Sign Up search


kehamilan

Ibu Hamil Jangan Panik, Simak Cara Bedakan Gejala Corona dan Flu Biasa

Ratih Wulan Pinandu Selasa, 17 Mar 2020 07:03 WIB
Ibu Hamil Jangan Panik, Simak Cara Bedakan Gejala Corona dan Flu Biasa caption
Jakarta - Virus corona menjadi ancaman kesehatan di seluruh dunia. Tak terkecuali untuk ibu hamil di Indonesia.

Itu sebabnya, untuk mencegah penularan virus corona atau covid-19 disarankan agar rajin cuci tangan. Serta mengurangi kegiatan di luar rumah, Bunda.


Bagi ibu hamil, pandemi corona ini tentu menimbulkan kekhawatiran. Apakah janin di dalam kandungan bisa terkena? Mengingat beberapa waktu lalu salah seorang bayi baru lahir di Inggris, langsung tertular corona. Bayi ini dicatat sebagai pasien termuda di dunia.


Menurut ulasan Newscientist, sejauh ini orang-orang hamil di China yang dilaporkan positif corona tidak terlalu banyak.

Kekhawatiran terjangkit corona membuat ibu hamil bingung membedakan dengan gejala flu biasa. Padahal, ibu hamil sendiri cenderung lebih mudah terkena flu parah.

Hal itu terjadi karena kehamilan menekan sistem kekebalan tubuh Bunda. Selain itu, pada tahap akhir kehamilan, janin dan rahim dapat mulai menekan organ lain, termasuk paru-paru. Akibatnya, beberapa area paru-paru menjadi kurang mampu mengalirkan udara, sehingga membuat tubuh lebih rentan infeksi.

Beberapa jenis infeksi juga bisa berisiko untuk janin. Demam tinggi berkepanjangan saat hamil, khususnya di trimester pertama berkaitan dengan cacat lahir.

"Dengan infeksi virus apa pun selama kehamilan, janin berisiko keguguran, lahir mati, hambatan pertumbuhan, malformasi," kata David Baud dari Rumah Sakit Universitas Lausanne di Swiss.

Ibu Hamil Jangan Panik, Simak Cara Bedakan Gejala Corona dan Flu BiasaCiri ibu hamil terkena corona virus/ Foto: thinkstock

Ada beberapa bukti bahwa wanita hamil lebih berisiko terkena penyakit serius dari MERS dan Sars, virus yang mirip dengan corona. Terkena infeksi juga meningkatkan risiko keguguran. Tetapi, sulit untuk mengatakan dengan pasti, karena hanya segelintir orang hamil yang dilaporkan terinfeksi virus tersebut. Sedangkan keguguran terjadi pada sekitar 1/4 kasus kehamilan.

Sedangkan studi terbaru yang diterbitkan Yalan Liu di Universitas Sains dan Teknologi Huanzhong, China, meneliti empat wanita yang terinfeksi virus corona dan melahirkan bayi mereka. Beruntung, bayi mereka dilahirkan sehat tanpa gejala corona.

Seorang bayi mengalami masalah pernapasan ringan, tetapi pulih dengan baik setelah mendapat beberapa perawatan. Sedangkan dua di antaranya mengalami ruam, tapi hilang dalam 10 hari tanpa pengobatan. Ada tiga bayi yang diuji untuk tes corona, hasilnya negatif semuanya.

Laporan lain yang lebih meyakinkan, disampaikan Pat O'Brien, Wakil Presiden Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) di Inggris. Dalam penelitian yang dilakukannya mencakup 15 wanita yang mengalami covid-19 selama kehamilan.

Ternyata, tidak ditemukan gejala-gejala yang lebih buruk daripada wanita yang tidak hamil. "Dalam laporan ini para wanita hamil mencapai pemulihan yang baik tanpa menggunakan obat anti-virus," tulis O'Brien.

Pada penelitin yang dirilis 9 Maret 2020, ditulis bahwa 11 dari wanita hamil telah melahirkan, tidak ada bayi mereka yang terinfeksi.

"Saat ini, tidak ada bukti apa pun bahwa ada peningkatan risiko keguguran. Tapi kami sangat membutuhkan informasi lebih lanjut," lanjutnya.

Nah, ibu hamil harus segera memahami gejala flu biasa dan bedanya dengan corona. Sehingga tidak menimbulkan kepanikan dan dapat ditangani dengan cepat.

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa gejala virus corona di tahap awal dapat ditandai seperti berikut:

1. Demam
2. Batuk
3. Napas pendek atau sulit bernapas

Tingkat keparahan gejala corona dapat berkisar sangat ringan hingga berat. Orang yang lebih tua atau memiliki kondisi medis seperti jantung lebih berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian.


"Apakah orang dengan gejala demam, batuk, itu Corona? Belum tentu. Lihat dulu riwayatnya, apa dia dalam waktu sebulan ini ke Wuhan China? Atau kontak dengan pasien Corona lain?" jelas Dokter Spesialis Paru RSUI, dr.Raden Rara Diah Handayani beberapa waktu lalu.

Nah, itu sebebanya untuk sekarang ini Bunda disarankan tidak keluar rumah jika memang tidak sangat mendesak. Tetap jaga kesehatan dan jangan ragu memeriksakan diri ke dokter jika dirasa kurang enak badan ya, Bunda. 

Bunda, simak juga yuk ciri kehamilan dilihat dari perubahan warna kulit seperti berikut ini!

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi