sign up SIGN UP search


kehamilan

4 Tahapan Proses Kehamilan Setelah Berhubungan Intim

Haikal Luthfi Jumat, 21 Aug 2020 20:49 WIB
Portrait of beautiful pregnant woman relaxing on the sofa at home caption
Jakarta -

Tidak bisa dimungkiri kehamilan merupakan momen yang ditunggu-tunggu bagi sepasang suami istri. Apalagi bagi pasangan yang baru membina rumah tangga.

Dan ketika Bunda mengetahui bahwa akan hamil, ada banyak hal yang perlu diketahui. Seperti nutrisi apa yang diperlukan, olahraga yang boleh dilakukan, serta jenis tes prenatal apa yang perlu dipertimbangkan.

Secara umum, kehamilan memiliki tiga trimester dan berlangsung sekitar 40 minggu sejak hari pertama menstruasi terakhir wanita, Bunda. Di setiap trimester, janin akan mencapai tonggak perkembangan tertentu. Bayi cukup bulan dapat lahir paling cepat 37 minggu dan paling lambat 42 minggu.


"Umumnya lama masa kehamilan adalah 37 sampai 41 minggu. Beberapa merujuk hingga 42 minggu," ucap dr. Irfan Rahmatullah Sp.OG dalam bukunya yang berjudul 'Menjalani Kehamilan & Persalinan Sehat (2016)'.

Tentu saja, kehamilan tidak serta merta terjadi tanpa adanya penyebab. Biasanya ini akan terjadi jika terdapat pembuahan setelah melakukan hubungan intim, apalagi dilakukan pada masa ovulasi. Wanita dapat dikatakan hamil jika pembuahan ini berhasil.

Adapun, dirangkum dari beberapa sumber, berikut beberapa proses terjadinya kehamilan, antara lain:

Gynecological Examination, Pregnancy Test, Adult, Adults OnlyIlustrasi kehamilan/ Foto: iStock

Ovulasi

Ovulasi adalah proses pelepasan plasenta ovum yang dipengaruhi oleh sistem hormonal yang kompleks. Usia subur wanita berlangsung pada rentang 20-35 tahun, Bunda. Pada masa kitu, hanya 420 buah ovum yang dapat mengikuti proses pematangan dan terjadi ovulasi.

Mengutip WebMD, setiap bulan di dalam ovarium, terdapat sekelompok sel telur yang mulai tumbuh dalam kantong kecil berisi cairan yang disebut folikel, yang pada akhirnya salah satu sel telur keluar dari folikel (ovulasi). Ini biasanya terjadi sekitar 2 minggu sebelum menstruasi berikutnya.

Konsepsi

Konsepsi atau fertilisasi merupakan proses pertemuan antara sel sperma dengan sel telur. Pada tahap ini, penyatuan ovum (oosit sekunder) dan spermatozoa biasanya berlangsung di tuba falopi, Bunda. Yang merupakan saluran penghubung ovarium dan rahim.

Melansir laman UCSF Health, setelah ovulasi, sel telur hanya mampu membuahi 12 hingga 24 jam. Kontak antara sel telur dan sperma bersifat acak. Sel telur yang telah dibuahi, kemudian mulai turun dengan cepat ke rahim.

Tetapi, jika terdapat kecacatan pada tuba falopi dapat menyebabkan terganggunya saluran penghubung tersebut dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik, Bunda.

"Sebagian besar kehamilan ektopik berlokasi di tuba falopi yang jadi tempat terjadinya fertilisasi," ujar dr. Rinto Riantori, Sp.OG.

Implantasi

Sel telur yang telah dibuahi tetap berada di tuba falopi selama sekitar 3 hingga 4 hari, Bunda. Tetapi dalam waktu 24 jam setelah dibuahi, ia mulai membelah dengan cepat menjadi banyak sel.

Itu terus membelah saat bergerak perlahan melalui tuba falopi ke rahim, yang selanjutnya menempel pada dinding rahim. Kondisi ini yang disebut dengan implantasi.

Implantasi adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi atau blastokista telah menempel pada lapisan dinding rahim. Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists dan National Institutes of Health, seseorang tidak akan hamil sampai implantasi terjadi. Secara medis, implantasi yang berhasil (bukan fertilisasi atau konsepsi) sama dengan awal kehamilan.

Senada dengan itu, dilansir dari Very Well Family, setelah konsepsi, proses menjadi hamil masih akan membutuhkan waktu beberapa hari karena sel telur yang telah dibuahi (yang disebut blastokista) baru saja memulai perjalanan panjangnya. Pada titik tertentu, tidak sedikit wanita akan mengalami pendarahan implantasi yang merupakan indikasi tanda kehamilan.

"Sebagian besar wanita yang mengalami pendarahan implantasi berpikir jika mereka mengalami periode menstruasi bulanan dan baru menyadarinya ketika dinyatakan positif hamil," kata dr. Linda Burke-Galloway, M.D seperti yang dikutip dari Healthline.

Pembentukan plasenta

Plasenta merupakan organ yang melekatkan embrio pada dinding uterus. Mengutip Mayo Clinic, plasenta menempel pada dinding rahim ibu hamil, dan tali pusar bayi muncul darinya.

Organ tersebut biasanya menempel di bagian atas, samping, depan atau belakang rahim. Dalam beberapa kasus amat jarang terjadi, plasenta menempel di area bawah rahim. Ketika ini terjadi, hal itu dapat dikatakan plasenta dataran rendah (plasenta previa).

Organ ini juga berkembang di rahim selama kehamilan. Plasenta berfungsi menyediakan oksigen dan nutrisi dari ibu pada janin, serta membuang limbah dari janin yang kemudian mendukung pertumbuhan dan perkembangan hingga bayi dilahirkan.

Simak juga Bunda, hamil anak ketiga Winda 'Idol' sempat malu dan marah pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi