kehamilan

Bumil Wajib Baca, Tanda-tanda akan Segera Melahirkan

Melly Febrida Sabtu, 02 Dec 2017 10:00 WIB
Bumil Wajib Baca, Tanda-tanda akan Segera Melahirkan
Jakarta - Kalau Bunda sedang hamil besar pasti rasanya campur aduk ya. Ada gugup yang bercampur bahagia. Iya, gugup menjelang hari-H melahirkan. Sekaligus bahagia karena akan bertemu buah hati yang sekian lama dikandung.

Nah, bagi Bunda yang baru pertama kali hamil mungkin suka bingung dan bertanya-tanya seperti apa sih tanda-tanda melahirkan. Apa bener sakit banget? Seperti apa sih kontraksinya? Lalu berapa lama waktunya ya.

Nah, berikut ini beberapa tanda ibu hamil akan segera melahirkan, seperti dikutip dari What to Expect dan American Pregnancy.


1. Janin Sudah Masuk ke Panggul

Salah satu tanda waktu melahirkan sudah dekat adalah apabila janin sudah masuk ke panggul. Nah, saat sudah masuk ke panggul, kepala bayi umumnya di bawah sehingga lebih rendah. Ini adalah pertanda bayi sudah siap lahir.

Menurut American Pregnancy, kalau bayi posisinya sudah turun, Bunda sudah bisa bernapas lebih lega. Sebab posisi ini mengurangi beberapa tekanan pada diafragma, alhasil Bunda nggak terlalu sesak lagi saat bernapas.

Meski sudah bisa bernapas lebih lega, tapi Bunda mungkin jadi sering buang air kecil. Ini karena kepala bayi semakin menekan kandung kemih.

2. Serviks Melebar

Serviks juga mulai mempersiapkan kelahiran di jabang bayi, Bun, yakni dengan mulai terbuka atau melebar. Selanjutnya dilatasi atau pembesaran serviks ini diukur menggunakan satuan centimeter atapun menggunakan jari saat melakukan pemeriksaan panggul internal (manual).

Tapi perlu diingat ya, Bun, bertambahnya bukaan serviks setiap ibu itu berbeda-beda. Jadi Bunda jangan berkecil hati kalau melebarnya serviks terjadi perlahan-lahan atau butuh waktu yang lama.

Dilatasi yang lengkap artinya berada pada jarak 10 centimeter. Disebut juga sebagai bukaan 10, dan tandanya sudah siap banget untuk melahirkan.



3. Kram dan Nyeri Punggung Lebih Sering

Kram dan nyeri pada pangkal paha akan makin sering dirasakan pada saat-saat menjelang persalinan. Nggak cuma itu, nyeri punggung seperti ketika menstruasi, namun ini lebih

Kalau ini bukan kehamilan pertama, Bunda mungkin merasakan sedikit kram dan nyeri pada pangkal paha dan punggung bawah apabila sebentar lagi persalinan. Otot dan persendian juga merenggang dan bergeser sebagai persiapan untuk kelahiran.

Ilustrasi melahirkan/Ilustrasi melahirkan/ Foto: thinkstock


4. Sendi Terasa Lebih Longgar

Selama kehamilan, hormon relaxin telah membuat ligamen menjadi lebih lembut dan longgar. Sebelum melahirkan, Bunda mungkin merasa sendi di sekujur tubuh terasa sedikit lebih longgar.

Tenang saja Bun, ini hanya cara alami tubuh untuk membuka panggul agar si kecil bisa lahir ke dunia.

5. Diare

Bunda bolak-balik ke toilet karena diare? Ini umum terjadi menjelang persalinan Bun. Sama seperti otot-otot di rahim yang rileks untuk persiapan kelahiran, otot-otot lain di tubuh, termasuk di rektum, juga mengalaminya.

Nah, akibatnya, hal itu bisa mengakibatkan buang air besar jadi lebih sering. Meski menyebalkan, ini normal Bun. Jangan lupa untuk tetap cukup minum ya.



6. Berat Badan Nggak Lagi Bertambah atau Turun

Di awal kehamilan, berat badan kita cenderung naik. Tapi menjelang persalinan berat badan cenderung stabil alias nggak naik lagi. Bahkan beberapa calon ibu ada yang berat badannya turun hingga beberapa kilogram lho, padahal sudah makan banyak-banyak.

Ini normal kok dan nggak akan mempengaruhi berat lahir bayi. Kenapa bisa turun? Ini karena kadar cairan ketuban yang lebih rendah, lantaran lebih sering ke toilet untuk pipis.

7. Lebih Lelah, Namun Bisa Jadi Lebih Berenergi

Kalau perut sudah semakin membuncit, tandanya kehamilan semakin tua. Hmm, tentu lebih berat beban yang harus dibawa ya, Bun. Wajar banget sih kalau kita jadi lebih sering merasa lelah.

Belum lagi saat malam hari, jadi lebih serba salah di tempat tidur. Kayaknya susah banget dapat posisi tidur yang nyaman sehingga bisa tidur nyenyak sampai pagi. Saya ingat dulu saat hamil beberapa kali terbangun entah karena haus, ingin ke toilet, merasa lebih gerah, atau tubuh yang nggak nyaman.

Tapi justru menjelang persalinan beberapa ibu mendapatkan energi di antara kelelahannya untuk melakukan berbagai persiapan menyambut si kecil. Misalnya nih, membersihkan rumah, mengatur perlengkapan bayi, dan sebagainya. Saya juga ingat dulu semangat banget mencuci baju, selimut, dan kain-kain bedong yang baru dibeli, menyeterikanya, lalu menyusunnya sedemikian rupa. Semangat banget.

Ilustrasi melahirkan/Ilustrasi melahirkan/ Foto: Thinkstock


8. Keluar Lendir dari Vagina

Ketika persalinan sudah semakin dekat, akan ada peningkatan cairan dari vagina, kemudian keluar lendir. Ini apa? Jadi, Bun, selama kita hamil ada semacam sumbat tebal berupa lendir yang melindungi pembukaan serviks agar bakteri nggak gampang masuk ke rahim.

Nah, menjelang persalinan, leher rahim mulai rileks, sehingga sumbat alami ini pun mulai dikeluarkan. Nah, cairan atau lendir penyumbat itu bisa saja warnanya jernih, serupa darah, ataupun merah muda. Ini disebut bloody show dan merupakan indikasi bahwa persalinan sudah mendekat, meski terjadi tanpa kontraksi atau pembukaan.

Saat lendir seperti ini keluar, bisa saja nggak akan langsung melahirkan sih, Bun. Bisa saja kita baru akan melahirkan beberapa hari kemudian. Soalnya lendir ini bisa muncul dalam beberapa menit, jam, hingga berhari-hari sebelum persalinan.

9. Kontraksi Lebih Sering

Saat hamil tua, mungkin kita mengalami kontraksi braxton-hicks yang merupakan kontraksi palsu ya. Terus gimana dong membedakan dengan kontraksi aktif menjelang persalinan?

Umumnya kontraksi aktif menjelang persalinan rasanya mulas karena otot-otot di rahim mengencang. Tanda lainnya adalah:

a. Kontraksi menjadi semakin kuat dan konsisten
b. Apabila kita mengubah posisi tubuh, kontraksi tidak hilang
c. Rasa sakit kontraksi dimulai di punggung bawah dan bergerak ke perut bagian bawah, lalu bisa terasa hingga ke kaki
d. Kontraksi menjadi lebih sering dan lebih menyakitkan, rasanya seperti datang dan pergi
e. Air ketuban pecah

Kalau di film-film kita sering melihat tokoh ibu hamil yang air ketubannya pecah, lalu nggak lama bayinya lahir. Nyatanya hanya 1 dari 10 perempuan yang mengalami pecah cairan amnion yang dramatis.

Hal ini biasanya terjadi di rumah dan sering kali saat kita sedang tidur. Saya adalah termasuk yang pecah ketuban duluan, beberapa jam sebelum persalinan, tanpa diikuti pembukaan.

Bagi yang baru pertama kali hamil mungkin bingung membedakan cairan ketuban dan air kencing. Waktu itu saya juga. Itu terjadi pada dini hari dan saya merasa celana tidur saya basah. Duh, ngompol, nih. Saya pun bergegas ke kamar mandi untuk pipis. Tapi seusai pipis, ada air yang mengalir tanpa bisa dikendalikan. Saya coba mencium cairan tersebut, sama sekali tidak berbau.

Segera ke dokter adalah pilihan terbaik, meski mungkin saja persalinan masih akan terjadi beberapa waktu lagi. Ini penting untuk memastikan cairan ketuban masih baik-baik saja. Yang bahaya kalau air ketuban warnanya kehijauan atau berbau busuk karena mengindikasikan adanya infeksi.

Penting Diingat Ya, Bun

Ada beberapa hal yang perlu kita ingat untuk segera menghubungi petugas medis jika mengalami beberapa hal ini:

1. Mengalami pendarahan atau keluar cairan merah terang (bukan coklat atau merah muda) dari vagina.
2. Air ketuban pecah, terutama jika cairan tampak hijau atau cokelat. Warna ini bisa menjadi tanda adanya mekonium, yakni tinja pertama bayi yang baru lahir. Sangat berbahaya jika bayi sampai menghirupnya.
3. Mengalami perubahan penglihatan, sakit kepala, pembengkakan mendadak atau parah. Ini bisa berupa gejala preeklampsia atau hipertensi saat kehamilan. (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi