sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Penyebab Tanda Kehamilan Tidak Terasa Meski Bunda Positif Hamil

Asri Ediyati Selasa, 15 Sep 2020 12:30 WIB
ilustrasi test pack caption
Jakarta -

Sebagian Bunda menyadari kehamilannya dari tanda-tanda yang dirasakan. Seperti mual, muntah, dan pusing sebagai gejala kehamilan yang paling umum.

Namun, ada juga yang melakukan tes kehamilan lebih dulu, baru disusul dengan rasa tidak nyaman. Gejala tersebut timbul karena adanya perubahan hormon dan penyesuaian tubuh Bunda.

Akan tetapi, dalam beberapa kasus, ada juga wanita yang positif hamil tapi tidak ada tanda kehamilan. Bunda juga mengalaminya?


Kira-kira apa ya sebabnya? Berikut tujuh penyebab positif hamil tapi tidak ada tanda kehamilan:

1. Tidak sadar dengan tanda kehamilan

Dilansir Mom Junction, menurut dokter kandungan Subhashis Samajder, MD, OB/GYN, Bunda mungkin tidak mengenali gejala awalnya. Implantasi terjadi pada waktu yang hampir bersamaan dengan masa menstruasi. Bunda mungkin mengalami pendarahan ringan dan kram (akibat implantasi) untuk jangka waktu tertentu.

2. Melakukan uji kehamilan terlalu dini

Beberapa wanita mulai mengalami gejala satu atau dua minggu setelah pembuahan, sementara yang lain mungkin mengalaminya setelah beberapa bulan. Bunda perlu tahu bahwa diperlukan waktu sekitar 6-12 hari agar sel telur yang telah dibuahi menempel pada rahim dan menjadi layak, setelah itu, Bunda dapat melakukan tes kehamilan. Hasil tes mungkin positif tetapi gejala mungkin perlu waktu untuk muncul.

3. Mengaitkan tanda dengan penyebab lain

Bunda mungkin pernah mengalami gejala tertentu seperti mual atau pusing karena hal lain selain kehamilan. Misalnya, Bunda mungkin mengira bahwa kelelahan karena aktivitas yang berat, dan perubahan suasana hati disebabkan oleh stres.

4. Mengalami sedikit gejala

Bunda mungkin mengalami sedikit gejala atau tanda kehamilan. Terkadang, Bunda mungkin hanya mengalami perubahan halus seperti kelelahan, perubahan nafsu makan ringan, nyeri, atau perubahan suasana hati, yang hampir tidak terlihat.

5. Kehamilan ektopik

Semoga yang satu ini enggak kejadian ya, Bunda. Kehamilan ektopik adalah kondisi di mana embrio yang dibuahi ditanamkan di luar rahim. Dalam 95 persen kasus di tuba falopi dan masih menghasilkan hCG yang membuat uji kehamilan positif.

6. Mengidap PCOS

Dikutip dari Baby Doppler, PCOS adalah kelainan hormonal yang ditandai dengan waktu yang lama, menstruasi yang jarang atau peningkatan kadar hormon testosteron. Ini menyebabkan kista ovarium. Banyak wanita dengan PCOS yang tidak melepaskan sel telur secara teratur, sehingga sulit untuk hamil.

Nah, ketika seorang wanita dengan PCOS berhasil hamil, dia mungkin hanya mengalami gejala yang halus dan terkadang tidak sama sekali.

7. Positif palsu

Hasil tes positif palsu juga dapat terjadi jika tes menunjukkan positif, meskipun Bunda tidak hamil. Ini bisa terjadi karena faktor-faktor yang dapat mengacaukan hasil tes kehamilan. Faktor-faktor ini mungkin termasuk kehamilan kimia, obat kesuburan, obat anti-kecemasan, antikonvulsan, antihistamin, antipsikotik, dan diuretik.

Simak juga ciri-ciri hamil yang jarang disadari:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi