sign up SIGN UP search


parenting

Anak Begitu Aktif, Orang Tua Ini Kenalkan Gymnastic ke Putranya & Kini Jadi Atlet

Annisa Karnesyia Selasa, 07 Sep 2021 14:35 WIB
Ghifari Bambani, atlet gymnastic muda berbakat caption
Jakarta -

Ghifari Bambani sudah tujuh tahun menekuni olahraga gymanstic artistik. Anak 11 tahun ini dikenal sebagai pribadi yang tekun dan pekerja keras.

Di usia 4 tahun, Ghifari pertama kali diperkenalkan dengan olahraga gymnastic. Bukan soal prestasi, orang tua Ghifari mengenalkan cabang olahraga ini untuk menyalurkan energi sang putra yang begitu aktif.

Sejak usia tiga tahun, pola tidur Ghifari tak beraturan. Ia sering begadang karena terlalu aktif, Bunda.


"Usia tiga tahun sudah aktif banget. Kadang waktu istirahatnya tidak karuan, tidak mau tidur siang, dan bisa tidur jam 12 atau 1 malam," kata sang ayah, Arfi Bambani saat dihubungi HaiBunda, belum lama ini.

"Kita bingung ini anak kenapa ya? Ternyata sederhana, anak ini kelebihan tenaga atau energi. Bukan kategori hiperaktif karena kita pernah konsultasi ke dokter dan katanya ini masih wajar," sambungnya.

Banner Putri Ahok dan Puput

Arfi dan sang istri pun berinisiatif menyalurkan energi sang buah hati di berbagai aktivitas fisik. Sebelum menggeluti dunia gymnastic, Arfi sempat ikut berenang.

Namun, aktivitas ini ternyata tak mengubah kebiasaan tidurnya yang tak beraturan, Bunda. Sang ayah pun akhirnya mengajak Ghifari untuk ikut kelas percobaan gymnastic saat berusia empat tahun.

"Saya lihat di media sosial teman saya, punya anak ikut gymnastic. Lalu saya tanya, di mana latihannya? katanya ada di Senayan dan saya bisa datang ke sana sama anak untuk ikut trial," ujar Arfi.

Selama mengikuti trial, Ghifari tampak bersemangat. Ia terlihat penasaran dan mengikuti beberapa gerakan senam.

Seluruh energi Ghifari terbuang selama awal latihan itu, Bunda. Alhasil, dia pun bisa langsung tidur ketika selesai latihan trial.

"Habis trial, masuk mobil baru jalan keluar dari Senayan, dia sudah tidur. Sampai rumah, dia bangun untuk mandi, kemudian dia tidur lagi bablas sampai pagi. Saya pikir, 'Wah, ini bagus, dia bisa tidur sampai pagi'. Jadi, gitu saja sih sederhana alasannya. Akhirnya, keterusan sampai sekarang di gymnastic," ungkap Arfi.

Menurut sang ayah, Ghifari memang menyukai aktivitas gymnastic sejak pertama kali ikut uji coba. Meski tak memiliki bakat, Arfi percaya anaknya mampu menjalani olahraga ini dengan kerja keras dan latihan.

Benar saja, Bunda. Selama tujuh tahun menggeluti olahraga ini, Ghifari mendapatkan banyak manfaat. Selain tumbuh menjadi sosok pekerja keras, anak semata wayang Arfi Bambani ini belajar menghargai proses.

"Yang paling penting dari gymnastic ini, dia belajar menghargai proses, bekerja keras, dan berani tampil karena sering tanding. Kita enggak pernah menuntut dia harus bisa salto dan dapat medali. Selama dia menyukai, gembira, dan sungguh-sungguh, effort-nya akan terbayar," kata Arfi.

Berprestasi secara akademis

Manfaat luar biasa dari gymnastic juga berdampak pada prestasi akademis Ghifari, Bunda. Ia sering mendapatkan rangking tiga besar di sekolah lho.

Menurut sang ayah, Ghifari adalah anak yang tekun dan disiplin dalam belajar. Kedua sikap ini didapatkanya dari latihan menjadi atlet gymnastic selama bertahun-tahun.

"Dia beberapa semester itu dapat ranking, kalau enggak ranking 1, 2, atau 3. Secara akademis bagus karena dia biasa disiplin dan ketika melakukan sesuatu, dia itu juga tekun," ujar Arfi.

Meski masih berusia 11 tahun, Ghifari sudah mampu membagi waktu antara belajar, bermain, dan berlatih. Setelah pulang sekolah, dia akan langsung latihan selama tiga jam. Latihan dilakukan 4 sampai 5 kali seminggu dan di hari Sabtu, dia akan berlatih dua kali sehari.

Seperti anak-anak lainnya, Ghifari pun terkadang sering mengeluh karena aktivitas berlatih gymnastic. Ia pernah menangis karena kesulitan melakukan gerakan baru atau tidak mendapatkan medali di kejuaraan, Bunda.

"Pasti ada mengeluh, kadang menangis kalau ketemu pelatih yang dia bete, atau ada gerakan baru yang kesulitan. Kadang pernah nangis enggak dapat medali, padahal kita tidak menuntut," kata sang ayah.

Simak juga tips menemukan bakat dan minat anak menurut pakar, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

GAYA PARENTING ORANG TUA GHIFARI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!