggap galactagogue yang merangsang produksi susu," kata perawat bersertifikat, Donna Murray.


Meskipun tak banyak penelitian yang membuktikannya, namun dalam studi yang diterbitkan pada tahun 2016 disimpulkan bahwa penggunaan jahe sebagai metode alami untuk meningkatkan produksi ASI pada periode awal pasca melahirkan dilakukan oleh beberapa ibu menyusui.

Meski begitu, menurut Donna, diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui bagaimana jahe bisa meningkatkan produksi ASI secara alami. Jika Bunda ingin menggunakan jahe sebagai suplemen makanan untuk meningkatkan produksi ASI, sebaiknya konsultasikan dahulu ke konsultan laktasi.

"Perlu diingat, jika ingin mengonsumsi jahe, ibu menyusui perlu untuk konsultasi dan membicarakannya dengan dokter terlebih dahulu," ujar Donna Murray.

Apakah jahe memengaruhi rasa ASI?

Sementara itu, studi penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan dan rempah dengan rasa yang kuat dapat memengaruhi rasa ASI dalam beberapa jam setelah dikonsumsi.

"Kemungkinan jahe mempengaruhi rasa ASI sangat mungkin terjadi, meskipun bukti klinis yang mendukung asumsi ini masih jarang," kata ahli gizi klinis, Swati Patwal, dikutip dari Mom Junction.

Bayi yang berbeda memiliki tingkat toleransi yang berbeda terhadap perubahan rasa ASI. Beberapa bayi mungkin sensitif dan menjadi rewel hingga menolak untuk menyusui. Jika itu terjadi, sebaiknya hentikan mengonsumsi jahe dan lihat apakah situasinya membaik. Jika masalah berlanjut, konsultasikan dengan dokter anak atau ahli laktasi.

Manfaat jahe untuk ibu menyusui

Analisi jahe menunjukkan bahwa jahe memiliki lebih dari 400 senyawa berbeda, yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi ibu menyusui, di antaranya:

1. Mengurangi mual

Jahe terkenal dapat meredakan mual, pusing yang berhubungan dengan mabuk perjalanan. Selain itu, jahe juga telah digunakan untuk meredakan morning sickness selama kehamilan, dan diyakini dapat mengurangi mual dan muntah pada pasien kanker setelah kemoterapi.

2. Mengatasi masalah pencernaan

Studi klinis menunjukkan bahwa jahe dapat menenangkan perut dari berbagai penyakit seperti kembung, kram, danĀ sembelit. Selain itu, juga dapat membantu meningkatkan motilitas gastrointestinal secara keseluruhan.

3. Menurunkan demam

Jahe dapat menurunkan demam dengan meningkatkan produksi keringat dalam tubuh, Bunda. Banyak yang percaya bahwa sifat antivirusnya di dalamnya dapat membantu melawan flu, infeksi saluran pernapasan, sakit tenggorokan, dan flu.

4. Pereda nyeri

Nyeri yang dapat diatasi dengan konsumsi jahe ialah sakit kepala, kram menstruasi, serta nyeri otot.

5. Mengurangi pembengkakan

Jahe dianggap bisa kurangi mengurangi pembengkakan dan mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan radang sendi, Bunda. Ini karena sifat anti-inflamasi dari zat yang disebut gingerol yang ada di dalam jahe.

6. Mengurangi stres oksidatif

Jahe mengandung antioksidan dan senyawa bioaktif dalam jumlah tinggi. Ini dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan menjaga kesehatan secara keseluruhan dalam jangka panjang.

7. Meningkatkan kekebalan

Studi menunjukkan sifat antioksidan, antimikroba, antijamur, dan antivirus pada jahe dapat meningkatkan kekebalan tubuh dalam jangka panjang.

8. Melancarkan sirkulasi

Karena jahe dapat mengencerkan darah dan menurunkan kolesterol, ini juga dikatakan dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.

9. Meredakan gejala alergi

Jahe dapat mengobati dan mengatasi alergi. Studi penelitian mencatat bahwa jahe dapat membantu mengelola gejala alergi, seperti rinitis alergi.

Mengonsumsi jahe segar atau kering dalam dosis kecil jarang menimbulkan efek samping, Bunda. Namun, dalam beberapa kasus, jahe dapat menyebabkan efek samping, seperti mengganggu efek beberapa obat, meningkatkan aliran empedu, memicu reaksi alergi.

Mengonsumsi jahe dalam dosis kecil sebagai bumbu tidak menimbulkan efek samping. Namun jika mengonsumsi jahe dalam bentuk suplemen atau jamu, mungkin Bunda akan meminumnya dalam jumlah lebih tinggi sehingga berpotensi menyebabkan masalah. Jika ibu menyusui ingin mengonsumsi jahe dalam bentuk suplemen atau jamu, sebaiknya konsultasi dahulu dengan dokter ya.

Bunda, simak juga cara menyimpan jahe yang benar agar tahan lama, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi