sign up SIGN UP search


kehamilan

Alami Nesting Instinct Jelang Melahirkan, Bunda Perlu Tahu 5 Hal Ini

Yuni Ayu Amida Minggu, 28 Jun 2020 08:19 WIB
Shot of a pregnant businesswoman working in an office caption
Jakarta -

Tanggal Bunda akan melahirkan semakin dekat dan tiba-tiba Bunda merasakan ledakan energi tinggi, serta keinginan yang tidak bisa dijelaskan untuk membereskan rumah? Atau keinginan menyiapkan seluruh perlengkapan bayi? Bahkan memiliki keinginan merenovasi dapur? Mungkin Bunda sedang mengalami nesting instinct, yang merupakan salah satu tanda akan melahirkan.

Dijelaskan Louann Brizendine, MD, direktur Women's Mood & Hormone Clinic di University of California, San Francisco, Amerika Serikat (AS), yang juga penulis The Female Brain, tidak ada yang tahu persis apa yang memicu perilaku nesting instinct. Tetapi, para ahli menduga bahwa hormon memainkan peran besar.

"Selama kehamilan, tubuh Anda menghasilkan peningkatan jumlah oksitosin dan prolaktin, keduanya dianggap bertanggung jawab atas ikatan ibu," kata Brizendine, dilansir Parents.


Hormon-hormon tersebut mencapai level puncak pada bulan terakhir kehamilan. Itu sebabnya, nesting instinct kerap disebut sebagai tanda akan segera melahirkan.

Nah, berikut ini lima hal yang harus Bunda perhatikan saat mengalami nesting instinct, seperti dilansir Healthline.

1. Tetapkan batas

Kegiatan seperti menata ulang furnitur atau mengepel lantai bisa secara fisik membebani tubuh ibu hamil. Atur pengatur waktu yang akan mengingatkan Bunda untuk beristirahat untuk meregangkan tubuh, mendapatkan udara segar, atau melemaskan kaki.

Selain itu, hindari mengangkat sesuatu yang terlalu berat, karena hal itu bisa menyebabkan ketegangan atau cedera. Perlu diingat pula, jika Bunda membersihkan sesuatu dengan bahan kimia, sebaiknya gunakan sarung tangan dan pastikan ventilasi udara baik.

2. Pahami perasaan sendiri

Terkadang, nesting instinct bisa jadi solusi bermanfaat untuk mengatasi stres atau kecemasan. Kehamilan umumnya memang bisa memacu banyak perasaan stres dan cemas, terkait dengan persalinan yang akan datang dan transisi menjadi ibu. Meski nesting instinct bisa jadi jalan keluar yang baik untuk mengelola stres, namun pertimbangkan juga untuk berbicara dengan ahli, bidan, atau orang yang Bunda percaya dalam hal mengelola emosi kehamilan.

3. Buat rencana

Daripada menghadapi daftar tugas nesting instinct yang terlalu berat, coba buat rencana atau daftar prioritas tugas dengan kerangka waktu yang realistis. Dengan begitu, Bunda tidak akan merasa terburu-buru melakukan semuanya sekaligus. Ini juga akan membantu memberdayakan kita untuk mempersiapkan lingkungan dengan cara yang positif.

Having breakfast at homeHaving breakfast at home/ Foto: iStock

4. Fokus pada kebutuhan diri sendiri

Sangat mudah untuk melakukan nesting instinct tentang bayi, tetapi ingatlah bahwa Bunda juga membutuhkan perhatian pada diri sendiri. Luangkan waktu untuk merawat diri saat Bunda bersiap untuk melahirkan dan mendapat status sebagai ibu baru.

Mungkin Bunda bisa melakukan pijat prenatal, pedikur, menghabiskan waktu semalaman dengan teman, membeli beberapa pakaian baru untuk kenyamanan pascapersalinan, atau apa pun itu. Buatlah kegiatan menyenangkan tentang diri sendiri juga.

5. Percaya dengan naluri

Saat kehamilan datang, banyak saran dari keluarga, teman, dan bahkan orang asing. Beberapa di antaranya mungkin disambut baik, dan beberapa di antaranya tampak mengganggu atau membingungkan.

Jika orang lain menekan Bunda untuk melakukan aktivitas sebelum melahirkan, yang tidak sejalan dengan timeline dan nilai-nilai Bunda, tidak apa-apa untuk menolak melakukannya dan mengucapkan terima kasih atas saran tersebut.

Bicaralah dengan dokter atau bidan Bunda untuk mendapatkan nasihat medis yang tepat. Ketahui juga bahwa Bunda adalah ahli utama tentang apa yang terasa tepat untuk Bunda dan si buah hati.

Simak juga ciri hamil dilihat dari perubahan kulit dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi