sign up SIGN UP search


haibunda-squad

Dear Bunda, Saran dr.Boyke Kalau Seks Itu Enggak Usah Jaim!

Asri Ediyati   |   Haibunda Rabu, 16 Feb 2022 21:50 WIB
Happy cute couple in love lying on the bed. caption
Jakarta -

Seks bisa dibilang sebagai salah satu 'bumbu penyedap' dalam hubungan rumah tangga. Namun, jangan salah, seks harus lah berkualitas karena sebuah pasangan bisa saja berada di fase menjemukan dalam pernikahan.

Waktu dr Boyke studi tentang seksologi di Belgia, penelitian menunjukkan bahwa titik menjemukan dalam hubungan pasangan suami istri adalah ketika pernikahan menginjak usia kelipatan kelima, maksudnya ketika pernikahan berusia lima tahun, sepuluh tahun, 15 tahun dan seterusnya.

"Tapi sekarang, tiap tiga tahun pun mulai terjadi kejenuhan kalau.. kedua pasangan itu tidak memiliki komunikasi intim yang baik, pertama. Yang kedua, kalau kedua pasangan itu menganggap seks sebagai suatu hal yang enggak perlu banyak-banyak dibicarakan," ujarnya di Instagram Live @haibundacom, baru-baru ini.


Titik jemu pasangan juga bisa dengan mudah tercapai jika pasangan menganggap pernikahan itu sebagai ajang memperlihatkan ke orang-orang, membuktikan mereka enggak susah cari jodoh. Titik jemu juga bisa dicapai jika di kehidupan nyata saja, hubungan pasangan sudah hambar.

"Jadi saya bisa lihat pasangan-pasangan mana nih yang sebenarnya terlalu resmi, resmi juga di ranjang nantinya. Yang biasanya, bahasa-bahasanya terlalu formal, biasanya seksnya juga formal," kata dr Boyke.

Jadi, menurut dr Boyke, komunikasi yang intim itu lah yang sebenarnya menunjukkan kualitas seseorang di ranjang. dr Boyke pun menganggap bahwa seks juga harus lah spontan. Jadi anggaplah seks itu permainan, anggap lah seks itu spontan, seks adalah ekspresi cinta kita pada pasangan, Bunda.

Banner Kondisi Janin Saat Bunda Berhubungan Seks

dr Boyke juga menyarankan agar seks itu enggak perlu jaim alias jaga image. Karena lagi-lagi, seks dilakukan secara spontan dan tidak bisa formal. Pakar seksologi itu juga menjelaskan bahwa fungsi seks sejatinya ada tiga, ekspresi cinta, membuat anak, dan rekreasi.

"Fungsi yang rekreasi, jadi enggak perlu-perlu juga seks itu sampai orgasme. Ketika kita rekreasi, (misalnya) ya sudah sini mau aku cium-ciumin saja ya, aku capek. Oke-oke tapi kamu hisap saja ya punyaku sampai keluar, ya itu rekreasi!"

Boyke juga menceritakan dari pengalaman pasiennya. Pasien laki-lakinya paling senang jika istrinya meminta seks dahulu, itu berarti sang istri menyayanginya. "Jadi kenapa (perempuan) harus insecure (kalau minta seks duluan) harus secure dong," ucapnya.

dr Boyke juga berpesan pada pasangan untuk belajar bersama tentang tingkat kepuasan masing-masing. Lantaran, setiap orang punya titik rangsang yang berbeda.

"Kalau kamu hisap di sini enak nih, kalau aku gelitikin di sini enak enggak? Ya, kita terbuka saja, wong untuk enak-enak kok dan pada pasangan yang sah. (Tidak perlu) pakai tanda-tanda, ngomong dicolek-colek," kata dr Boyke.

Di kesempatan yang sama, Nadia Mulya juga mengatakan bahwa dirinya dan suami tak sungkan bila berbicara tentang seks. Dia dan suaminya hafal, tahu apa fetish masing-masing.

Baca kelanjutannya di halaman berikut.

JANGAN SUNGKAN AJAK SEKS DULUAN
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!