sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan, Usia hingga Riwayat Kehamilan

Yuni Ayu Amida Sabtu, 23 May 2020 13:13 WIB
Ilustrasi seorang ayah yang sedang mendengarkan suara bayinya di dalam kandungan istrinya 5 Penyebab Janin Meninggal dalam Kandungan, Usia hingga Riwayat Kehamilan/ Foto: Thinkstock
Jakarta -

Janin meninggal dalam kandungan sebelum sempat dilahirkan pastinya membuat calon orang tua merasa sedih ya, Bunda. Sebenarnya, apa sih penyebab bayi lahir mati ini?

Dijelaskan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Benny Johan Marpaung, bayi yang lahir mati dalam kandungan saat usia janin sekitar 7 bulan atau 28 minggu dikenal dengan stillbirth. Penyebab kematian pada usia ini bermacam-macam, tapi biasanya berhubungan dengan plasenta dan kondisi ibu.

Selain itu, penyebab yang biasanya ditemui adalah cacat lahir. Kondisi ini disebabkan gangguan kromosom sehingga bayi lahir mati.


Lebih lanjut, Benny mengatakan, masalah pada plasenta juga jadi penyebab bayi lahir mati. Karena jika plasenta bermasalah, maka nutrisi maupun oksigen yang dialirkan pada bayi bisa terganggu.

"Ada plasenta yang lepas, sehingga bayi kurang nutrisi dan oksigen," tutur Benny, dilansir CNN Indonesia.

Selain yang disebutkan Benny, berikut ini 5 penyebab umum bayi lahir mati atau janin meninggal dalam kandungan, dikutip dari Very Well Family.

1. Kondisi kesehatan ibu

Kesehatan dan kesejahteraan Bunda adalah kunci dalam menentukan kemampuan melahirkan anak hingga cukup bulan. Hipertensi, diabetes, lupus, penyakit ginjal, kelainan tiroid, dan trombofilia adalah beberapa contoh kondisi yang berhubungan dengan kematian janin. Merokok, minum alkohol, dan obesitas juga bisa berkontribusi sebagai penyebabnya.

2. Usia

Meski ini bukanlah penyebab utama, berkat teknologi canggih yang sudah ada saat ini, namun usia tetap bisa memengaruhi kematian janin. Wanita hamil yang berusia di atas 35 tahun lebih berisiko menghadapi kematian janin yang sulit dijelaskan, dibanding wanita yang lebih muda.

3. Hamil lebih dari satu bayi

3D Ultrasound image3D Ultrasound image/ Foto: iStock

Membawa lebih dari satu bayi meningkatkan risiko kematian janin. Sehingga, pada wanita yang menjalani fertilisasi in vitro (IVF), sering direkomendasikan hanya satu embrio ditransfer per siklus untuk mengurangi kemungkinan kelahiran mati.

4. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

KDRT bisa dialami semua wanita dari semua ras dan kedudukan ekonomi. Tentunya KDRT yang dialami ibu hamil bisa saja menyebabkan janinnya meninggal dalam kandungan. Selain itu, tingkat pengangguran yang tinggi, penggunaan narkoba, dan pengurungan bisa menyebabkan ibu dan bayi yang belum lahir berisiko lebih besar mengalami kematian janin.

5. Riwayat masalah kehamilan

Masalah yang terjadi pada kehamilan sebelumnya, termasuk pembatasan pertumbuhan janin dan kelahiran prematur, bisa jadi risiko kematian janin yang lebih tinggi pada kehamilan berikutnya. Sementara itu, wanita yang pernah mengalami kematian janin sebelumnya 2 hingga 10 kali kemungkinan mengalami kembali.

Tips aman cegah kehamilan untuk ibu menyusui dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi