sign up SIGN UP search


kehamilan

Bak Keajaiban! 5 Hari Koma karena Corona, Wanita Ini Lahirkan Bayi Kembar

Yuni Ayu Amida Senin, 11 May 2020 06:00 WIB
Baby shoes on the pregnant woman belly caption
Jakarta - Seorang ibu hamil delapan bulan mengalami gejala seperti tidak bisa bernapas. Perempuan bernama Monique Cook ini, langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Melansir Today, Cook mengalami koma dan tak sadarkan diri setelah ditempatkan di ruang perawatan intensif di Rumah Sakit Piedmont Atlanta. Setelah dites, ternyata ia positif COVID-19.


Sebelum koma, dokter telah memintanya untuk menjalani operasi caesar. Namun, karena koma ia sama sekali tidak merasakan apa-apa di saat proses persalinan berlangsung, Setelah melahirkan, ia pun tak bisa langsung melihat bayinya.


Bak keajaiban, 5 hari kemudian ia terbangun, dan menyadari sudah melahirkan dua bayi kembar.

"Bagian terburuk dari bangun itu, saya melihat ke bawah dan saya tidak punya perut besar. Tidak ada bayi," kata Cook.

"Aku ingat, aku bertanya 'Di mana bayiku?' Saat itulah perawat muda berkata, 'Oh, bayimu, mereka baik-baik saja," sambungnya.

Setelah sadar dari koma, Cook masih belum bisa bertemu anak kembarnya lantaran harus menjalani isolasi selama 11 hari lagi. Ia pun hanya bisa melihat bayi-bayinya dari foto yang dikirimkan sang suami.

Wanita yang melahirkan anak kembar saat koma ketika terinfeksi virus Corona.Wanita yang melahirkan anak kembar saat koma ketika terinfeksi virus Corona./ Foto: NBC


Untungnya, kini Cook sudah dinyatakan negatif virus Corona. Ibu empat anak ini kini bisa bertemu bayi kembarnya.

"Kisah ini bisa berakhir berbeda, mendengarkan berapa banyak kematian dari ini COVID-19 yang jumlahnya semakin tinggi setiap hari. Aku benar-benar selamat," kata Cook.

Ia juga berterima kasih pada para dokter dan tenaga medis yang membantunya sembuh dan merawat bayinya.

Dijelaskan dr.Jane van Dis, seorang OB-GYN yang menjabat sebagai direktur medis di jaringan telemedicine Maven, kehamilan memang melemahkan sistem kekebalan tubuh, namun sebenarnya tidak membuat wanita hamil menjadi rentan terhadap COVID-19. Hanya saja, karena wanita hamil berisiko lebih besar mengalami morbiditas dan mortalitas parah dari infeksi pernapasan seperti flu, mereka harus dianggap sebagai populasi berisiko COVID-19.

COVID-19 juga dapat membuat kemungkinan lebih besar bagi wanita hamil untuk mengalami komplikasi, yaitu kelahiran prematur. Jika memungkinkan, wanita hamil dengan COVID-19 harus berencana untuk melahirkan di rumah sakit, di mana staf harus mengikuti rekomendasi CDC untuk perawatan ibu dan bayi baru lahir untuk mengurangi risiko penularan setelah lahir.

"Itu mungkin berarti menempatkan ibu dan bayinya di ruang isolasi yang terpisah, atau memisahkan ibu dan bayi yang baru lahir sejauh enam kaki," jelas Dis, dikutip dari Insider.


Simak juga ciri hamil dilihat dari perubahan kulit dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi