kehamilan

Aktivitas Meghan Markle di Trimester Kedua Kehamilannya

Melly Febrida Senin, 12 Nov 2018 07:06 WIB
Aktivitas Meghan Markle di Trimester Kedua Kehamilannya
Jakarta - Kehamilan Meghan Markle memasuki trimester kedua. Saat tur kerajaan di Australia, istri Pangeran Harry ini beberapa kali tak ikut karena butuh istirahat usai kelelahan dengan jadwal yang padat. Namun, dalam beberapa minggu ke depan Meghan diharapkan bisa menghadiri lebih banyak acara lagi.

Saat trimester pertama, Duchess of Sussex cenderung mengalami gejala seperti mual, sakit kepala, dan insomnia. Gejala ini memang sering dialami wanita hamil di trimester pertama kehamilan. Awal kehamilan bisa jadi tahap sulit bagi ibu hamil seperti Meghan Markle karena memang tubuh sedang beradaptasi. Belum lagi hormon yang berfluktuasi, Bun.

Diperkirakan, buah cinta Pangeran Harry dan Meghan Markle akan lahir di musim semi tahun depan. Kini, Duchess of Sussex diperkirakan sudah memasuki bulan keempat kehamilan. Menurut Ginekolog dan Ahli Kebidanan di London Gynaecology Pradnya Pisal, memasuki masa transisi di trimester kedua kehamilannya, Meghan Markle kemungkinan tak mengalami gejala seperti sebelumnya serta tak mudah kelelahan.




"Secara umum pada trimester kedua ada perbaikan dalam gejala dan merasa lebih baik," kata Pradnya seperti dilansir Express.

Pradnya bilang, di trimester kedua gejala yang kerap menghampiri ibu hamil seperti Meghan Markle yakni palpitasi, lebih banyak cairan di vagina, dan risiko sembelit.

Meghan MarkleMeghan Markle (Foto: Graham Stone/REX/Shutterstock)
"Ibu hamil juga bisa mengalami kelelahan tetapi berkurang dibanding trimester pertama," kata Pradnya.

Kata Pradnya, saat trimester pertama gejala yang umum muncul seperti kelelahan, mual, insomnia, muntah, mengidam, nyeri payudara, peningkatan frekuensi kencing, dan sedikit kelebihan air liur. Bahkan, beberapa wanita mengalami sakit kepala, meski keluhan ini kurang umum. Pradnya memperkirakan Meghan Markle mungkin mulai mengurangi jadwal kunjungan ketika memasuki trimester ketiga, ketika komplikasi kehamilan terjadi dan ibu hamil sulit untuk banyak berjalan.

"Jika Meghan terus tetap bertahan dengan risiko yang rendah, kehamilan yang sehat hanya membatalkan kunjungan yang mungkin terjadi di akhir-3 trimester. Kondisinya ketika komplikasi kehamilan berupa pembengkakan berlebihan di kaki, kelelahan, peningkatan tekanan darah, sakit kepala dan umumnya kesulitan fisik," papar Pradnya.

Berbeda dengan Meghan Markle, istri Pangeran William, Kate Middleton sangat aktif di trimester akhir kehamilannya. Kate tidak menunjukkan tanda-tanda melambat saat dia menghadiri serangkaian kunjungan bahkan sebelum melahirkan. Mengomentari kesehatan Meghan Markle seorang pembantu kerajaan mengatakan istri Pangeran Harry itu merasa baik-baik saja, tetapi ia butuh beristirahat.

"Setelah program yang padat, Duke dan Duchess memutuskan untuk mengurangi sedikit jadwal Duchess untuk beberapa hari ke depan, menjelang minggu terakhir, dan setengah dari tur," katanya."

Dilanisr Web MD, memasuki trimester kedua calon ibu biasanya sudah mulai merasakan banyak perubahan dalam tubuh dan mulai menyadarinya. Misal, emosi yang mulai stabil dibanding bulan-bulan sebelumnya, nafsu makan yang semakin meningkat seiring bertambahnya berat badan dan perubahan fisik pada ibu.

Selain itu, di trimester kedua ibu hamil merasa mudah lelah, sakit punggung, pegal-pegal dan pinggang atau otot terasa linu. Guratan-guratan di perut juga semakin terlihat jelas, tapi sebaiknya tidak digaruk dan cukup diusap-usap saja. Ibu hamil juga cenderung mudah merasa pusing saat bangun dari duduk dan muncul rasa sakit di bagian bawah perut.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi