kehamilan

Ciri-ciri Hamil Setelah Bunda Mengalami Haid

Asri Ediyati Kamis, 10 Oct 2019 08:20 WIB
Ciri-ciri Hamil Setelah Bunda Mengalami Haid
Jakarta - Banyak yang menganggap bercinta saat haid tak akan membuat wanita hamil. Padahal, hamil atau tidaknya tergantung pada hari ke berapa Bunda dan suami berhubungan. Hal ini karena sebagian wanita melakukan ovulasi (pelepasan sel telur) dengan cepat.

"Banyak wanita biasanya berovulasi sekitar 12 hingga 14 hari setelah hari pertama haid terakhir mereka, tetapi beberapa memiliki siklus pendek alami. Mereka mungkin mengalami ovulasi setelah enam hari atau bahkan setelah hari pertama haid terakhir mereka," ujar Carolyn Kay, MD, reviewer artikel di Healthline.

Lalu, menurut Kay, jumlah hari yang dihabiskan setiap wanita untuk menstruasi bisa sangat bervariasi. Saat di hari-hari akhir siklus haid, biasanya Bunda masih merasa haid namun sebenarnya tubuh sudah bersiap untuk masa subur berikutnya.

Belum lagi, faktanya setelah ejakulasi, sperma dapat bertahan di dalam tubuh hingga lima hari. Sperma tersebut bisa membuahi sel telur kapan saja.


"Banyak wanita yang berharap tidak hamil setelah berhubungan saat akhir siklus haid. Memang benar bahwa tidak mungkin akan hamil satu atau dua hari setelah berhenti. Akan tetapi jika melihat umur sperma lima hari, kehamilan bukan lagi hal yang mustahil," terang Kay.
ibu hamil/ibu hamil// Foto: iStock
Lalu, apa saja ciri-ciri hamil setelah mengalami haid? Berikut tandanya dikutip dari Mayo Clinic.

1. Payudara yang lunak dan bengkak

Di awal kehamilan, perubahan hormon mungkin membuat payudara Bunda sensitif dan sakit. Ketidaknyamanan akan berkurang setelah beberapa minggu karena tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan hormon.

2. Mual dengan atau tanpa muntah

Morning sickness dapat menyerang kapan saja di siang atau malam hari, seringkali dimulai satu bulan setelah Bunda hamil. Namun, beberapa wanita merasa mual lebih awal dan beberapa tidak pernah mengalaminya.

3. Frekuensi buang air kecil meningkat

Bunda mungkin lebih sering buang air kecil dari biasanya. Jumlah darah dalam tubuh meningkat selama kehamilan, menyebabkan ginjal memproses cairan ekstra yang berakhir di kandung kemih.

4. Kelelahan

Kelelahan juga bisa terjadi di awal kehamilan. Selama awal kehamilan, kadar hormon progesteron melambung, ini yang mungkin membuat Bunda merasa sering mengantuk.

5. Kembung

Perubahan hormon selama awal kehamilan dapat menyebabkan Bunda merasa kembung, mirip dengan apa yang mungkin Anda rasakan pada awal periode menstruasi.

SImak juga video tentang makanan untuk mencegah stunting saat hamil:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi