kehamilan

Tanda Hamil 3 Minggu: Pendarahan dan Payudara Sakit

Muhayati Faridatun Jumat, 25 Oct 2019 19:17 WIB
Tanda Hamil 3 Minggu: Pendarahan dan Payudara Sakit
Jakarta - Usia kehamilan tiga minggu umumnya belum disadari. Tanda hamil tiga minggu pun masih seperti gejala menstruasi rutin tiap bulan. Seperti payudara terasa sakit dan terjadi pendarahan implantasi.

"Ibu mungkin tidak merasakan gejala apapun, namun mulai curiga karena menstruasi tak kunjung datang," ungkap dr.Fredrico Patria, Sp.OG, dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal.

Dokter yang praktik di RS Permata Cibubur ini juga mengatakan, beberapa ibu hamil di trimester pertama mungkin merasakan kram perut, serta payudara mulai terasa sakit. Menurut dia, tanda hamil ini akan dikira gejala menstruasi.


Dikutip dari What to Expect, setelah mengalami ovulasi, sel sperma bertemu sel telur, dan seminggu kemudian Bunda hamil. Yeay! Di minggu-minggu awal kehamilan, sepertinya tidak tampak terjadi apa-apa dari luar, khususnya pada perut ibu hamil.

Tepat setelah telur dilepaskan, folikel membentuk korpus luteum atau sel kekuningan yang menempati ruang yang ditinggalkan sel telur. Korpus luteum mulai memproduksi progesteron dan beberapa estrogen, yakni dua hormon kehamilan yang dibutuhkan untuk menyehatkan dan membantu pertumbuhan janin, sampai plasenta mengambil alih di sekitar minggu ke-10.

Dijelaskan juga dalam ulasan berjudul 3 Weeks Pregnant tersebut, tanda hamil tiga minggu bisa terlihat saat Bunda tiba-tiba sensitif mencium bau tertentu yang menyengat. Bahkan, aroma masakan yang lezat pun membuat ibu hamil muda merasakan mual. Wah, seperti Bubun dahulu nih.

Disebutkan juga, dalam masa kehamilan tiga minggu, mungkin saja Bunda tidak merasakan tanda-tanda apapun. Bahkan, Bunda masih mengalami menstruasi rutin pada minggu ketiga kehamilan.

Tanda Hamil 3 Minggu: Pendarahan dan Payudara SakitIlustrasi tanda hamil/ Foto: iStock


Tanda hamil 3 minggu

Seperti sudah dijelaskan, saat Bunda hamil tiga minggu, gejalanya mungkin belum muncul. Sebagian besar tanda awal kehamilan disebabkan oleh hormon kehamilan, sehingga ibu hamil muda mungkin belum merasakan perubahan signifikan dalam tubuh.

Dikutip dari The Bump, beberapa tanda hamil tiga minggu bisa dirasakan. Apa saja?

1. Pendarahan implantasi

Jika embrio kecil telah sampai di 'rumah' barunya, ibu hamil mungkin mengeluarkan bercak saat telur yang dibuahi bersembunyi di dinding rahim. Kram perut dan pendarahan ringan ini terjadi sekitar 8 hingga 10 hari setelah ovulasi. Umumnya, pendarahan ini hanya berlangsung satu hari.

2. Mual

Saat tubuh ibu hamil mulai menghasilkan hormon human chorionic gonadotropin (hCG), biasanya rasa mual akan datang. Mual yang lebih buruk bahkan bisa membuat ibu hamil muntah. Morning sickness bisa berlangsung hanya pagi hari, atau yang lebih parah bisa sepanjang hari.

Kalau ibu hamil tiga minggu dan mengalami morning sickness parah sepanjang hari, mungkin saja mengandung bayi kembar. Alasannya, ibu hamil anak kembar memiliki kadar hormon kehamilan lebih tinggi dari kehamilan tunggal.

"Mual dan muntah di pagi hari atau morning sickness sebenarnya bukan istilah akurat. Ibu hamil mungkin merasakan ini sepanjang hari. Mual dan muntah bisa terjadi sejak pagi, sepanjang siang, di malam hari, atau bahkan di tengah malam," jelas dr.Fredrico.

3. Payudara sakit

Di minggu ketiga kehamilan, tanda lain yang muncul adalah perubahan pada payudara. Payudara ibu hamil tiga minggu mulai terasa sakit dan puting bisa menjadi lebih gelap dari biasanya. Inilah saat tubuh ibu hamil mulai memproduksi Air Susu Ibu (ASI).

Dijelaskan dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, hormon kehamilan membuat puting susu membesar dan kulit di sekitarnya berwarna lebih gelap. Kemungkinan lain, ketidakseimbangan hormon yang tidak berhubungan dengan kehamilan, atau efek sisa dari kehamilan sebelumnya.


Tes kehamilan

Untuk memastikan gejala-gejala di atas apakah merupakan tanda hamil, Bunda disarankan melakukan tes kehamilan sendiri lebih dahulu dengan test pack. Sebagian besar alat tes kehamilan dinyatakan 99 persen akurat.

Selain itu, beberapa merek alat tes kehamilan juga mampu mendeteksi hormon kehamilan yang terkandung dalam urine ibu hamil. Bahkan hasilnya bisa didapat lebih cepat setelah Bunda melewatkan periode menstruasi. Misal, ternyata Bunda sudah hamil 3 minggu atau lebih cepat dari itu.

Tapi perlu diingat juga, Bunda. Jumlah hormon kehamilan hCG dalam tubuh setiap perempuan berbeda, sehingga mungkin saja jumlahnya tidak cukup terdeteksi lewat alat tes kehamilan. Bunda perlu bersabar karena jumlah hormon hCG diketahui bisa berlipat ganda setiap 48 jam.

Kalau tes pertama hasilnya negatif, Bunda tunggu beberapa hari lagi untuk mengulangnya. Setelah satu minggu, Bunda tes lagi dan bisa dilanjutkan dengan tes kehamilan lain, yakni memastikannya ke bidan atau dokter kandungan.

Dalam beberapa kasus, seperti misalnya ibu hamil berisiko keguguran atau mengalami kehamilan ektopik, dokter mungkin menganjurkan untuk tes darah. Dijelaskan, tes darah ini bisa mendeteksi kadar hCG yang lebih kecil ketimbang tes urine. Jadi, Bunda akan segera mengetahui apakah positif hamil.

[Gambas:Instagram]


Kondisi perut

Saat tahu hamil, mungkin Bunda begitu penasaran dengan perubahan yang terjadi dalam tubuh. Biasanya enggak sabar ya menanti perut kian membuncit. Apakah di usia kehamilan tiga minggu sudah bisa terlihat perut membesar?

Dikutip dari The Bump, saat hamil tiga minggu, perut belum terlihat membesar bahkan masih sama seperti sebelum hamil. Meski merasa sedikit membengkak, kebanyakan perempuan tidak menunjukkan perubahan fisik berarti hingga usia kehamilan memasuki 12 minggu.

Ibu hamil muda perlu tahu juga nih soal porsi makan. Sebelum berpikir makan dua porsi, ketahuilah bahwa para dokter hanya menganjurkan ibu hamil mengalami kenaikan berat badan total sekitar 1,4 sampai 2,3 kilogram di trimester pertama, atau selama 13 minggu.

Jadi, sudah pasti tidak anjuran untuk memanjakan pola makan saat hamil tiga minggu. Faktanya, ibu hamil seharusnya tidak mengubah pola makan sehat, mengonsumsi vitamin prenatal harian, dengan setidaknya 400 mikrogram asam folat.

Dokter sejatinya tidak akan merekomendasikan ibu hamil menambah asupan kalori harian, setidaknya sampai kehamilan trimester kedua. Setelah memasuki minggu ke-14, ibu hamil baru boleh menambahkan sekitar 300 kalori per hari.

Hormon pemicu perubahan fisik dan emosi

Selain itu, dijelaskan juga dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, beberapa jenis hormon memengaruhi bentuk tubuh ibu hamil secara fisik. Di awal kehamilan misalnya, hormon estrogen dan progesteron membantu melepaskan sel telur dari indung telur, lalu ditanamkan dalam lapisan rahim.

Jumlah kedua hormon tersebut akan makin besar sebab, estrogen dan progesteron bekerja untuk meningkatkan suplai darah, terutama ke rahim dan payudara ibu hamil. Selain progesteron, hormon relaxin juga membuat otot-otot rahim jadi lebih elastis dan memberikan ruang bagi pertumbuhan bayi.

Perubahan ini juga bisa memengaruhi otot-otot lain dalam tubuh ibu hamil. Kadang-kadang, perubahan tersebut menyebabkan ibu hamil mengalami sakit sendi dan sakit punggung, serta memengaruhi bentuk dasar panggul.

Dipaparkan juga, perubahan hormon selama kehamilan juga dapat memengaruhi perasaan ibu hamil. Kadang, Bunda bisa merasa begitu bersemangat dan gembira, namun tiba-tiba ingin menangis atau mudah terganggu dan terpengaruh hal-hal kecil.

Bisa dibilang, ibu hamil kadang tak mampu mengendalikan emosi karena emosi bisa berubah dengan sangat cepat. Sering juga nih, ibu hamil jadi uring-uringan hanya karena hal sepele. Tapi, Bunda enggak perlu khawatir, biasanya gejala hamil muda ini akan berlalu saat memasuki trimester kedua.


Apakah bentuk perut ibu hamil menandakan jenis kelamin janin? Simak penjelasan dokter dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi