sign up SIGN UP search


kehamilan

4 Tanda Bayi Terlilit Tali Pusat dalam Kandungan, Ibu Hamil Perlu Tahu

Asri Ediyati Sabtu, 25 Jul 2020 12:12 WIB
Shot of a pregnant young woman caption
Jakarta -

Jika Bunda sudah membaca-baca buku soal kehamilan, pasti tahu apa itu tali pusat. Ya, tali pusat adalah struktur seperti tabung sempit yang menghubungkan bayi yang sedang berkembang ke plasenta atau ari-ari.

Dilansir March of Dimes, tali pusat kadang-kadang disebut 'jalur suplai' bayi karena membawa darah bolak-balik, antara bayi dan plasenta. Tali pusat yang memberikan nutrisi dan oksigen ke bayi dan menghilangkan produk limbah dari bayi.

Tali pusat mulai terbentuk pada usia 5 minggu setelah pembuahan. Setelah usia 28 minggu kehamilan, panjangnya mencapai rata-rata 56 hingga 61 cm.


Bicara soal tali pusat, pasti Bunda juga tahu masalah bayi yang terlilit tali pusat. Mungkin Bunda bertanya-tanya, kenapa bayi bisa terlilit tali pusat?

Bayi terlilit tali pusat karena aktif saat berada di dalam kandungan. "Bayi bermain dengan tali mereka sepanjang waktu, mereka tidak punya mainan di sana, "kata Jennifer Schell, MD, ob-gyn dengan TopLine MD di Miami.

"Mereka mengambil tali dan berenang, dan terkadang diikat, lalu mereka dilepaskan," kata Schell, dikutip dari The Bump.

Beberapa bayi memiliki tali pusat dengan panjang yang tidak biasa, yang sering kali menyebabkan leher bayi terlilit berkali-kali.

Asian pregnant woman sleepingon the sofailustrasi ibu hamil/ Foto: iStock

Nah, bagaimana cara mengenali tanda bayi terlilit tali pusat? Berikut empat tanda-tanda bayi terlilit tali pusat:

1. Terlihat melalui USG

Dokter kandungan Bunda dapat mendeteksi bayi terlilit tali pusat sekitar 70 persen dari waktu selama USG rutin, meskipun biasanya tidak mungkin untuk menentukan apakah tali longgar atau kencang di leher.

2. Bayi tiba-tiba kurang aktif bergerak

Bayi tiba-tiba kurang aktif bergerak dalam minggu-minggu terakhir kehamilan. Jika ia mencurigai bayi terlilit tali pusat pada usia 37 minggu atau lebih, Schell menekankan pentingnya menghitung jumlah tendangan setidaknya dua kali dalam sehari. Bayi harus menendang setidaknya 5 kali dalam 30 menit.

3. Bayi tiba-tiba bergerak dengan paksa

Bayi tiba-tiba bergerak dengan paksa lalu tidak aktif bergerak lagi. Sebuah laporan baru-baru ini di BMC Pregnancy and Childbirth mengatakan janin dapat menjadi hiperaktif untuk memposisikan diri untuk mengurangi kompresi tali pusat.

4. Detak jantung bayi melambat jelang persalinan

Ketika seorang ibu mendorong, Dana K. Jacobs, CNM, di West Palm Beach, FL mengatakan para praktisi mungkin melihat pola dengan penurunan terus-menerus detak jantung bayi pada monitor jika bayi terlilit tali pusat dengan kencang.

Simak juga ciri hamil dilihat dari perubahan kulit:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi