sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Tips Menjaga Kehamilan Usia Muda, Apa Saja yang Dilarang?

Yuni Ayu Amida Selasa, 19 May 2020 07:00 WIB
Young pregnant woman lying in bed at home 7 Tips Menjaga Kehamilan Usia Muda, Apa Saja yang Dilarang?/ Foto: iStock
Jakarta -

Kehamilan jadi momen yang ditunggu-tunggu, terutama bagi pasangan yang baru menikah dan berharap dapat momongan. Hanya saja, sebagian besar wanita jarang menyadari dirinya sedang mengandung, terutama di masa hamil muda, yakni di minggu pertama dan kedua.

Melansir dari What to Expect, di awal hamil muda, belum ada bayi atau embrio yang terlihat. Tapi, di minggu ini, Bunda bisa mengecek dari periode menstruasi yang tidak muncul. Saat ini, tubuh mulai bekerja keras dan bersiap-siap untuk membuka jalan bagi bayi. Rahim juga sudah mulai bersiap kedatangan sel telur yang telah dibuahi.

Nah, kalau lagiĀ hamil 1 dan 2 minggu, artinya Bunda berada di bulan pertama kehamilan. Lalu bagaimana cara menghitung jatuh temponya? Sebenarnya sangat sulit untuk menentukan kapan tepatnya kehamilan dimulai, karena hari ovulasi yang tepat memang sulit dipastikan.


Terlebih lagi, sperma dari pasangan bisa diam dalam tubuh Bunda selama beberapa hari sebelum bertemu dengan sel telur. Demikian juga, sel telur dapat bertahan hingga 24 jam menunggu sperma yang terlambat muncul.

Jadi untuk menghitung waktu standar kehamilan, kebanyakan praktisi menggunakan hari pertama periode menstruasi terakhir Bunda sebagai garis awal kehamilan 40 minggu.

Nah, lalu apa yang harus Bunda lakukan di minggu awal ini agar kehamilan tetap terjaga dan lancar nantinya? Berikut ini tipsnya.

1. Cukupi kebutuhan asam folat

Tubuh bekerja lembur saat hamil. Ini membuat tubuh butuh banyak nutrisi. Jadi, siapkan tubuh Bunda untuk bayi, dengan mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa asam folat, terutama jika dimulai pada bulan-bulan sebelum kehamilan, memiliki manfaat kesehatan penting bagi wanita hamil dan bayinya. Termasuk mengurangi risiko cacat jantung bawaan, diabetes gestasional, dan persalinan prematur.

2. Tanyakan dokter tentang obat-obatan

Ibu hamil rentan terhadap penggunakan obat-obatan, Bunda. Jadi saat Bunda sakit dan akan mengonsumsi obat, konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin tentang obat yang aman, maupun yang bisa membahayakan kesehatan calon bayi.

konsultasi ke dokterkonsultasi ke dokter/ Foto: shutterstock

3. Hentikan kebiasaan merokok

Tidak pernah terlalu dini atau terlambat untuk menghentikan kebiasaan merokok. Merokok sangat merusak kesuburan dan dapat membahayakan bayi yang sedang dikandung.

Merokok di sekitar waktu pembuahan meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Sedangkan merokok yang terus-menerus bisa meningkatkan kemungkinan berbagai komplikasi kehamilan, termasuk implantasi abnormal atau pelepasan plasenta prematur, ketuban pecah dini dan persalinan dini. Kalau Bunda kesulitan, bicaralah dengan dokter tentang cara berhenti dengan aman.

4. Lakukan kunjungan prakonsepsi

Sudahkah Bunda menjadwalkan kunjungan prakonsepsi atau sebelum kehamilan? Ini penting, karena Bunda akan belajar tentang bahaya genetik, lingkungan, dan gaya hidup yang dapat membahayakan kesuburan dan calon bayi.

Untuk mempersiapkan pemeriksaan prakonsepsi, kumpulkan informasi tentang jenis alat kontrasepsi yang dijalani, siklus menstruasi, daftar obat-obatan yang Bunda gunakan saat ini, segala kondisi kronis yang dimiliki dan riwayat kesehatan keluarga.

5. Posisi seks apapun tidak masalah, asal aman

Lebih dari sepertiga wanita berpikir posisi seksual tertentu meningkatkan peluang untuk hamil. Tapi ini sebagian besar hanya mitos. Sperma yang sehat adalah perenang yang luar biasa. Banyak posisi apa pun yang bisa membuat Bunda hamil, jadi sebaiknya pilih satu yang paling memberi kesenangan.

6. Cobalah untuk santai

Yoga? Meditasi? Membaca buku? Apa pun yang diperlukan untuk bersantai, cobalah untuk melakukannya. Wanita yang memiliki risiko stres tinggi akan lebih kecil kemungkinannya mengalami kehamilan dibanding wanita yang bahagia, Bunda. Jadi pastikan untuk tidak stres di masa-masa ini ya.

7. Cari tanda-tanda ovulasi

Pada puncak kesuburan, lendir serviks Bunda meningkat dan menjadi lebih tipis, lengket, dan licin. Tergantung pada berapa lama siklus menstruasi Bunda berlangsung. Kesuburan puncak dapat terjadi di mana saja, dari 7 hingga 21 hari dari hari pertama periode menstruasi terakhir Bunda.

Tanda-tanda ovulasi lain yang harus diperhatikan termasuk suhu tubuh basal yang sedikit lebih rendah yang kemudian naik lagi, bercak ringan, kram di perut bagian bawah dan peningkatan gairah seks.

Simak juga tips cegah kehamilan untuk ibu menyusui dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi