kehamilan

Tragis! Ibu Hamil Meninggal Usai Diabaikan Dokter & Ditolak Rumah Sakit

Siti Hafadzoh Minggu, 17 Nov 2019 13:44 WIB
Tragis! Ibu Hamil Meninggal Usai Diabaikan Dokter & Ditolak Rumah Sakit
Jakarta - Wanita hamil berusia 39 tahun dari Cina meninggal setelah ditolak rumah sakit. Pihak rumah sakit saat itu mengatakan, mereka tidak ada tempat untuk menampung wanita tersebut.

Suami wanita itu membawanya ke rumah sakit pada pagi hari ketika istrinya mengalami pembengkakan wajah. Setelah dokter memeriksanya, wanita itu diberi tahu bahwa dia perlu dirawat, meski pihak rumah sakit tidak menyebutkan secara spesifik alasannya.

Namun, pihak rumah sakit mengatakan bahwa mereka tidak dapat menerima rawat inap wanita tersebut. Sebab, semua kamar di rumah sakit sednag penuh. Mereka menyuruh pasangan tersebut untuk mencari rumah sakit lain.


Dilansir China Press, karena wanita ini sejak awal kehamilan selalu periksa di rumah sakit tersebut, ia dan suaminya memutuskan untuk menunggu di ruang tunggu. Mereka berharap dokter akan berubah pikiran.

Pada jam 1 siang, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah. Tapi, ketika mereka dalam perjalanan, ketuban wanita itu pecah. Mereka berbalik arah ke rumah sakit dan wanita itu duduk di kursi roda.

Meski wanita ini mengalami pendarahan di atas kursi roda, tidak ada satu pun dokter yang memerhatikannya. Setelah sekitar 30 menit, ada seorang dokter yang membuka tempat agar wanita ini bisa dirawat di rumah sakit.

Wanita tersebut dibawa ke ruang operasi pada jam 2 siang. Mereka melakukan proses operasi caesar. Dokter mengatakan bayi mereka lahir dengan infeksi paru-paru dan kesulitan bernapas.

Kemudian, wanita ini dipindahkan ke ICU. Ia dipindah ketika suaminya mengatakan bahwa istrinya punya tekanan darah tinggi dan pendarahan rahim.

Tragis! Ibu Hamil Meninggal Usai Diabaikan Dokter & Ditolak Rumah SakitIlustrasi ibu melahirkan/ Foto: iStock

Enam hari setelah kejadian itu, keluarganya bahkan belum pernah melihat bayi mereka. Tapi, mereka tetap harus membayar kebutuhan obat-obatan.

Sayangnya, pada 5 November, wanita ini meninggal dunia. Ia dikremasi dua hari kemudian. Tapi, hingga saat ini pihak rumah sakit masih belum memberi tahu penyebab kematian wanita ini.

Keluarganya sudah menanyakan sebab kematian. Tapi, pihak rumah sakit tidak memberi respons.

Mengingat wanita tadi punya riwayat darah tinggi, bisa jadi ia mengalami komplikasi, Bun. Menurut dr.Fredrico Patria, Sp.OG dalam buku Dahsyatnya Hamil Sehat & Normal, ibu hamil yang mengidap hipertensi atau darah tinggi bisa berisiko mengalami komplikasi kehamilan.

Hipertensi pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko terkena preeklampsia. Kondisi ini biasanya menyebabkan kerusakan serius pada organ tubuh, termasuk otak dan ginjal.

Selain itu, tipe lain darah tinggi ketika hamil adalah hipertensi gestasional. Hipertensi tipe ini bisa terjadi setelah 20 minggu kehamilan.

"Tapi, hipertensi gestasional adalah kondisi hipertensi yang relatif ringan, tidak membahayakan kehamilan, dan cenderung hilang setelah melahirkan," kata Fredico.

Namun, sampai sekarang belum jelas alasan wanita tersebut meninggal. Apakah memang karena hipertensi yang ia idap atau karena penyakit lain. Pihak yang berwajib sekarang sedang menginvestigasi kasus ini dan akan mengumumkan secepatnya.

Bunda, desainer ternama Dian Pelangi resmi menikah lagi hari ini, baca berita bahagianya di sini.

Simak juga manfaat aktivitas mengepel lantai untuk ibu hamil, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi