sign up SIGN UP search


kehamilan

Benarkah Soda Bisa Bunuh Kesuburan Sperma dan Bikin Bunda Susah Hamil?

Dwi Indah Nurcahyani Selasa, 06 Oct 2020 12:17 WIB
Loving couple watching TV in bed and eating pizza. The concept of love and romance. Toning. caption
a -

Banyak pasangan yang  sudah lama menanti kehamilan. Tanpa disadari, kadang-kadang gaya hidup pasangan suami istri yang membuat seorang Bunda jadi susah hamil. Termasuk kebiasaan buruk suami nih, Bunda, seperti minum alkohol dan merokok.

Selain itu, beberapa aktivitas juga dipercaya dapat mempengaruhi kesuburan pria. Termasuk di antaranya beberapa jenis minuman yang katanya dapat mengurangi jumlah sperma dan kualitas sperma. Benar enggak sih, Bunda?

Bagi Bunda dan Ayah yang sedang menanti kehamilan, pastinya ingin mencoba agar cepat terjadi pembuahan setelah berhubungan intim. Untuk itu, mengutamakan urusan kesehatan satu sama lain sangatlah penting ya, Bunda. Khususnya kualitas sperma suami, karena beberapa kebiasaan dapat mempengaruhi kualitas kesuburannya.


Salah satunya yang dicurigai dapat mengurangi kualitas sperma yakni dari minuman yang dikonsumsi pasangan. Di luar sana, ada banyak mitos dan rumor berkembang bahwa minuman tertentu dapat merusak kesuburan pria.

Bunda mungkin pernah mendengar bahwa pewarna buatan yang cerah, kandungan kafein yang tinggi, dan soda dapat merusak sperma. Termasuk juga di antaranya minuman bersoda. Tetapi, para ahli mengatakan hal tersebut hanyalah rumor belaka, seperti dikutip dari laman Everydayhealth.

"Tidak ada hubungan yang didokumentasikan dengan infertilitas terkait dengan kafein atau pewarna buatan," ujar David Tourgeman, MD, spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas di HRC Fertility di Lost Angeles.

Melansir Latimes, minuman ringan seperti cola memang banyak dipercaya orang dapat membunuh sperma. Para peneliti di Harvard Medical School menemukan bahwa new coke gagal dalam kemampuan membunuh sperma saat digunakan.

Para peneliti mengatakan bahwa mereka menemukan perbedaan mencolok dalam kemampuan empat formulasi cola, yang berbeda untuk bertindak sebagai spermisida. Ditegaskan oleh mereka bahwa penggunaan minuman ringan dalam bentuk apa pun setelah bercinta tidak efektif untuk mencegah kehamilan. Meskipun ada perbedaan di antara minuman ringan, semuanya gagal sebagai kontrasepsi yang efektif, Bunda.

Untuk menguji kemampuan membunuh sperma dari berbagai produk cola, para peneliti menyiapkan tabung reaksi yang berisi sampel kecil sperma yang diawetkan dengan hati-hat. Lalu menuangkan sedikit diet coke, new coke, new coke bebas kafein dan classic coke. Peneliti dengan hati-hati mengulas hingga tiga kali tes untuk setiap soda.

Hasilnya, semuanya membunuh beberapa sperma tetapi new coke ternyata paling tidak efektif. Sementara diet coke memiliki efek paling menonjol secara keseluruhan dan classic coke mencatat tingkat pembunuhan sperma lima kali lebih besar daripada lainnya. 

Produk cola memang tampaknya memiliki efek spermisida, tulis peneliti. Para peneliti mencatat bahwa setidaknya di area efek spermisida adalah classic coke.

Tidak hanya itu, menggunakan coke sebagai douche tidak dapat memastikan bahwa formula soda akan mencapai semua sperma yang mungkin tertinggal dalam sistem reproduksi wanita.

Karena, sperma tidak mati oleh penyemprotan apa pun. Sperma memiliki ketahanan luar biasa dan dapat tetap hidup dan sehat selama berjam-jam. Bahkan, ada juga fakta bahwa kekuatan memasukkan douche dengan mudah justru mampu mendorong sperma hidup lebih dekat ke rahim daripada sebelumnya.

Nah, terlepas dari hal tersebut, bagi Bunda dan Ayah yang memang sedang menanti buah hati, ada baiknya memang menghindari minuman tersebut sebagai bentuk antisipasi agar kualitas sperma pasangan tetap terjaga. Kalaupun berkomitmen untuk menunda kehamilan, ada baiknya memilih alat kontrasepsi yang aman sebagai proteksi.

Semoga membantu, Bunda!

Simak juga ciri-ciri hamil dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi