sign up SIGN UP search


haibunda-squad

Mau Mengasah Minat dan Bakat Anak? Pahami Proses 3E Ini Dulu Bun

Muhayati Faridatun Selasa, 23 Nov 2021 13:59 WIB
Child, People, Females, Parent, Happiness Ilustrasi mengarahkan bakat anak/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Inside Creative House
Jakarta -

Si Kecil sudah memperlihatkan minat apa, Bunda? Apakah Bunda sering mengasah bakat anak dengan mengikuti lomba? Hmmm... Bubun jadi kepo, sebenarnya sebatas apa sih orang tua boleh mengarahkan keterampilan anak.

Sebelum membahasnya, Bunda perlu tahu bahwa pengertian minat dan bakat itu berbeda lho. Dijelaskan Principal of Rumah Main Cikal, Irene Puti Damayanti, minat adalah ketertarikan seseorang atau perhatian khusus terhadap sesuatu, kegiatan, atau bidang yang diikuti.

"Lalu, muncul keinginan untuk mengeksplorasinya," ujar wanita yang akrab disapa Puti ini kepada HaiBunda.


Sedangkan bakat, menurut Puti, kondisi dari dalam diri seseorang di mana ada kemungkinan bisa lebih terampil atau cakap di bidangnya dengan mengikuti latihan khusus. Di sinilah pentingnya peran orang tua untuk mengenali minat dan bakat anak.

Banner Wanita Pontianak Nikahi Bule

Puti mengatakan, seiring bertambahnya usia, anak tumbuh dan berkembang dengan cara belajar dari lingkungan yang membentuknya. Tentu saja, lingkungan yang signifikan membentuknya adalah keluarga, terutama orang tua.

"Sehingga, anak bisa belajar memahami konsep sederhana kegiatan rutinnya, dan mulai mengenali minat atau ketertarikan terhadap suatu kegiatan atau keterampilan," tuturnya.

Penting untuk Bunda ingat, orang tua bisa mengenali minat dan bakat anak sejak dini, sehingga dapat mengarahkan secara tepat dan sesuai usia. Diharapkan, ini bisa jadi bekal yang sangat bermanfaat hingga anak dewasa.

"Tepat berarti sesuai dengan ketertarikan anak dan bukan paksaan dari orang tua. Tanyakan apa kesukaannya dan paling penting, sesuai usia dan kemampuannya," kata Puti.

Jika ingin mengarahkan minat dan bakat anak, Bunda pahami dulu yuk 3 tahapan proses anak belajar berikut ini:

1. Explore

Tahapan pertama adalah anak mulai menjelajahi atau mengeksplorasi ketertarikan. Misalnya saja menari, mulai dari gerakan tubuhnya, lalu mengolah bagaimana perasaan dan pikirannya, apakah anak menyukainya atau tidak.

"Di fase ini, orang tua bisa masuk untuk berdiskusi di mana kesukaan anak, apa yang dia tidak suka, atau kurangnya di mana," ujar Puti.

2. Expand

Di tahapan kedua ini, anak mulai memperluas atau memperdalam ketertarikannya. Jika suka menari, Si Kecil akan mengembangkan dirinya dengan sering berlatih, mencoba gerakan yang lebih sulit, atau belajar tarian baru.

"Anak mungkin tertarik tampil di suatu pertunjukan sebagai penari, sebagai upaya memperluas atau memperdalam kemampuannya," ungkap Puti.

3. Excel

Sampai akhirnya di tahapan ketiga, anak bisa berhasil atau terampil di bidangnya. Dikatakan Puti, ketika anak semakin terampil dan berprestasi, orang tua bisa melihat potensi anak berkembang ke arah profesional.

"Setelah melalui proses belajar, bakat inilah yang disebut sebagai life skill atau keterampilan hidup, yang bisa jadi bekal anak ketika dewasa," tuturnya.

Puti lalu mengingatkan, dalam mengarahkan minat dan bakat anak, orang tua juga perlu memberikan pilihan dan kesempatan untuk anak mencoba sesuatu sesuai keinginannya. Nah, jika Bunda ingin mengasah keterampilan Si Kecil, yuk ikutan Pentas Anak HaiBunda.

Caranya, daftar di SINI.

(muf/muf)
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!