kehamilan

15 Ciri Janin Tidak Berkembang & Kehamilan Bunda Bermasalah

Siti Hafadzoh Rabu, 16 Oct 2019 15:20 WIB
15 Ciri Janin Tidak Berkembang & Kehamilan Bunda Bermasalah
Jakarta - Kehamilan menjadi kebahagiaan tersendiri untuk seorang perempuan. Meski berat di awal kehamilan, rasanya tetap menyenangkan menyadari akan ada janin yang tumbuh di rahimnya.

SetiapĀ perkembangan janin menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu para Bunda. Itu sebabnya, harus rutin periksa ke dokter kandungan untuk melihat perkembangan fetus.

Selama kehamilan, rasanya wajar jika setiap Bunda merasakan kecemasan. Apakah janin yang dikandungannya sehat atau tidak? Berkembang dengan baik atau tidak? Serta masih banyak kekhawatiran lainnya.


Janin tidak berkembang dengan semestinya menjadi ketakutan yang paling sering melanda pikiran Bunda. Menurut dr N. B. Donny A. M., Sp.OG atau biasa disapa dr Donny, cara yang paling pasti untuk mengetahui janin berkembang atau tidak dengan USG. Di situ akan terlihat dari mulai ukuran hingga detak jantung janin.

"Kalau kehamilan awal tandanya janin enggak berkembang ya dengan USG. USG di trimester satu itu penting untuk mengetahui, pertama lokasi kehamilan itu ada di mana. Kemudian, yang kedua ukuran sesuai dengan usianya enggak. Kemudian detak jantung," kata Donny kepada HaiBunda.

Sebenarnya, tanda-tanda janin tidak berkembang dengan baik bisa kita baca lho, Bunda. Beberapa di antaranya bisa Bunda rasakan jika terjadi keanehan. Dilansir Baby Gaga, berikut 15 tanda janin tidak berkembang.

1. Panjang fundus kecil

Selama kehamilan, rahim ibu diukur oleh dokter. Fundus diukur dari bagian atas rahim ke tulang kemaluan. Pengukuran ini berfungsi agar dokter tahu apakah janin berkembang.

Setelah 16 minggu kehamilan, dokter biasanya mengecek apakah panjang fundus sesuai dengan minggu kehamilan.

Ketika panjang fundus tidak sesuai, berarti ada masalah dengan kehamilan tersebut. Bisa jadi karena air ketuban terlalu sedikit atau bayi dalam posisi sungsang. Kemungkinan terparahnya, ini bisa jadi pertanda janin tidak berkembang dengan baik.

2. Tidak ada detak jantung

Detak jantung bayi mungkin bisa terdengar sejak minggu kesembilan atau kesepuluh ketika embrio berubah menjadi janin.

Tidak adanya detak jantung janin menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Tapi, detak jantung tidak terdengar bisa jadi karena posisi bayi atau letak dari plasenta.

Selama minggu awal janin, dokter mungkin tidak akan mengkhawatirkan tentang tidak terdengarnya detak jantung janin. Mungkin setelah beberapa kali kontrol dan tetap tidak ditemui detak jantungnya, baru dokter akan menyarankan untuk melakukan USG untuk melihat kondisi janin.

3. Diagnosis Intrauterine Growth Restriction (IUGR)

IUGR berarti janin yang di dalam rahim berukuran lebih kecil dibanding yang diharapkan. Ini bisa menyebabkan banyak masalah.

Penyebab paling umum dari IUGR adalah pada plasenta. Plasenta seharusnya memberikan semua yang bayi butuhkan dari tubuh ibu. Jika plasenta tidak berfungsi dengan baik, janin akan berhenti berkembang.

Selain itu, ada pula masalah lain yang bisa menyebabkan IUGR. Misalnya masalah ginjal, anemia, dan diabetes. Jika sudah didiagnosis IUGR, maka harus sangat diperhatikan oleh dokter dan bidan.

4. Tingkat HCG rendah

Human chorionic gonadoptropin yang biasa dikenal dengan HCG adalah hormon yang diproduksi tubuh ibu ketika hamil.

Tingkat HCG akan naik turun selama kehamilan. Sekitar 9-16 minggu, HCG akan sangat tinggi jika kehamilan ibu normal. Akan perlu diperhatikan kalau HCG lebih rendah dari angka normal.

5. Kram selama hamil

Kram ketika hamil bisa jadi merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kehamilan tersebut.

Kram yang perlu dikhawatirkan jika tingkat sakitnya tidak kunjung hilang dari waktu ke waktu atau malah meningkat. Mungkin ada pasalah pada plasenta dan harus dikonsultasikan dengan dokter.

15 Ciri Janin Tidak Berkembang & Kehamilan Bunda BermasalahIlustrasi ibu hamil/ Foto: iStock

6. Pendarahan

Beberapa ibu memang mengalami pendarahan selama kehamilan. Tapi, jika pendarahannya cukup banyak, Bunda harus segera menghubungi dokter. Pendarahan terkadang merupakan tanda dari masalah dalam kehamilan.

7. Sakit punggung

Sebenarnya sakit punggung wajar dialami ibu hamil. Sakit punggung yang perlu diperhatikan adalah yang disertai dengan beberapa gejala, seperti pendarahan atau sedikit tanda-tanda kehamilan.

8. Keputihan

Keluarnya cairan dari vagina mungkin merupakan tanda awal dari keguguran. Ini bisa jadi tanda bahwa janin berhenti berkembang dan waktunya bayi untuk keluar dari rahim.

9. Ultrasonografi abnormal

Ultrasonografi (USG) menunjukkan ukuran, posisi, dan perkembangan bayi. USG dapat menunjukkan cacat bawaan lahir dan membantu dokter dalam menentukan tanggal kelahiran.

Pada trimester pertama dan kedua, USG digunakan untuk melihat ukuran dan perkembangan janin. Jika ukuran dan perkembangan tidak berjalan dengan baik, dokter akan memperingatkan ibu akan kemungkinan keguguran atau stillbirth.

10. Hasil tes kehamilan negatif

Setelah dipastikan oleh dokter bahwa Bunda sedang hamil, kemudian tidak lagi merasakan gejala-gejala kehamilan, coba lakukan tes kehamilan menggunakan test pack.

Ketika tes kehamilan menunjukkan tanda negatif, Bunda perlu waspada dan segera hubungi dokter. Bisa jadi, itu berarti janin sudah berhenti berkembang.

11. Merasa kehilangan

Insting seorang ibu sangat kuat kan, Bun. Bahkan sebelum anak lahir. Beberapa ibu bahkan sudah tahu bahwa janin telah berhenti berkembang sebelum dokter memberi tahu mereka.

12. Janin tidak bergerak

Ibu biasanya merasakan pergerakan janin di trimester kedua. Biasanya, dokter atau bidan meminta Bunda untuk menghitung jumlah tendangan si kecil supaya Bunda merasakan pergerakan mereka beberapa kali setiap harinya.

Kalau Bunda merasa pergerakan bayi mulai terhenti, mungkin itu karena ada sesuatu yang salah.

13. Berkurangnya morning sickness

Morning sickness adalah hal yang wajar terjadi pada ibu hamil. Rasa mual ini terjadi karena kadar HCG yang tinggi dan bayi berkembang seperti seharusnya. Tapi, jika Bunda tidak mengalami mual disertai dengan gejala keguguran, dokter biasanya akan melakukan tes HCG untuk melihat kadarnya tinggi atau rendah.

14. Payudara tidak lagi sensitif

Beberapa wanita yang payudaranya tiba-tiba tidak sakit lagi atau ukurannya mengecil ketika hamil bisa jadi merupakan tanda bahwa ada yang tidak beres dengan janinnya.

15. Demam

Demam merupakan tanda bahwa ada masalah dalam tubuh dan juga dapat menyebabkan komplikasi bagi bayi, seperti infeksi bakteri atau virus.

Tanda-tanda tersebut memang mirip, Bun denganĀ gejala kehamilan pada umumnya. Jadi, kalau Bunda curiga dengan tanda-tanda tersebut, bisa hubungi dokter untuk mengetahui yang lebih pasti.

[Gambas:Video Haibunda]

(sih/rap)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi