sign up SIGN UP search


kehamilan

Varises pada Ibu Hamil, Berbahayakah untuk Kesehatan dan Janin?

Annisa Afani Kamis, 11 Jun 2020 06:00 WIB
Pregnant mid adult woman standing by the desk in the office, having back pain at the end of pregnancy. caption
Jakarta -

Banyak wanita yang telah menikah ingin segera hamil dan memiliki buah hati. Namun, ketika mereka akhirnya mengandung, sejumlah efek samping akan menyertai dan varises adalah salah satunya.

Pembuluh darah yang membesar dan berisi darah ini bisanya terlihat dengan jelas di bawah permukaan kulit. Itu karena varises terlihat bengkak, besar, menonjol dan sering berwarna biru, ungu atau merah.

Kenapa berwarna biru lantaran darah terjebak di pembuluh vena dan tidak bisa menuju jantung. Varises biasanya muncul di kaki, pergelangan kaki atau betis, bahkan di bagian tubuh lain, Bunda.


Lalu apa penyebab varises?

Dikutip dari Mom Love Best, varises muncul karena katup dan pembuluh darah yang lemah. Itu karena katup harus mendorong darah menuju ke jantung. Namun beberapa katup tersebut menjadi kurang efisien, tidak bisa mendorong semua darah ke jantung, sehingga akhirnya menyatu dengan pembuluh darah tepat di permukaan kulit. Ketika tekanan meningkat, pembuluh darah menjadi lebih menonjol.

Tapi mengapa ada sebagian wanita yang memiliki varises, sedangkan lainnya tidak? Itu terjadi karena beberapa alasan, seperti:

Usia

Bunda lebih berisiko mendapat varises seiring dengan usia yang semakin tua. Untuk orang yang berusia 50 tahun atau lebih, varises akan memengaruhi 50 persen dari mereka.

Gender

Wanita lebih sering mengalami varises dibanding dengan pria lantaran mereka hamil, menopause, mengonsumsi pil KB dan premenstruasi. Pasalnya, semua hormon secara bergantian merilekskan dinding pembuluh darah.

Keturunan

Beberapa wanita tak memiliki stretch mark, selulit, atau varises selama atau setelah melahirkan, namun ada yang mengalami semuanya. Kalau ini terjadi karena keturunan, maka tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Kehamilan

Saat hamil, meningkatnya volume darah menciptakan lebih banyak tekanan pada pembuluh darah di kaki. Perubahan hormon juga dapat menyebabkan melemahnya dinding elastis pembuluh darah.

Kenaikan berat badan

Kenaikan berat badan bisa meningkatkan peluang terjadinya varises, tak peduli apakah Bunda hamil atau tidak.

Terlalu sering berdiri

Jika Bunda memiliki pekerjaan yang menuntut sering berdiri dalam waktu yang lama maka bisa menyebabkan munculnya varises.

Shot of a pregnant businesswoman working in an officeIlustrasi ibu hamil berdiri/ Foto: Getty Images/Yuri_Arcurs

Gejala varises

Bisanya, Bunda bisa merasakan dan melihat varises. Kebanyakan orang akan melihat gejala-gejala lain, di mana gejala tersebut bisa berkisar pada tingkat keparahan dan beberapa orang justru tidak merasakan sakit. Bagi beberapa orang mungkin agak mengganggu, sedangkan bagi yang lain tidak bermasalah sama sekali.

Beberapa gejala lain akibat varises, termasuk bengkak di kaki dan pergelangan kaki atau betis, kulit gatal di bagian atas vena, kaki lelah, rasa terbakar di kaki, nyeri di betis, perubahan warna kulit, radang kulit, mudah luka atau pendarahan dan munculnya bisul di sekitar pembuluh darah.

Apakah varises berbahaya selama kehamilan?

Ibu hamil sering mengalami varises, bahkan beberapa ibu hamil menderita varises lebih buruk dibanding yang lain. Kendati demikian, meski varises terlihat buruk, namun tidak akan menyebabkan masalah besar.

Varises mungkin terlihat makin buruk selama kehamilan, namun hal itu tidak memengaruhi kesehatan Bunda. Varises juga tidak akan memberi dampak pada kesehatan janin dalam kandungan.

Tapi kadang-kadang varises bisa menimbulkan masalah yang lebih besar, sehingga memerlukan perawatan. Kadang, varises bisa menjadi tanda Bunda mengalami penyumbatan darah yang lebih serius atau dikenal dengan deep vein thrombosis atau trombosis vena dalam.

Vena ini seperti namanya terletak lebih dalam di tubuh, sehingga tidak mudah dilihat dan dikenali seperti varises. Trombosis vena dalam terjadi ketika gumpalan darah yang biasanya terbentuk di kaki atau paha. Jika gumpalan itu lepas, maka bisa sampai ke paru-paru dan berakibat fatal.

Bunda harus tahu bahwa varises superfisial (terlihat) berbeda dari vena dalam. Gumpalan darah di varises superfisial tidak pernah masuk ke paru-paru dan tidak berbahaya.

Banyak kasus thrombosis vena dalam disebabkan karena terlalu banyak duduk atau kecelakaan dan memiliki varises yang parah hingga dapat meningkatkan gumpalan darah vena dalam. Komplikasi lain dari varises adalah seberapa banyak mereka bisa berdarah.

Nah, jika Bunda mendapati luka karena thrombosis vena dalam saat hamil, Bunda harus menghentikan perdarahan dengan menekannya sangat kuat. Jika pendarahan tak juga berhenti, Bunda harus segera menghubungi dokter atau segera ke rumah sakit lantaran jika tak ditangani dengan cepat akan menyebabkan Bunda pingsan dan konsekuensi lain yang berbahaya.

Apakah varises menghilang setelah melahirkan?

Tak ada wanita satu pun ingin memiliki varises. Tapi apakah mereka akan menghilang setelah Bunda melahirkan? Tak ada jawaban yang jelas soal itu, namun pada sebagian wanita, varises akan mereda atau membaik tapi membutuhkan waktu.

Namun varises tidak akan memudar atau membaik jika Bunda sudah memilikinya sebelum hamil, karena faktor genetik, telah hamil lebih dari sekali, kelebihan berat badan, dan sering berdiri dalam waktu yang lama.

Mereka akan lebih sulit menghilangkan atau meredakan varises tanpa bantuan. Jika varises hanya memberi pengaruh buruk pada penampilan, biasanya tak masalah. Namun jika sudah menimbulkan rasa sakit, pegal, terbakar, dan gatal, itu akan lebih menyusahkan. Jika varises tak hilang setelah setahun melahirkan, Bunda bisa memikirkan untuk menjalani perawatan medis atau pembedahan. Namun konsultasikan, hal itu dengan ahlinya ya Bunda. 

Kenali varises lebih dalam melalui video berikut yuk, Bunda:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi