sign up SIGN UP search


kehamilan

Seberapa Efektif Konsumsi Suplemen Asam Folat untuk Program Hamil?

Asri Ediyati Minggu, 09 Aug 2020 16:08 WIB
ilustrasi test pack caption
Jakarta -

Saat ingin memulai program hamil, biasanya disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat. Kandungan disebut sangat penting nih. Setuju ya, Bunda? Di berbagai buku kehamilan pun, asam folat ini juga sering dibahas.

Namun, apa sih asam folat itu? Bagi Bunda yang belum tahu betul, asam folat mengandung vitamin B yang larut dalam air. Folat ada secara alami dalam makanan, dan asam folat adalah bentuk sintetis dari vitamin ini.

Sejak 1998, asam folat telah ditambahkan ke sereal dingin, tepung, roti, pasta, roti, kue, dan biskuit. Selain ditambahkan pada beberapa makanan. Asam folat juga kini tersedia dalam suplemen.


Mengutip Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), indikasi/penggunaan suplemen asam folat adalah untuk pertumbuhan janin, pemeliharaan kesehatan, kekurangan asam folat, suplemen dalam kehamilan dan menyusui, peningkatan kebutuhan asam folat.

Dosis yang dianjurkan adalah 400-500 mcg setiap hari. Kemudian suplemen asam folat bisa diminum dengan atau tanpa makanan.

Young woman looking miserable staring at pregnancy testilustrasi wanita menanti hasil kehamilan/ Foto: Getty Images/SolStock

Nah, apakah efektif mengonsumsi suplemen asam folat untuk program hamil? Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita ketahui dahulu yuk paparan dari dokter mengenai fungsi asam folat bagi Bunda yang ingin memulai program hamil.

Dalam buku Menjalani Kehamilan & Persalinan yang Sehat, dr. Irfan Rahmatulah Sp.OG., memaparkan manfaat asam folat bagi ibu sebelum dan saat hamil.

Irfan menyebutkan bahwa asam folat bisa mencegah janin mengalami Neural Tube Defects (NTDs) atau dikenal juga dengan cacat tabung saraf. Lebih kurang 20 persen kematian bayi baru lahir disebabkan oleh adanya cacat bawaan .

"Cacat tabung saraf merupakan cacat bawaan yang sering terjadi dan merupakan 50 oersen dari seluruh kejadian cacar bawaan. NTDs terjadi akibat kegagalan penutupan tabung saraf dan jaringan di sekelilingnya pada hari ke-26 hingga ke-28 setelah konsepsi," tulis Irfan, dikutip Kamis (6/8/2020).

Irfan menjelaskan bahwa banyak penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemberian suplemen (asam folat) pada ibu sebelum hamil dan pada awal kehamilan dapat mencegah lebih dari 50 persen angka kejadian NTDs. Asam folat dibutuhkan dalam organogenesis (pembentukkan organ tubuh), terutama dalam proses pembentukan otak beserta sistem saraf lainnya.

"Pembentukan otak dan sistem saraf terjadi pada saat minggu ke-2 sampai minggu ke-16 setelah konsepsi," tulisnya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pada wanita-wanita usia reproduksi, 3 bulan sebelum mereka hamil dengan dosis minimal 0,4 miligram per hari sampai saat usia kehamilan 3 bulan.

"Konsumsi asam folat dalam jumlah berlebihan tidak menimbulkan keracunan walaupun dikonsumsi dalam jumlah dan dosis yang besar," sambung Irfan.

Membaca pemaparan dokter di atas, asam folat memang penting di konsumsi. Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa asam folat dalam bentuk suplemen seperti suplemen asam folat bukan satu-satunya yang dikonsumsi sepanjang program kehamilan.

Fertilitas atau kesuburan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mengutip laman resmi Oregon Health & Science University, setiap pasangan memiliki keadaan yang unik. Peluang keberhasilan kesuburan sangat bervariasi.

Kesuburan Bunda bukan hanya bergantung pada suplemen asam folat. Dilansir Science Daily, kesuburan bergantung pada faktor gizi, perilaku seksual, budaya, naluri, endokrinologi, waktu, ekonomi, cara hidup, dan emosi.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Simak juga ciri hamil berdasarkan perubahan kulit:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi