HaiBunda

KEHAMILAN

Ibu Hamil Waspadai Kematian Janin Saat Kadar HCG Terlalu Rendah

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Rabu, 18 Sep 2019 15:59 WIB
Bahaya kadar hCG rendah bagi ibu hamil/ Foto: iStock
Jakarta - Human Chorionic Gonadotropin (hCG), merupakan hormon yang diproduksi oleh sel-sel dalam plasenta selama kehamilan. Tingkat hCG setiap ibu hamil pun akan bervariasi secara signfikan. Biasanya akan meningkat selama trimester pertama, memuncak pada minggu ke-8 hingga ke-11, dan menurun ke tingkat yang stabil pada tahap akhir kehamilan.

Tetapi, adakalanya, level hCG berada lebih rendah dari batasan normal. Nah, pada level ini sebaiknya Bunda harus berhati-hati karena dapat mengindikasikan adanya permasalahan dalam kehamilan Bunda, seperti dikutip dari laman Medical News Today.

Tingkat hCG yang lebih rendah dari batasan normal biasanya menandakan adanya permasalahan keguguran, kehamilan ektopik, hingga kematian janin.


Bahaya kadar hCG rendah bagi ibu hamil/ Foto: iStock

Melansir Todays Parent, Julia Kfouri, maternal fetal medicine specialist di Mount Sinai Hospital dan asisten profesor di Departemen Obstetrics & Gynaecology di University of Toronto mengatakan, kadar hCG yang rendah juga dapat menandakan kehamilan yang sangat dini. Tetapi jika gagal meningkat beberapa hari kemudian, dapat mengindikasikan kehamilan ektopik.

Namun, indikasi tersebut dapat diketahui ketika dilakukan tes darah dan menindaklanjutinya dengan tes darah kedua, beberapa hari kemudian untuk memastikan indikasi tersebut.

"Jika seseorang memiliki peningkatan beta hCG yang benar di awal kehamilan dan mengalami perdarahan pada vagina di usia 10-11 minggu, hal pertama yang akan dilakukan adalah meminta USG untuk mengkarakterisasi kehamilan,"kata Kfouri.

Secara umum, level hCG normal sangat bervariasi di antara ibu hamil. tetapi praktisi kesehatan akan menggunakan pengukuran sebagai indikator perkiraan usia kehamilan. Pada kehamilan yang sehat, kadar hCG akan meningkat setidaknya 50 persen setiap 48 jam meskipun lebih umum untuk menggandakannya setiap 48 jam. Dan kadarnya akan memuncak sekitar usia 10 minggu.

Nah, agar Bunda senantiasa terpantau dalam kehamilan yang sehat, jangan lupa untuk selalu memeriksakan diri secara rutin ke dokter ya, Bun. Semoga sehat selalu.

Simak juga yuk, Bun, penjelasan dr.Boy Abidin mengenai alasan ibu hamil enggak boleh makan ikan mentah!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Sarwendah dan Kedua Putrinya Berlibur ke Shanghai, Berdandan ala Dracin

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Niat Puasa Nisfu Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan & Doa Berbuka

Mom's Life Azhar Hanifah

Niat Salat Malam Nisfu Syaban & Tata Cara Lengkap

Mom's Life Natasha Ardiah

Momen Nino Fernandez Telaten Urus Putrinya yang Baru Lahir

Parenting Nadhifa Fitrina

Ingrid Kansil & Suami Kunjungi Sang Putri Kuliah S2 di Inggris, Tinggal di Apartemen Kecil

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Sarwendah dan Kedua Putrinya Berlibur ke Shanghai, Berdandan ala Dracin

Niat Puasa Nisfu Syaban: Panduan Lengkap, Keutamaan & Doa Berbuka

Niat Salat Malam Nisfu Syaban & Tata Cara Lengkap

Momen Nino Fernandez Telaten Urus Putrinya yang Baru Lahir

Ibu Hamil yang Sering Mencium Aroma Makanan Berlemak Bisa Memicu Obesitas Anak? Ini Faktanya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK