sign up SIGN UP search


kehamilan

Sama-sama Kehilangan Janin, Apa Bedanya Stillbirth dan Keguguran?

Radian Nyi Sukmasari Selasa, 24 Dec 2019 12:04 WIB
Bunda pasti sering mendengar istilah keguguran dan stillbirth atau bayi lahir mati. Sama-sama kondisi kehilangan janinnya, apa bedanya stillbirth dan keguguran. caption
Jakarta - Bunda pasti sudah tak asing dengan istilah keguguran. Tapi, pernahkah Bunda bertanya-tanya apa bedanya stillbirth dan keguguran?

NHS menyebutkan stillbirth adalah kondisi di mana janin meninggal di dalam kandungan saat usia kehamilan 24 minggu. Biasanya, stillbirth terjadi pada 1 dari 200 kehamilan.




"Jika bayi meninggal sebelum usia kehamilan 24 minggu, si ibu disebut keguguran," papar NHS di situs resminya.

Dijelaskan ahli patologi anatomi, Melissa Conrad, stillbirth adalah meninggalnya bayi sebelum kelahiran atau selama proses kelahiran. Di Inggris, sekitar 1 persen kehamilan berakhir dengan stillbirth.

Conrad bilang baik keguguran stillbirth adalah bentuk kehilangan janin. Di Amerika Serikat, kondisi bayi meninggal sebelum usia 20 minggu disebut keguguran. Sedangkan, janin yang meninggal di usia 20 minggu lebih disebut stillbirth.

ilustrasi keguguranilustrasi keguguran/ Foto: iStock
"Meski begitu, WHO menyebutkan bahwa stillbirth adalah kondisi bayi yang lahir tanpa tanda kehidupan di usia 28 minggu atau lebih," papar Conrad mengutip Medicinet.

Stillbirth dibagi jadi 3 jenis yaitu:

1. Early stillbirth saat janin meninggal di kandungan antara umur 20-27 minggu

2. Late stillbirth saat janin meninggal di umur 28 dan 36 minggu

3. Term stillbirth ketua bayi meninggal di usia kehamilan 37 minggu atau lebih

"Kebanyakan gejala stillbirth adalah gerakanĀ janin yang melemah dan beberapa ibu hamil mengalami nyeri perut parah dan kram," pungkas Conrad. (rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi