Sign Up search


kehamilan

Penyebab Miss V Ibu Hamil Beraroma Kurang Sedap

Dwi Indah Nurcahyani Rabu, 15 Jan 2020 14:18 WIB
Penyebab Miss V Ibu Hamil Beraroma Kurang Sedap caption
Jakarta - Aroma khas pada vagina memang menjadi hal normal ya, Bun. Namun aroma di organ intim ini bisa berubah selama Bunda hamil.

Beberapa Bunda mengeluhkan kalau aroma miss v miliknya menjadi tidak sedap. Kadang, ada juga yang mengkhawatirkan kondisi tersebut, karena dianggap berkaitan dengan kesehatan reproduksi.


Miriam Greene, M.D, clinical assistant professor of obstetrics and gynecology di New York University Langone Medical Center mengatakan, ibu hamil memang memiliki penciuman yang tajam dan sensitif.


"Seluruh aura akan berubah ketika kehamilan dan termasuk dengan aroma di area pribadi ibu hamil. Ketika laju metabolisme basal di tubuh meningkat, begitu juga pasokan darah ke ketiak, vagina, dan dimana-mana juga meningkat," jelas Greene dikutip dari Parents.

Greene menjelaskan bahwa suplai darah yang ditingkatkan mengubah keseimbangan pH wanita, sehingga kerap menghasilkan aroma yang manis, pekat atau lengket. Dan semuanya merupakan hal normal.

Melansir Medical News Today, beberapa faktor lain juga dapat memicu aroma tak sedap di vagina, Bun. Misalnya saja perubahan pola diet selama kehamilan. Pada fase ini, banyak ibu hamil mengidam makanan yang biasanya tidak mereka makan. Perubahan inilah yang tiba-tiba dapat menyebabkan urine menghasilkan bau yang berbeda.

Makanan tertentu diketahui mengandung nutrisi dan vitamin yang dapat menyebabkan urine lebih berbau. Seperti misalnya kubis, bawang putih, asparagus, dan lainnya.

Selain itu, mengonsumsi vitamin dan suplemen juga dapat membuat vagina ibu hamil jadi beraroma tak sedap dari biasanya. Ini dikarenakan banyak vitamin dan suplemen terutama yang mengandung vitamin B, sering menyebabkan perubahan warna dan bau urine.

Penyebab Miss V Beraroma Kurang Sedap Ketika KehamilanPenyebab Miss V ibu hamil bau/Foto: iStock

Dehidrasi juga dapat memperparah aroma tak sedap di daerah vagina, Bun. Ketika tubuh dehidrasi, ginjal memiliki lebih sedikit cairan yang tersedia untuk melarutkan urine. Hal itu menyebabkan urine yang dihasilkan sedikit, pekat dan berbau lebih kuat.

Untuk meminimalisir aroma tak sedap di vagina semakin parah selama kehamilan, tetaplah mencuci pakaian dan tempat tidur secara teratur ya, Bun. Kemudian, bersihkan vagina dengan menyekanya dari depan ke belakang, untuk mengurangi penyebaran bakteri dubur dan kemungkinan infeksi.


Tak hanya itu, cucilah organ intim dengan sabun biasa dan air hangat. Pastikan selalu bersih setiap waktu. Serta yang terpenting, pastikan tubuh memiliki cairan yang cukup untuk dapat mencairkan urine dengan baik.

Semoga membantu, Bun!

Bunda, simak juga yuk cerita awal kehamilan Marissa Nasution dalam video di bawah ini!

[Gambas:Video Haibunda]

(rap/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi