kehamilan

8 Risiko Ibu Hamil Pakai Celana Jeans Ketat

Melly Febrida Jumat, 13 Sep 2019 18:59 WIB
8 Risiko Ibu Hamil Pakai Celana Jeans Ketat
Jakarta - Sejumlah ibu hamil lebih senang mengenakan celana jeans yang ketat ketika hamil. Alasannya bermacam-macam, misalnya saja agar perut lebih kencang serta tak ingin menonjolkan perut yang kian membuncit. Tapi, ada dampaknya buat bayi yang dikandung?

Dr.Meenakshi Ahuja, Konsultan Senior- Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan kalau mengenakan celana jeans selama hamil bisa membahayakan ibu dan bayi. Tapi, tetap saja semua ibu hamil sebaiknya memilih pakaian hamil dengan tepat.

Menurut Ahuja, ibu hamil terkadang tidak menyadari kalau rahim bisa menahan banyak tekanan dan mencegah bayi terluka. Selain itu, rahim menyimpan banyak cairan ketuban yang melindungi janin dari kekuatan eksternal.


"Karena itu, mengenakan celana jeans tidak terlalu menekan rahim, tetapi perlu diingat beberapa hal saat memilih celana jeans selama trimester kedua dan ketiga," kata Ahuja mengutip The Health Site.

Ahuja berpesan, saat kehamilan sudah memasuki trimester kedua dan ketiga, ibu hamil sebaiknya memilih celana jeans untuk ibu hamil. Biasanya kainnya di bagian pinggang bisa meregang sehingga mengurangi tekanan di perut.

Selain itu, hindari jeans ketat serta segala pakaian yang ketat, karena bisa menghambat sirkulasi darah, yang sangat penting bagi ibu dan bayi.

"Apabila jeans terlalu ketat, bisa meningkatkan sekresi vagina yang membuat Anda berisiko mengalami infeksi jamur, yang mungkin berbahaya bagi ibu dan bayi," tambahnya.

Sementara itu, mengutip Baby Gaga, ada beberapa alasan agar ibu hamil menghindari celana ketat dan sebagai gantinya memilih celana berbahan katun:

1. Tidak nyaman

Celana ketat mungkin membuat ibu hamil terlihat lebih ramping, tapi bisa membuat tak nyaman. Pakaian yang ketat membuat ibu hamil sulit bergerak atau malah terinfeksi jamur.

2. Berisiko Meralgia Paresthetica

Ini merupakan kondisi medis yang menyebabkan kesemutan, mati rasa dan terbakar di paha, biasanya hanya di satu sisi tubuh. Pemicu yang paling umum adalah celana yang sangat ketat. Kondisi neurologis ini, juga dikenal sebagai sindrom Bernhardt-Roth yang menyebabkan nyeri punggung yang berkelanjutan.

[Gambas:Instagram]



3. Heartburn

The California Pasific Medical Center Women & Infant Center merilis mengenakan pakaian ketat [https://wolipop.detik.com/foto-fashion/d-4489249/legging-dikritik-ibu-ibu-begini-gaya-selebriti-dunia-pakai-celana-legging] terutama di bagian pinggang saat hamil dapat menyebabkan heartburn, refluks asam dan gangguan pencernaan. Meningkatnya tekanan pada perut bagian bawah memaksa asam naik ke kerongkongan yang menyebabkan mulas.

Kalau ini sering terjadi, bisa membuat organ dalam tubuh mengalami masalah serius, termasuk peradangan, bisul, dan dalam kasus yang jarang dan lebih ekstrem, kanker esofagus.

4. Vagina bau dan berkeringat

Celana ketat membuat area bawah tubuh lebih mudah berkeringat, kencing di celana, dan infeksi jamur di vagina. Untuk itu, ibu hamil harus membasuh vagiba beberapa kali sehari agar tidak berbau tak sedap.

Selain itu, berkeringat saat menggunakan pakaian ketat bisa menyebabkan masalah kulit.



5. Merusak kulit dan memperburuk selulit

Pakai celana jeans ketat bisa menimbulkan jerawat, keriput, kulit kering yang gatal yang bisa berkembang menjadi dermatitis, dan bahkan rambut yang tumbuh ke dalam.

Mengenakan pakaian ketat juga bisa meninggalkan lekukan dan tanda di kulit yang bisa menjadi selulit, bahkan sulit dihilangkan.

6. Varises

Ahli bedah vaskular Dr.Bekeny mengatakan menyilangkan kaki atau mengenakan celana ketat tidak hanya menyebabkan varises. Namun, kedua hal ini bisa memperburuk varises yang sudah Bunda alami.

"Meskipun tekanan eksternal tidak dapat secara langsung memperburuk varises, memanipulasi warna ungu, vena menonjol atau membuatnya tumbuh atau berlipat ganda, seiring waktu tekanan ini dapat memperjelas pembuluh darah vena.

ilustrasi celana jeans ketatilustrasi celana jeans ketat/ Foto: iStock
7. Aliran darah terhambat

Aliran darah yang terhambat karena pakaian ketat bisa membuat pusing. Untuk itu baiknya ibu hamil memilih pakaian yang longgar.

Kemudian, memakai celana ketat akan mengurangi aliran darah dalam waktu yang lama dan pada akhirnya bisa menyebabkan degenerasi otot dan kerusakan saraf.

8. Nyeri punggung

Penelitian British Chiropractic Association menemukan skinny jeans sebagai item fashion nomor satu yang menyebabkan sakit punggung.

Simak juga tips fashion ibu hamil agar tetap stylish di video berikut.

[Gambas:Video Haibunda]

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi