HaiBunda

KEHAMILAN

Penyebab Ibu Hamil Tidak Bisa Melahirkan Normal

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Minggu, 25 Aug 2019 15:03 WIB
Penyebab Ibu Hamil Tidak Bisa Melahirkan Normal /Foto: iStock
Jakarta - Sebagian besar ibu hamil (bumil) tentu ingin melahirkan bayinya lewat persalinan normal. Namun ternyata, ada kondisi tertentu yang membuat bumil tidak bisa bersalin secara normal.

Dijelaskan dr.Frits Max Rumintjap, Sp.OG(K), MARS, jika tidak ada indikasi medis, maka Bunda disarankan untuk melahirkan normal melalui vagina. Namun dengan alasan medis tertentu, dokter biasanya akan menganjurkan untuk operasi caesar.

Beberapa alasan ibu hamil tidak boleh melahirkan normal di antaranya, posisi palsenta berada di bawah dan menutupi jalan lahir, air ketuban dalam kandungan sudah habis, berat badan bayi terlalu besar, posisi bayi melintang atau sungsang, atau ibu mengalami kejang.


Selain itu, Bunda juga mengidap sakit berat seperti jantung, darah tinggi, paru-paru atau sesak napas, TBC, dan miopi (minus mata 5 atau lebih) yang bisa menyebabkan retina terganggu atau lepas saat mengejan.

"(Dengan kondisi ini) biasanya akan ditawarkan operasi caesar saja," tambah Frits.

Tak hanya itu, melansir American Pregnancy, beberapa alasan yang menyebabkan ibu tidak bisa bersalin normal dan diharuskan menjalani operasi caesar di antaranya:

1. Ruptur uteri

Ruptur uteri atau rahim robek selama persalinan dapat menyebabkan pendarahan pada ibu dan mengganggu pasokan oksigen bayi.

2. Posisi sungsang dan prolabs tali pusat

Ilustrasi janin dalam kandungan /Foto: iStock


Meskipun persalinan normal dapat dilakukan dalam keadaan tertentu, namun jika bayi sungsang mengalami prolabs tali pusat, maka tindakan caesar diperlukan.

Prolaps terjadi ketika tali pusat menyusup melalui serviks dan menjulur dari vagina sebelum bayi lahir. Ketika rahim berkontraksi menyebabkan tekanan pada tali pusat, yang mengurangi aliran darah ke bayi.


3. Janin kritis

Penyebab paling umum janin kritis adalah kurangnya jumlah oksigen yang cukup untuknya. Jika pemantauan janin mendeteksi adanya masalah dengan jumlah oksigen yang diterima bayi, caesar darurat dapat dilakukan.

4. Kegagalan dalam proses persalinan

Ini dapat terjadi ketika serviks belum membesar sepenuhnya, persalinan melambat atau berhenti. Atau bayi tidak dalam posisi keluar yang optimal.

Bila ibu bersikeras meski mengalami kondisi yang tidak memungkinkan untuk persalinan normal. Maka ada risiko yang mengancam dirinya atau si bayi.

"Risikonya, anak bisa meninggal jika ngejannya enggak kuat. Kalau tetap ngotot, biasanya akan tanda tangan surat pernyataan di luar pertanggungjawaban rumah sakit untuk risikonya," tukas Frits.

Simak pula soal kehamilan bayi tabung ini, Bun.

(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Cara Mengenali Diri Sendiri agar Lebih Pede dan Bahagia

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Anak Artis yang Mulai Sekolah Sejak Bayi, Ada Putra Aaliyah Massaid

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Ciri Kepribadian Perempuan Selalu Nonton Video di HP Sebelum Tidur

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Wanita Terlahir Tanpa Vagina, Akhirnya Bisa Hamil dan Melahirkan Bayi Sehat

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Bolehkah Anak-anak Membolos Sekolah untuk Diajak Liburan? Ini Kata Pakar

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jangan Lewatkan! Sepeda Listrik di Transmart, Harga di Bawah Rp4 Juta

Belajar dari Annisa Pohan, Ini Cara Jaga Kedekatan Kakak & Adik Meski Terpaut Usia Jauh, Bun

5 Potret Gong Jun, Pemeran Hakim Muda Tampan Dalam Drama China 'Hold a Court Now'

9 Cara Mengenali Diri Sendiri agar Lebih Pede dan Bahagia

5 Potret Anak Artis yang Mulai Sekolah Sejak Bayi, Ada Putra Aaliyah Massaid

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK