kehamilan

3 Peran Kakak dalam Membentuk Kepribadian Adik

dr Jolinda Johary Minggu, 21 Oct 2018 15:31 WIB
3 Peran Kakak dalam Membentuk Kepribadian Adik
Jakarta - Ada kalanya si kakak dengan adiknya rukun, tapi ada kalanya juga mereka bertengkar. Hmm, kadang kalau begini orang tua pun dibuat pusing ya, he-he-he. Meski begitu, bukan berarti kakak harus selalu dipisahkan dengan adiknya supaya suasana rumah damai ya, Bun.

Sebab, sebenarnya, hubungan kakak dan adik memainkan peran penting dalam proses pembentukan kepribadian si adik. Sebab, si kakak akan menjadi teman pertama adiknya. Sehingga, apapun yang dilakukan kakak pasti akan ditiru sang adik.

Nah, kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan bersama bisa jadi sarana orang tua mengetahui bakat anak dan sebagai proses belajar bagi keduanya. Yuk, cermati apa saja yang bisa dipelajari kakak dan adik dengan berinteraksi:


1. Bertengkar

Bunda, pertengkaran antar si kecil tidak selalu negatif, lho. Nyatanya, melalui pertengkaran, baik kakak maupun adik akan belajar dua hal. Pertama mereka bisa saling menghormati. Ketika melihat anak bertengkar memperebutkan mainan, Bunda bisa menasihati keduanya. Jangan selalu meminta kakak untuk mengalah pada adik, berikan pula nasihat ke si adik untuk menghormati benda-benda kepunyaan kakaknya dan tidak merebut apapun yang lebih dulu diambil oleh kakak.

Dalam situasi seperti ini adik juga belajar bersabar. Ya, Bunda bisa mengajari adik meski umur mereka lebih muda bukan berarti adik bisa mendapat semua yang dia inginkan. Agar kakak dan adik tidak bertengkar dalam memperebutkan mainan, Bunda bisa mengatur supaya mereka memainkannya secara bergilir. Agar adil, berikan pula batasan waktu yang sama untuk kakak dan adik dalam memainkan mainannya. Peraturan tersebut akan mengajari keduanya sabar menunggu giliran.

Ilustrasi kakak adikIlustrasi kakak adik Foto: Istock



2. Kakak akan ditiru adik
Jangan lupa, seorang adik akan kerap meniru apapun yang dilakukan oleh kakaknya. Apabila si kakak gemar memanjat pohon atau melompat-lompat di atas tempat tidur, maka kemungkinan besar si adik akan turut melakukan hal-hal tersebut.

Kebiasaan ini merupakan hal yang bagus lho, untuk perkembangan si adik. Sebab, dengan meniru kakaknya, adik dapat belajar mengenai kegiatan atau aktivitas baru yang mungkin belum pernah dia lakukan sebelumnya.

3. Menjaga kakak yang sakit

Bila kondisi memungkinan, Bunda bisa meminta adik menjaga kakaknya yang sedang sakit. Melihat kakaknya dalam keadaan lemah dan tidak seceria biasanya bisa bikin adik belajar berempati. Perhatikan pula sikap si adik ya, Bun. Jika dia tidak peduli dengan larangan untuk nggak berdekatan dengan kakak karena bisa tertular, itu sebenarnya merupakan cara dia menunjukkan rasa khawatir pada kakaknya.



Meskipun ketika dekat dengan kakak yang sakit adaik hanya bermain, tidur-tiduran atau malah terus-menerus mengajak bicara, rasa empatinya pasti akan tumbuh. Terlebih jika adik melihat Bunda sibuk merawat kakak dan dia harus bermain sendiri. Kehilangan pasti dirasakan anak, Bun.

Ilustrasi kakak adikIlustrasi kakak adik/ Foto: Istock
Bunda, meskipun kakak dapat menjadi contoh bagi si adik, namun Bunda tidak boleh menomorduakan perasaan kakak dengan selalu memintanya mengalah atau menyalahkannya ketika adik menangis. Untuk itu, penting bagi Bunda mengenal kepribadian anak.

Jika pertengkaran anak-anak sudah kelewat batas, jangan terbawa emosi sesaat ya. Tetaplah bersikap adil dan tanyakan pada mereka masalah apa yang diributkan. Jadilah mediator dalam situasi ini dan jangan menunjukkan keberpihakkan pada salah satu anak.

Pastikan pula mereka tetap menghormati dan menghargai satu sama lain dengan menyuruhnya salingminta maaf dan berpelukan. Jika ingin menghukum, pastikan adik maupun kakaknya benar-benar mengerti alasan Bunda menghukum mereka. Dengan cara ini, anak dapat belajar tentang kesalahan masing-masing dan tetap percaya kepada Bunda.

*dr Jolinda Johary saat ini bergabung dengan go-dok (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi