sign up SIGN UP search


kehamilan

Manfaat Suntik Epidural dan Efek Sampingnya Usai Persalinan

Dwi Indah Nurcahyani Selasa, 15 Sep 2020 14:25 WIB
New born baby with his mother caption
Jakarta -

Suntikan epidural biasanya diberikan pada Bunda saat persalinan. Tujuannya untuk mengurangi rasa sakit ketika kontraksi berlangsung. Kira-kira, ada efek yang ditimbulkan sesudahnya enggak ya?

Suntikan epidural merupakan suntikan anestesi yang menjadi metode pereda nyeri paling populer selama persalinan. Lebih dari 50 persen wanita yang melahirkan di rumah sakit menggunakan anestesi epidural, seperti dikutip dari laman American Pregnancy.

Anestesi epidural adalah anestesi regional yang memblokir rasa sakit di wilayah tubuh tertentu. Tujuannya yakni memberikan analgesia, atau pereda nyeri, bukan anestesi, yang menyebabkan rasa tidak enak badan.


Epidural sendiri akan memblokir impuls saraf dari segmen tulang belakang bagian bawah. Hal ini akan mengakibatkan sensasi yang berkurang di bagian bawah tubuh saat proses melahirkan.

Melansir Parents, epidural melibatkan penyuntikan obat penghambat rasa sakit ke dalam ruang antara tulang belakang dan cairan tulang belakang. Biasanya, dibutuhkan waktu sekira 15 menit untuk mulai bekerja dan selama yang dibutuhkan.

Dalam hal ini, suntikan langsung diberikan ke dalam tulang belakang. Ini diberikan sebagai bagian dari teknis CSE dan berlaku dalam lima menit.

Dengan epidural atau CSE, kateter yang mengalirkan obat dibiarkan di ruang epidural sampai bayi lahir sehingga obat dapat diberikan terus menerus.

"Tapi obat apa yang diberikan, berapa banyak, dan untuk berapa lama semua bervariasi tergantung pada individu dan rumah sakit. Beberapa secara rutin menggabungkan epidural dengan spinal dan beberapa tidak," ujar Laura Riley, MD, seorang dokter kandungan di Massachusetts General Hospital di Boston.

Lalu, bagaimana ya dengan efek dari dosis epidural yang disuntikkan tersebut? Apakah akan memberikan efek pada bayi yang dilahirkan?

Gilbert J. Grant, M.D, director of obstetric anesthesia di New York University Medical Center mengatakan, obat apa pun yang diminum untuk menghilangkan rasa sakit akan mencapai ke bayi. Namun, dengan epidural, jumlah yang masuk ke aliran darah cukup kecil, dan dengan tulang belakang, itu bahkan lebih kecil.

Berbicara mengenai bahaya atau tidaknya, penelitian lebih lanjut memang masih diperlukan. Sejumlah kecil obat yang diserap oleh bayi tidak diketahui apakah menyebabkan bahaya atau tidak, kata Grant.

Meski demikian, epidural sangat aman untuk sebagian besar pasien. Komplikasi memang bisa terjadi, dan dapat berkisar jangka pendek hingga bertahan lama.

Efek samping paling umum ialah hipotensi, penurunan tekanan darah ibu yang dapat mempengaruhi bayi. Biasanya ini terjadi lebih banyak dengan dosis obat yang lebih tinggi.

Serta, efek samping lain yang relatif umum dan dapat diobati adalah mual, yang mempengaruhi sekira 20 sampai 30 persen wanita yang menerima epidural serta gatal-gatal yang mempengaruhi sekira 30 sampai 50 persen.

Itulah beberapa untung dan rugi mengenai suntikan epidural, Bunda. Semoga informasinya membantu dan bisa menjadi bahan pertimbangan ketika akan melalui persalinan.

Bunda, simak juga yuk cerita Winda 'Idol' yang mengaku sempat marah dan malu saat hamil anak ketiga. Klik video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi