kehamilan

Cara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & Risikonya

Radian Nyi Sukmasari Senin, 28 Oct 2019 20:14 WIB
Cara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & Risikonya
Jakarta - Mau punya anak satu atau kembar merupakan keputusan masing-masing orang tua. Namun, jika kebetulan Bunda dan Ayah pengen punya anak kembar, baik itu yang beda jenis kelamin atau sama, bisa simak tips cara membuat anak kembar berikut ini.

Sebelum mencari informasi soal cara membuat anak kembar, Bunda dan Ayah mesti menyatukan suara nih. Kira-kira berharap akan punya anak kembar yang jenis kelaminnya sama atau beda?

Dijelaskan dokter obgyn Kate Shkodzik, MD, ada dua jenis anak kembar yaitu kembar identik dan kembar non-identik. Kembar identik yang didapat dari program fertilisasi bayi kembar misalnya, terbentuk dari satu telur yang dibuahi satu sperma.


"Kemudian, sel telur akan membelah menjadi dua embrio. Anak kembar identik berbagi plasenta atau ari-ari dan kantung ketuban. Atau, bisa juga bayi kembar identik berbagi plasenta, namun mereka punya masing-masing kantung ketuban. Secara gentik, dua bayi itu identik," kata Shkodzik, dilansir Flo.

Lantas, apa bedanya dengan bayi kembar non-identik? Disampaikan Shkodzik, bayi kembar non-identik berasal dari dua sel telur berbeda dan dibuahi oleh dua sperma berbeda. Bayi kembar non-identik memiliki plasenta sendiri-sendiri dan memiliki komposisi genetik yang unik. Kata Shkodzik, ada beberapa faktor yang memengaruhi program fertilisasi anak kembar yaitu:

1. Riwayat keluarga

"Jika di keluarga ada riwayat hamil anak kembar, cara membuat anak kembar bisa lebih mudah Anda lakukan. Sebab, riwayat keluarga meningkatkan peluang hamil anak kembar sampai dua kali," kata Shkodzik.

Tapi, Bunda juga perlu memperhatikan hal lain, misalnya posisi seks agar bayi kembar bisa Bunda kandung.

2. Ras

Cara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & RisikonyaCara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & Risikonya/ Foto: iStock
Disampaikan Shkodzik, wanita dari ras kulit hitam lebih berpeluang hamil anak kembar, bila dibandingkan ras Kaukasian. Sementara, ras Asia dan Hispanic memiliki peluang hamil bayi kembar lebih tinggi daripada wanita yang berasal dari ras Kaukasian.

3. Anak sebelumnya kembar

Bila Bunda sebelumnya hamil anak kembar, upaya cara membuat anak kembar enggak perlu terlalu keras dilakukan. Sebab, peluang Bunda hamil anak kembar lebih tinggi.

4. Usia

Gimana cara membuat anak kembar bila usia Bunda di atas 35 tahun? Kata Shkodzik, studi menunjukkan wanita yang usianya di atas 35 tahun memiliki peluang lebih besar mendapatkan kehamilan kembar. Sebab, di masa ini wanita biasanya sudah mulai mengeluarkan lebih dari satu telur tiap bulan. Penyebab lainnya, di usia lebih dari 35 tahun, wanita lebih banyak merilis hormon FSH (follicle-stimulating hormone).

5. Berat badan

"Beberapa peneliti mengklaim wanita dengan body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh lebih besar memiliki peluang lebih besar mengandung anak kembar. Wanita dengan BMI 25 atau lebih disebut overweight. Sedangkan, wanita dengan BMI di atas 30 disebut obesitas. Wanita obesitas lebih umum memiliki anak kembar non identik.

"Tapi, tetap saja dokter tidak menyarankan ibu hamil yang ingin mengandung bayi kembar meningkatkan berat badan, ada beberapa hal yang lebih disarankan oleh paramedis," kata Shkodzik.

Berikut cara tersebut, Bunda:

a. Pola makan

Beberapa studi menunjukkan pola makan enggak sehat bisa berdampak buruk pada fertilitas atau kesuburan. Tapi, pola makan tertentu bisa jadi cara membuat anak kembar. Para pakar, kata Shkodzik, menegaskan wanita yang menjalani pola diet rendah lemak, termasuk menjadi vegan atau vegetarian, punya peluang lebih rendah hamil kembar.

"Sedangkan, wanita yang menerapkan pola diet kaya protein dan susu lebih besar peluangnya hamil anak kembar. Ini bisa terjadi karena ada perubahan hormon pada wanita dengan diet berbeda atau karena BMI yang berbeda," tutur Shkodzik.

Cara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & RisikonyaCara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & Risikonya/ Foto: iStock
Sementara itu, beberapa studi menemukan wanita yang makan banyak produksi susu punya kesempatan lebih besar hamil anak kembar. Bisa dibilang, salah satu cara membuat anak kembar adalah mengonsumsi produksi susu nih, Bun. Penyebabnya, bisa jadi hormon pertumbuhan pada sapi berpengaruh pada level hormon di manusia.

b. Pengobatan

Obat kesuburan jadi salah satu cara membuat anak kembar yang populer, demikian kata Shkodzik. Obat kesuburan meningkatkan fertilitas dengan menstimulasi sperma atau produksi sel telur. Ketika sel telur lebih banyak diproduksi, akan ada lebih dari satu sel telur yang dilepaskan dan dibuahi. Kata Shkodzik, clomiphene dan gonadotropins adalah obat fertilitas yang umum dilakukan.

"Ada pula ide bahwa cara membuat anak kembar bisa dilakukan segera setelah ibu berhenti minum pil KB. Latar belakangnya, setelah ibu stop minum pil KB, tubuh akan melewati periode penyesuaian hormon di mana sel telur bisa lebih banyak dilepaskan," papar Shkodzik.

c. Jeda di antara kehamilan

Cara membuat anak kembar lainnya adalah memiliki jarak kehamilan. Jika Bunda hamil sangat cepat setelah melahirkan anak sebelumnya, peluang punya anak kembar lebih kecil.

d. Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF)

Treatment fertilitas seperti prosedur bayi tabung dikatakan Shkodzik bisa jadi cara membuat anak kembar terbaik. Selama prosedur bayi tabung, dokter akan mengekstrak sel telur dan mengambil sampel sperma untuk dicek di laboratorium. Kemudian, embrio ditransfer ke tuba falopi.

"Tapi, ibu dan ayah juga jangan percaya dengan beberapa mitos soal cara membuat anak kembar. Misal, hamil anak kembar berarti menunda adanya generasi sebelumnya. Atau, beberapa terapi alternatif bisa menjamin kesuksesan program hamil anak kembar," kata Shkodzik.

Dia menekankan, memang prosedur IVF memberi peluang pasangan punya anak kembar lebih besar. Tapi, bukan berarti wanita tak bisa hamil anak kembar secara alami.

Risiko hamil anak kembar

Dikutip dari Very Well Family, advokat fertilitas Rachel Gurevich, mengatakan pada kehamilan kembar, ada risiko bagi ibu dan bayinya. Risiko itu antara lain kelahiran prematur, komplikasi, bahkan kematian janin. Beberapa kondisi, kata Gurevich, meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan kembar.

Cara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & RisikonyaCara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & Risikonya/ Foto: iStock
1. Pregnancy-induced hypertension (PIH)

Ini kondisi di mana tekanan darah amat tinggi saat hamil. Sekitar 37 persen ibu hamil anak kembar mengalami kondisi ini. Jika tak ditangani, PIH bisa bikin bayi lahir prematur, bayi tidak tumbuh, atau bayi lahir mati. Bagi ibu, kondisi ini bisa memicu preeklampsia.

"Preeklampsia adalah kondisi di mana tekanan darah ibu amat tinggi serta protein yang tinggi dalam urine. Gejalanya bisa berupa pembengkakan, sakit kepala parah, dan kenaikan bobot drastis. Risiko ini lebih sering dialami ibu hamil anak kembar," kata Gurevich.

Jika tak ditangani, preeklampsia bisa berubah jadi eklampsia yang bisa membuat ibu hamil kejang dan ini mengancam nyawa ibu juga janin, Bun.

2. Diabetes gestational

Diabetes gestational adalah diabetes yang hanya terjadi selama kehamilan. Kondisi ini terjadi pada 5 persen ibu hamil. Namun, pada ibu hamil anak kembar risiko diabetes gestational bisa terjadi dua kali lebih mungkin.

3. Perdarahan sebelum melahirkan

"Ibu hamil anak kembar umumnya memiliki masalah perdarahan sebelum atau selama melahirkan," ujar Gurevich.

4. Morning sickness lebih parah

Morning sickness intens bahkan berujung pada hiperemesis gravidarum umum dialami wanita yang hamil anak kembar. Bahkan, pada beberapa kasus hiperemesis gravidarum membuat ibu hamil perlu dirawat di RS.

5. Masalah pencernaan

Cara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & RisikonyaCara Membuat Anak Kembar, Faktor Penentu & Risikonya/ Foto: iStock
Dengan dua janin di dalam rahim, masalah pencernaan lebih berisiko dialami ibu hamil anak kembar.

6. Melahirkan caesar

Beberapa kondisi janin kembar bisa meningkatkan risiko persalinan caesar.

Sementara itu, risiko bagi bayi antara lain:

1. Vanishing Twin Syndrome

Keguguran rentan dialami ibu hamil anak kembar. Di beberapa kasus, satu anak kembar bisa tiba-tiba hilang atau gugur dan meninggalkan saudara kembarnya yang bertahan.

2. Intrauterine growth discordance

Intrauterine growth discordance atau IUGR terjadi ketika salah satu bayi menyerap nutrisi saudara kembarnya. Alhasil, si saudara kembar enggak dapat cukup nutrisi. Pada anak kembar identik, di mana dia berbagi plasenta, ketika salah satu janin enggak berkembang ini bisa jadi tanda IUGR.

3. Lahir prematur

Bayi kembar berisiko lebih besar mengalami kelahiran prematur di mana bayi lahir di usia 20 minggu sampai sebelum 37 minggu. "Hanya 40 persen bayi kembar yang lahir cukup bulan," kata Gurevich.

Gurevich berpesan, agar kehamilan kembar sehat, ibu hamil mesti mendapat perawatan prenatal secara teratur. Kemudian, atur pola makan dan pastikan Bunda cukup asupan cairan.

"Tetaplah aktif sesuai kemampuan dan ketahui tanda atau gejala kelahiran prematur," ujar Gurevich.

Simak 5 posisi menyusui bayi di video berikut, Bunda. 

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi