HaiBunda

KEHAMILAN

Bunda, Hindari Penyebab Kehamilan Risiko Tinggi

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Selasa, 14 Jan 2020 14:35 WIB
Penyebab hamil berisiko tinggi/Foto: iStock
Jakarta - Beberapa Bunda tak bisa terhindarkan dari kehamilan berisiko tinggi. Dalam kondisi demikian, Bunda harus menjaga kehamilan secara ekstra agar tetap sehat hingga persalinan tiba.

Menurut Janice Lynn Henderson, M.D, seorang obgyn di Baltimore, Maryland, kehamilan berisiko tinggi (risti) disebabkan beberapa faktor seperti diabetes sebelum hamil, preeklampsia, kehamilan kembar, komplikasi kehamilan, dan lainnya, seperti dikutip dari laman Hopkinsmedicine.


"Jika ibu hamil menderita diabetes ataupun memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelum hamil maka disarankan untuk berkonsultasi rutin ke dokter untuk memantau kondisi selama kehamilan dan menentukan obat yang tepat," ujarnya.


Melansir Mayo Clinic, ketika seorang ibu memiliki kehamilan risti, baik ibu ataupun bayinya kemungkinan berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan sebelum, selama, atau setelah melahirkan.

Biasanya, pemantauan atau perawatan khusus selama kehamilan diperlukan. Sehingga, ibu hamil perlu mengetahui faktor penyebab dan akibat kehamilan risti. Serta, apa yang dapat dilakukannya untuk merawat diri sendiri dan bayinya di rumah.

Penyebab hamil berisiko tinggi/Foto: iStock

Pada beberapa kasus, kehamilan risti merupakan akibat dari kondisi medis yang ada sebelum kehamilan. Dalam kasus lain, kondisi medis yang berkembang selama kehamilan, baik untuk ibu atau bayinya juga menyebabkan kehamilan menjadi risiko tinggi.

Mengingat pentingnya menjaga kondisi kehamilan risti, Bunda harus mematuhi standar kesehatan untuk ibu hamil. Melakukan perawatan prenatal secara teratur juga sangat dianjurkan. Sebab, dokter dapat membantu memantau kesehatan baik Bunda dan juga kesehatan bayi Bunda.

Tak kalah penting, jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat selama kehamilan. Sebab, masa-masa kehamilan dibutuhkan banyak asupan penting seperti asam folat, protein, kalsium, dan zat besi. Sehingga vitamin prenatal harian dapat membantu tubuh selalu sehat.


Kemudian, perhatikan kenaikan bobot tubuh. Pastikan ibu hamil menambah jumlah berat badan dengan tepat. Serta hindari zat-zat yang berisiko buruk bagi kehamilan. Berhenti merokok, minum obat atau suplemen apa pun tanpa rekomendasi dokter.

Semoga sehat selalu, Bun!

Bunda, simak juga cerita Marissa Nasution mengenai kehamilan pertama dan keduanya dalam video di bawah ini:

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Ussy Sulistyawati & Andhika Pratama Bareng 5 Anak, Good Looking Semua

Mom's Life Nadhifa Fitrina

4 Doa Malam Lailatul Qadar untuk Memohon Ampunan & Kasih Sayang Allah

Mom's Life Amira Salsabila

8 Cara Mengobati Penebalan Dinding Rahim secara Alami

Kehamilan Melly Febrida

Terpopuler: Potret Kamar Baru Milaya Putri Surya Insomnia

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Kiky Saputri Andalkan DBF untuk Bonding dengan Anak agar Bisa Menyusui hingga 2 Tahun

Menyusui Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bolehkah Anak Dijanjikan Hadiah saat Berhasil Puasa Penuh?

Kiky Saputri Andalkan DBF untuk Bonding dengan Anak agar Bisa Menyusui hingga 2 Tahun

8 Cara Mengobati Penebalan Dinding Rahim secara Alami

4 Doa Malam Lailatul Qadar untuk Memohon Ampunan & Kasih Sayang Allah

Potret Ussy Sulistyawati & Andhika Pratama Bareng 5 Anak, Good Looking Semua

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK