sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Fakta Bayi Suka Menendang Selama di Kandungan

Dwi Indah Nurcahyani Rabu, 24 Jun 2020 16:02 WIB
Young Asian husband touching/listening on belly pregnant wife with love and happy caption
Jakarta -

Memasuki trimester kedua kehamilan, gerakan janin akan semakin Bunda rasakan. Janin mulai bisa menyikut dan menendang, sehingga membuat Bunda merasa bisa berinteraksi dengannya.

Sebenarnya, tendangan janin sudah mulai terasa di usia 16-18 minggu kehamilan. Tapi, kondisi seperti ini akan berbeda dari ibu hamil satu dengan lainnya.

Sedangkan, pukulan danĀ tendangan bayi ini akan terasa sangat kuat dan mencapai puncaknya pada usia kehamilan 30 minggu, seperti dikutip dari laman The Swaddles.


Menurut seorang ahli biologi di Imperial College London, Niamh Nowlan, pukulan dan tendangan ini sangatlah penting untuk perkembangan tulang dan sendi yang sehat. Sama halnya seperti olahraga yang sangat penting untuk menjaga dan membangun tulang serta kekuatan sendi.

"Seorang bayi yang tidak banyak bergerak selama kehamilan mungkin rentan terhadap kelainan bawaan melemahkan sendi dan tulang," ujar Nowlan.

A pregnant woman wears a surgical mask to protect a COVID-19 (Coronavirus) and PM 2.5 and show a surgical mask on the abdomen to prevent infection to the fetus.7 fakta tendangan bayi di kandungan/ Foto: iStock

Melansir Mothersandmore, ada beberapa fakta mengenai tendangan janin dari dalam perut yang perlu Bunda ketahui. Berikut ini diantaranya ya, Bunda:

1. Bayi umumnya paling aktif antara jam 21.00 dan 01.00 dini hari, sebagai respons terhadap perubahan kadar gula darah.

2. Bayi biasanya akan menendang lebih banyak jika Bunda berbaring di sisi kiri, karena sirkulasi meningkat ketika Bunda dalam posisi ini.

3. Kesehatan akan membantu menentukan tingkat aktivitas bayi Bunda. Jika Bunda merokok, mengalami stres berlebihan, atau memiliki kebiasaan makan yang buruk, tendangan bayi akan mencerminkan hal itu dengan gerakan yang lebih lemah atau kurang sering.

4. Bayi sering menendang sebagai reaksi terhadap kebisingan. Beberapa bayi akan terus merespons suara dengan positif, terutama orangtua mereka. Namun, banyak yang akan menjadi gelisah ketika mereka mengalami lingkungan yang bising. Untuk menghindari stres yang tidak semestinya, sebaiknya Bunda menghindari suara keras kapan pun jika memungkinkan.

5. Bayi sering menendang untuk melindungi diri dari cahaya. Mereka menyukai lingkungan yang gelap dan tenang. Lakukan yang terbaik untuk menjaga cahaya terang dari mereka jika Bunda melihat mereka mulai banyak menendang.

6. Bayi sering bereaksi terhadap makanan yang sudah Bunda makan. Makanan pedas akan membuat bayi bangun dan menendang. Makanan manis dapat memberikan gula tinggi untuk bayi Bunda yang menyebabkan banyak gerakan dan kegelisahan. Meskipun merasa nyaman untuk merasakan aktivitas bayi yang meningkat, hal terbaik ialah menghindari makanan dan minuman yang sarat gula dan memilih alternatif yang lebih sehat.

7. Bayi sering menendang sebagai reaksi terhadap gerakan Bunda. Jika Bunda berolahraga atau hanya mengalami hari yang sibuk, bayi akan sering merespons dengan aktivitas mereka sendiri.

Nah, itulah fakta-fakta mengenai mengapa bayi menendang-nendang selama kehamilan. Semoga bermanfaat ya, Bunda. Tetap sehat selalu sampai persalinan.

Bunda, simak juga yuk dampak infeksi tali pusat bayi jika tidak segera ditangani seperti dalam video beriku

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi