sign up SIGN UP search


kehamilan

Aturan Makan Ikan yang Wajib Diketahui Ibu Hamil

Melly Febrida Kamis, 02 Jan 2020 10:03 WIB
Ibu hamil boleh banget makan ikan. Tapi, perhatikan dulu aturan berikut ya. caption
Jakarta - Umumnya para ibu tak menyadari dirinya hamil hingga usia kandungan menginjak beberapa minggu. Bukan rahasia umum kalau ada sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari ibu hamil karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

Dr.Lida Chatzi, seorang associate professor of preventive medicine di University of Southern California ikut menulis dalam penelitian tentang diet dan tingkat kontaminan lingkungan pada ibu dan anak-anak. Penelitian ini dilakukan dalam proyek Human Early-Life Exposome (HELIX), yang melibatkan 1.000 wanita hamil dan anak-anaknya yang berusia enam hingga 10 tahun di enam negara Eropa, Prancis, Yunani, Lituania, Norwegia, Spanyol, dan Inggris.




"Kami menemukan semakin tinggi konsumsi ikan, semakin tinggi tingkat bahan kimia persisten beracun dalam darah wanita hamil dan anak-anak mereka," kata Chatzi mengutip Irish News

Bahan kimia yang dimaksud termasuk polychlorinated biphenyls (PCBs), zat perfluoroalkyl (PFAS), logam beracun arsenik, dan merkuri.

Menurut Chatzi, peneliti juga menilai efek rekomendasi diet ikan, yakni 3 porsi ikan per minggu untuk ibu hamil dan dua porsi ikan per minggu untuk anak, terhadap jumlah bahan kimia dari lingkungan pada ibu dan anak.

"Kami menemukan jika rekomendasi diikuti akan menghasilkan kadar PFAS, arsen dan merkuri yang lebih rendah ketimbang jika mereka melebihi rekomendasi diet," ujar Chatzi.

Ilustrasi makan ikan saat hamilIlustrasi makan ikan saat hamil/ Foto: iStock
Dari penelitian ini, lanjut Chatzi, secara umum wanita harus makan berbagai jenis ikan setiap minggunya. Kemudian, hindari konsumsi ikan mentah dan ikan predator besar, seperti king mackerel, swordfish, hiu, dan tilefish.

"Mengingat ada variasi tingkat polutan yang berpotensi terkandung dalam ikan, wanita harus mengikuri rekomendasi diet, dan mematuhi pedoman. Selain ikan, konsumsi buah juga bisa meningkatkan kadar racun dari pestisida. Ada empat metabolit pestisida organofosfat, yang diukur dalam sampel urine untuk wanita hamil dan anak-anak," tutur Chatzi.

Anak-anak yang makan makanan organik lebih dari sekali per minggu memiliki kadar metabolit pestisida yang lebih rendah di urine mereka, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak makan makanan organik.

"Pilihan organik ketimbang buah-buahan yang ditanam secara konvensional bisa berkontribusi pada paparan pestisida dan polutan lingkungan lainnya yang lebih rendah, sambil tetap mempertahankan manfaat kesehatan dari konsumsi buah dan sayuran," kata Chatzi.

Mengenai ikan, sebenarnya asam lemak omega-3 di ikan bisa meningkatkan perkembangan otak dan mata bayi.
Tapi, beberapa ikan dan kerang diketahui mengandung kadar merkuri yang berpotensi berbahaya.



Melansir Mayo Clinic, terlalu banyak merkuri bisa membahayakan sistem saraf bayi. Jadi, makin besar dan tua ikannya, makin besar juga kemungkinan mengandung merkuri. Itulah sebabnya kenapa Food and Drug Administration (FDA) mengingatkan bunda hamil untuk menghindari ikan berkadar merkuri tinggi.

"Sayangnya, beberapa jenisĀ ikan mengandung merkuri, yang bisa memengaruhi janin atau perkembangan neurologis anak," tegas Mira Ilic, R.D., ahli nutrisi di Cleveland Clinic Foundation, seperti dilansir Women's Health Magazine.

Simak 8 makanan untuk cerdaskan otak anak di video ini.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi