HaiBunda

KEHAMILAN

Bisakah Melahirkan Normal jika Ibu Hamil Mengidap Hipertensi?

Muhayati Faridatun   |   HaiBunda

Selasa, 27 Aug 2019 13:02 WIB
Ilustrasi ibu hamil hipertensi/ Foto: iStock
Jakarta - Hipertensi atau tekanan darah tinggi semasa kehamilan harus ditangani serius, Bun. Bahkan, jika angka tekanan darah di atas 160/110 mmHg, ibu hamil positif mengidap hipertensi kronis. Lalu, bisa enggak sih melahirkan normal?

Dibenarkan dr.Fredrico Patria, Sp.OG dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, jika memiliki tekanan darah tinggi sebelum hamil, atau didiagnosis hipertensi sebelum kehamilan memasuki 20 minggu, Bunda dipastikan mengidap hipertensi kronis.

"Sampai dengan lima persen dari ibu hamil mengalami hipertensi kronis," ungkapnya.


Dijelaskan, ibu hamil yang mengidap hipertensi kronis berisiko mengalami komplikasi kehamilan. Bahkan, bisa meningkatkan risiko ibu hamil terkena preeklampsia. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada organ-organ tubuh ibu hamil, termasuk otak dan ginjal.

Bunda juga perlu tahu, tipe lain tekanan darah tinggi semasa kehamilan adalah hipertensi gestasional. Seperti preeklampsia, hipertensi gestasional bisa terjadi setelah 20 minggu kehamilan.

"Tapi, hipertensi gestasional adalah kondisi hipertensi yang relatif ringan, tidak membahayakan kehamilan, dan cenderung hilang setelah melahirkan," urai Fredrico.

Ilustrasi ibu hamil hipertensi/ Foto: iStock
Lantas, kalau ibu hamil mengidap hipertensi, apakah masih bisa melahirkan secara normal? Fredrico menjelaskan, komplikasi akibat hipertensi gestasional memungkinkan Bunda menjalani induksi saat persalinan, atau bahkan harus operasi caesar.

Ditegaskan dr.Prasna Pramita, Sp.PD, dari Mayapada Health Care Jakarta Selatan, saat trimester akhir, terkadang ibu hamil kerap mengalami peningkatan tekanan darah. Sehingga, mau tidak mau harus dilakukan tindakan operasi caesar.

"Yang kita takutkan, kalau tekanan darahnya tinggi terus juga enggak baik untuk bayinya," kata Prasna, dikutip dari detikcom.

"Nanti bagus, nanti tiba-tiba tinggi, kita enggak tahu. Tapi, biasanya sudah direncanakan bertahap untuk melakukan caesar," lanjutnya.

Prasna lalu memastikan, ibu hamil dengan hipertensi harus tetap diberi obat darah tinggi. Tapi menurutnya, tidak semua obat darah tinggi bisa diberikan pada ibu hamil.


Bunda, simak juga manfaat memberi ASI eksklusif setelah melahirkan, dalam video berikut:

(muf/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Kalimat Sering Digunakan Orang yang Lebih Suka Deep Talk

Mom's Life Amira Salsabila

Aaliyah Massaid Bikin Aturan Olahraga Malam untuk Suami Akibat Trauma Kehilangan Ayah

Mom's Life Annisa Karnesyia

Lucu & Sayang Binatang, Ini Potret Athar Anak Citra Kirana & Rezky Aditya yang Baru Ultah ke-6

Parenting Annisa Karnesyia

Cara Membuat Nasi Daun Jeruk yang Enak dan Gurih, Cocok untuk Segala Lauk

Mom's Life Amira Salsabila

5 Tanda Seseorang Mengalami Toxic Positivity, Terlalu Memaksakan Diri untuk Selalu Positif

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

6 Kalimat Sering Digunakan Orang yang Lebih Suka Deep Talk

Lucu & Sayang Binatang, Ini Potret Athar Anak Citra Kirana & Rezky Aditya yang Baru Ultah ke-6

5 Tanda Seseorang Mengalami Toxic Positivity, Terlalu Memaksakan Diri untuk Selalu Positif

Aaliyah Massaid Bikin Aturan Olahraga Malam untuk Suami Akibat Trauma Kehilangan Ayah

Cara Membuat Nasi Daun Jeruk yang Enak dan Gurih, Cocok untuk Segala Lauk

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK