sign up SIGN UP search


kehamilan

Perubahan Psikologis yang Dialami Ibu Hamil di Trimester Kedua

Annisa Afani Kamis, 25 Jun 2020 18:28 WIB
Beautiful pregnant woman enjoys listening  music at her home. caption
Jakarta -

Saat Bunda memasuki trimester kedua, banyak gejala kehamilan sebelumnya berkurang. Namun pergeseran hormon dapat berlanjut ke trimester kedua, sehingga Bunda akan merasakan sejumlah emosi.

Tubuh juga akan berubah dengan cepat, sehingga dapat meningkatkan level kecemasan. Akibatnya, dikutip dari HealthLine, beberapa ibu hamil mungkin merasa lebih cemas pada trimester kedua.

Jika demikian, tekanan dan frustrasi sehari-hari yang normal juga dapat memicu dirinya ingin menangis. Seorang ibu hamil mengatakan bahwa selama berminggu-minggu di trimester kedua, dia selalu menangis setiap hari. Dia mengaku bahwa sebagian besar tangisan disebabkan oleh kehamilannya, bukan karena hal-hal lain yang dialaminya dalam kegiatan sehari-hari.


"Entah dari mana perasaan ini muncul. Rasanya gelombang emosi yang tidak masuk akal ini muncul akibat kehamilan dan diatur secara sepihak," kata seorang ibu dengan akun @Amivora yang berbagi kisahnya tentang kehamilan di trimester kedua, dikutip dari Medium.

Untungnya, dalam 5-6 minggu setelahnya, emosi tersebut hilang. Dia pun dapat kembali bekerja, produktif, bahkan lembur.

Ibu hamilIbu hamil/ Foto: iStock

Ketika kehamilan di trimester kedua berlanjut, mungkin Bunda akan memiliki perasaan positif dan negatif tentang beberapa hal. Ann Dunnewold, Ph.D., seorang psikolog dengan spesialisasi di aspek emosional kehamilan mengatakan bahwa pada trimester kedua, ibu hamil akan merangkul identitas mereka yang baru.

"Mereka banyak mencerminkan topik-topik filosofis, seperti ibu seperti apa mereka nantinya dan kelahiran seperti apa yang mereka inginkan," kata dia, dikutip dari Parents.

Meski pada semester kedua ibu hamil merasa optimistis, namun beberapa merasa terganggu oleh ketakutan tentang segala sesuatu yang mungkin terjadi selama persalinan dan kehamilan hingga kesehatan bayi dan apakah mereka akan menjadi ibu yang baik. Pada trimester ini, bentuk tubuh juga akan mengalami perubahan, sehingga Bunda mulai cemas dengan bentuk tubuh yang naik dan berpotensi memengaruhi rasa percaya dirinya. 

Selain itu, wanita yang menjalani tes prenatal mungkin merasa cemas sampai mereka mengetahui hasilnya. Jika Bunda mengalami hal-hal tersebut, bicaralah dengan dokter atau bidan atau ibu baru lainnya untuk membantu meredakan kecemasan.

"Semakin Anda memahami bahwa perasaan Anda adalah hal yang umum, semakin Anda rileks tentang hal itu," imbuhnya.

Dikutip dari Live Science, Direktur Medis Unit Rawat Inap Psikiatri Perinatal dan asisten profesor psikiatri di University of North Carolina School of Medicine di Chapel Hill, Dr. Mary Kimmel menambahkan, ada banyak hal atau perasaan yang tidak dapat dikontrol wanita selama kehamilan.

Namun, menurutnya, memiliki rasa takut dan cemas merupakan hal yang normal. Meski begitu, ibu hamil harus lebih mengenali kapan rasa takut tersebut harus dibiarkan atau dicari solusinya demi mengurangi tekanan psikologis. Jika Bunda lebih sering merasa cemas atau takut dibanding tidak, mungkin dibutuhkan bantuan profesional.

Bunda, simak juga cara cegah hamil pada ibu menyusui dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi