sign up SIGN UP search


kehamilan

Waspadai Risiko Tekanan Darah Rendah Selama Kehamilan

Dwi Indah Nurcahyani Kamis, 30 Jul 2020 07:00 WIB
Ilustrasi hamil sakit kepala atau stres caption
Jakarta -

Pandangan gelap dan kepala berputar-putar sering Bunda rasakan selama hamil? Waspadai gejala darah rendah ya, Bunda.

Saat tekanan darah turun, ibu hamil akan merasakan pusing. Kalau sering merasakan hal seperti ini, kir-kira bahaya enggak ya buat kondisi janin dan Bunda?

Melansir dari Very Well Family, Dr Robert Atlas, seorang obgyn di Mercy Medical Center mengatakan, tekanan darah rendah adalah kondisi di mana kurang dari 120 mm Hg sistolik dan 80 mm Hg diastolik.


Tekanan darah rendah umum dialami Bunda di trimester pertama kehamilan. Pada sekitar 24 minggu pertama kehamilan. Tekanan darah rendah juga rentan dialami ibu hamil yang memiliki riwayat seperti ini sebelumnya.

"Jika seseorang yang memiliki tekanan darah rendah tidak memiliki gejala, hal itu tidak akan dikhawatirkan. Tetapi, jika ibu hamil yang memiliki tekanan darah rendah ada gejala seperti pusing, penglihatan kabur dan lainnya, hal tersebut akan menjadi beberapa masalah potensial yang perlu dikhawatirkan," ujar Atlas.

Ibu hamil sakit kepala atau stresTekanan darah rendah ibu hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/LittleBee80

Tekanan darah memang tidak akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Namun, beberapa kasus menunjukkan dalam tekanan darah yang sangat rendah bisa membahayakan bagi ibu dan bayinya, seperti dikutip dari Parenting First Cry.

Hal ini karena berkaitan dengan kekuatan darah Bunda untuk mendorong dinding arteri, sementara jantung bertugas memompanya. Dan, tekanan ini bisa naik atau turun pada waktu-waktu tertentu dalam sehari. Kondisi itu pun bisa berubah jika Bunda merasa bersemangat ataupun gugup.

Selama kehamilan, perubahan yang terjadi di tubuh dapat memengaruhi tekanan darah. Saat menggendong bayi, sistem peredaran darah dapat mengembang dengan cepat di mana dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.

Dan, tekanan darah biasa turun dalam 24 minggu pertama kehamilan. Dokter biasanya akan menentukan apakah Bunda memiliki tekanan darah rendah jika tekanannya di bawah 90/60 mm Hg.

Umumnya, tekanan darah rendah selama kehamilan bukan merupakan alasan untuk dikhawatirkan kecuali Bunda merasakan gejala tertentu. Meski demikian, tekanan darah yang sangat rendah perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan jatuh, kerusakan organ, atau syok.

Tekanan darah rendah juga bisa menjadi tanda kehamilan ektopik, yang terjadi ketika telur yang dibuahi di luar rahim wanita. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa tekanan darah rendah selama kehamilan dapat menyebabkan masalah, seperti lahir mati dan berat badan lahir rendah.

Nah, untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan, ada baiknya Bunda senantiasa memantau tekanan darah secara rutin. Terutama jika merasakan gejala yang menyertai saat tekanan darah rendah, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Semoga membantu ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk penjelasan apakah ibu hamil boleh minum kopi, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi