sign up SIGN UP search


kehamilan

Bisa Pengaruhi Janin, Ini 10 Ciri-ciri Stres pada Ibu Hamil

Kinan Minggu, 26 Jul 2020 13:47 WIB
Ibu hamil sakit kepala atau stres caption
Jakarta -

Stres dan kecemasan tidak jarang menjadi salah satu permasalahan ibu hamil. Tidak bisa diremehkan, seperti apa ya ciri-ciri stres pada ibu hamil?

Memahami ciri-ciri ini penting guna menemukan perawatan yang tepat dan mencegah stres berlanjut sampai depresi. Ya, jika diabaikan, masalah psikis ini bisa mengganggu tumbuh kembang janin juga lho, Bunda.

Dikutip dari Mom Junction, pemicu stres pada ibu hamil beragam. Mulai dari perubahan tubuh selama kehamilan, hingga cemas jelang persalinan.


Beberapa perubahan tubuh yang sering menyebabkan stres di antaranya mual, cepat lelah, serta perubahan mood seiring dengan adanya fluktuasi hormon. Adanya masalah ekonomi dan pertengkaran dengan suami juga bisa jadi pemicu stres.

Nah, berikut ciri-ciri stres pada ibu hamil yang perlu diwaspadai:
1. Nyeri dada dan sesak napas
2. Gangguan penglihatan
3. Nyeri perut dan nyeri otot
4. Mudah marah dan tidak bisa fokus
5. Penurunan nafsu makan
6. Tidak mau terbuka dan cenderung menutup diri dari keluarga
7. Sering menangis
8. Detak jantung terasa lebih cepat
9. Tidak peduli terhadap kondisi tumbuh kembang janin
10. Mudah berkeringat

Worried pregnant woman complaining at homeStres pada ibu hamil. (Foto: iStock)

Selain itu, dikutip dari Very Well Family, ciri-ciri stres pada ibu hamil juga bisa terlihat mulai dari trimester pertama hingga ketiga. Umumnya, stres lebih rentan dialami pada ibu di kehamilan pertamanya.

Ini merupakan proses adaptasi terhadap berbagai perubahan pada tubuh, yang mungkin belum terbayangkan sebelumnya.

Apakah stres pada ibu hamil juga dapat memengaruhi janin? Ya, stres selama kehamilan dapat mempengaruhi janin dalam banyak hal, Bunda. Salah satunya merangsang pelepasan hormon kortisol. Fluktuasi hormon ini berisiko memicu depresi, obesitas dan penyakit jantung pada bayi di kemudian hari.

Ibu yang sering stres saat hamil juga lebih berisiko mengalami persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Pun jika bayi dilahirkan dalam kondisi cukup bulan, ada risiko ia akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Oleh sebab itu, penting bagi Bunda untuk mau terbuka dan berkomunikasi dengan suami demi mencegah stres berlanjut semakin intens. Bicarakan setiap masalah yang ada, sehingga pemicuĀ stres bisa diatasi dan kesehatan psikis selama hamil pun tetap terjaga.

Simak juga tips atasiĀ stres menikah dan punya anak di usia muda ala Mona Ratuliu dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi