kehamilan

Tanda-tanda Janin Tidak Berkembang

Annisa Karnesyia Kamis, 28 Mar 2019 14:28 WIB
Tanda-tanda Janin Tidak Berkembang
Jakarta - Pada trimester pertama kehamilan, organ janin sudah mulai terbentuk, Bun. Bahkan di usia kandungan 4 minggu, janin sudah bisa dideteksi melalui USG lho.

Disampaikan dr.Yuslam Edi Fidiantor, Sp.OG, perkembangan janin yang terlihat di USG adalah cara untuk menentukan tanda-tanda objektif kehamilan. Sedangkan tanda subjektif kehamilan berupa gejala-gejala yang di rasakan ibu hamil seperti morning sickness. Saat kedua tanda itu hilang, bisa jadi janin tidak berkembang atau terjadi masalah serius pada janin.

"Perkembangan janin bisa dilihat dari tanda subjektif dan objektif. Bila tanda subjektif tidak dirasakan ibu hamil, dan tanda objektif melalui pemeriksaan hasilnya negatif, artinya janin tidak berkembang atau ibu mengalami keguguran," kata Yuslam yang praktik di Mayapada Hospital Jakarta Selatan kepada HaiBunda baru-baru ini.


Menurut Yuslam, tanda subjektif adalah gejala umum kehamilan yang ditandai dengan mual muntah, pusing, payudara terasa kencang, dan sakit bagian perut bawah. Jika semua tanda mulai hilang dan berkurang, sebaiknya segera lakukan pengecekan USG untuk melihat perkembangan janin termasuk detak jantung.

"Kalau di USG detak jantung janin hilang, berarti tandanya sudah terjadi kematian janin," ujarnya.

Tanda-tanda Janin Tidak BerkembangTanda-tanda Janin Tidak Berkembang/ Foto: istock



Dilansir Baby Gaga, berikut adalah 8 tanda janin tidak berkembang yang harus Bunda ketahui.

1. Detak jantung berhenti

Detak jantung janin sudah bisa dideteksi saat usia kandungan 9 sampai 10 minggu. Bila suara detak jantung terdengar lemah, ini bisa jadi tanda yang harus diwaspadai ya, Bun.

2. Pertumbuhan janin tidak normal

Pertumbuhan janin tidak normal atau disebut Intrauterine Growth Retardation (IUGR) adalah janin yang memiliki ukuran lebih kecil dari ukuran normal. Penyebab utama IURG adalah gangguan pada plasenta yang bertugas membawa asupan nutrisi dari ibu ke janin. Akibat asupan nutrisi kurang, janin gagal berkembang.

3. Kram saat hamil

Bunda harus bisa bedakan kram saat hamil dan menstruasi ya. Saat hamil, kram bisa disebabkan oleh perkembangan janin. Sedangkan kram seperti menstruasi yang terjadi saat hamil disebabkan kontraksi uterus yang berusaha menekan janin hingga bisa menyebabkan keguguran.

4. Hasil USG tidak normal

Selain untuk melihat perkembangan, menghitung usia, dan mengetahui posisi janin, USG juga merupakan indikator untuk melihat gangguan pada janin secara langsung. Bila detak jantung janin berhenti, artinya sudah terjadi keguguran.

5. Tidak ada pergerakan janin

Jika janin sering bergerak dan tiba-tiba pergerakan itu hilang, mungkin sesuatu yang buruk terjadi. Meskipun alasannya tidak selalu buruk, tapi ini harus diwaspadai sebagai tanda kematian janin.

6. TIdak merasakan lagi morning sickness

Morning sickness memang hal yang mengganggu ya, Bun. Tapi morning sickness adalah hal normal yang terjadi pada ibu hamil disebabkan kenaikan hormon hCG atau Human chorionic gonadotropin.

Jika Bunda merasakan gejala lain kehamilan tapi tidak dengan morning sickness, sebaiknya segera cek hormon hCG ya. Jika hasilnya rendah, bisa jadi janin berhenti berkembang.

7. Demam

Demam sering dianggap remeh saat kehamilan. Padahal, tanda yang satu ini bisa mengganggu proses berkembangnya janin. Semakin diperparah jika demam ternyata disebabkan oleh bakteri atau infeksi virus.

8. Payudara kehilangan sensitivitas

Payudara yang sensitif adalah tanda umum kehamilan yang disebabkan perubahan hormon. Bila payudara tidak terasa nyeri dan kencang saat hamil, sebaiknya Bunda waspada ya. Itu artinya perubahan hormon telah berhenti dan janin tidak berkembang.

Dari semua tanda-tanda itu, paling penting Bunda harus rajin kontrol ke dokter. Bertemu dokter dan melakukan pengecekan kehamilan secara berkala bisa mencegah hal buruk terjadi pada janin.


[Gambas:Video 20detik]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi