sign up SIGN UP search


kehamilan

Nyeri Dada Saat Hamil? Pahami Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ratih Wulan Pinandu Kamis, 11 Jun 2020 07:03 WIB
Curious little daughter touching her pregnant mother big tummy, home interior caption
Jakarta -

Kehamilan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit di beberapa bagian tubuh. Bahkan, sebagian ibu hamil juga merasakan sakit di bagian dada lho.

Beberapa penyebabnya berasal dari tekanan janin yang sedang tumbuh, refluks asam, dan masalah ain yang relatif tidak berbahaya, Bunda. Sedangkan dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri dada ini juga dapat disebabkan oleh masalah kardiovaskular atau komplikasi kehamilan.

Melansir dari Medical News Today, rasa tidak nyaman di bagian dada selama kehamilan bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:


1. Nyeri dada
2. Palpotasi jantung
3. Sesak napas
4. Pingsan
5. Kelelahan
6. Kesulitan bernapas saat tidur

Pregnant womanNyeri dada ibu hamil/ Foto: iStock

Selain faktor di atas, ada juga penyebab lainnya nih, Bunda. Seperti dijelaskan berikut ini:

1. Maag

Ketika Bunda makan, katup antara kerongkongan dan perut terbuka untuk membiarkan makanan masuk ke dalam perut. Katup ini disebut sfingter esofagus. Ketika seseorang tidak makan, sfingter esofagus biaanya menutup untuk menghentikan makanan yang dicerna sebagian dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Jika masalah ini terjadi, maka disebut acid reflux.

Selama kehamilan, peningkatan kadar hormon progesteron menyebabkan sfingter esofagus menjadi rileks sehingga meningkatkan risiko refluks asam. Hal ini dapat menyebabkan mulas, sensasi terbakar di tenggorokan atau mulut yang biasanya terasa setelah makan, terlebih ketika Bunda berbaring setelah makan.

Untuk mencegah mulas, Bunda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Menghindari makanan pedas.
2. Makan dalam porsi lebih sedikit.
3. Menjaga posisi tegak lebih lama setelah makan.

2. Tumbuh janin dalam rahim

Seiring dengan pertumbuhan janin dan rahim, dapat meningkatkan tekanan pada organ-organ sekitar termasuk paru-paru dan lambung. Tekanan ini dapat menyebabkan rasa sakit di dada, biasanya akan terasa di trimester kedua dan ketiga.

Meningkatnya tekanan di rongga dada juga dapat menyebabkan beberapa hal di bawah ini:

1. Seorang wanita merasa kenyang lebih cepat saat makan.
2. Detak jantung yang lebih cepat.
3. Refluks asam.
4. Sesak napas.

"Percaya atau tidak, ya nyeri dada selama kehamilan adalah hal biasa bagi kebanyakan Bunda, meskipun biasanya periodik dan ringan," jelas Sherry A. Ross, MD, obgyn di Pusat Kesehatan Providence Saint John, California.

Menurut Ross, perubahan tubuh dan hormon akan menyebabkan nyeri dada. Namun tetap harus waspada jika nyeri yang dirasakan bertambah parah.

Nyeri dada di awal kehamilan seringkali berhubungan dengan mulas. Mengutip dari The Bump, hal itu terjadi karena perut lebih sulit mengosongkan isinya ke dalam usus, meninggalkan asam dalam perut untuk jangka waktu yang lebih lama.

Untuk mengatasi mulas, Ross menyarankan untuk mengonsumsi obat-obatan yang mengandung antasid. Tapi harus berkonsultasi dulu dengan dokter ya, Bunda. Serta menghindari makanan penyebab mulas seperti pedas dan asam.

Sedangkan nyeri dada di trimester pertengahan dan akhirnya, biasanya berkaitan dengan perubahan kehamilan. "Bayi yang sedang tumbuh membuat rahim memberi tekanan tambahan pada usus, paru-paru dan perut, yang kemudian mendorong ke atas dan ke dalam rongga dada," terang Ross.

Nyeri di bawah area hari dan perut juga bisa menjalar ke dada, lalu menyebar menjadi nyeri intermiten. Nyeri ini biasanya disertai dengan nafsu makan yang lebih kecil (akibat tekanan pada perut) dan sesak napas (karena tekanan pada pau-paru).


Selain itu, nyeri dada pada kehamilan juga dapat terjadi karena otot-otot di antara tulang rusuk merenggang dan meluas untuk mengakomodasi pertumbuhan rahim dan rongga dada.

Bunda, simak juga yuk penjelasan dokter mengenai mitos dan fakta hamil anak perempuan seperti dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi