sign up SIGN UP search


kehamilan

Minum Kunyit Asam Usai Berhubungan Intim Bisa Cegah Kehamilan? Simak Faktanya

Dwi Indah Nurcahyani Selasa, 06 Oct 2020 08:20 WIB
Woman person serving pouring kombucha fermented tea into two juice shot glasses on wooden table from bottle caption

Banyak pasangan suami istri memilih menunda untuk mendapatkan momongan, sehingga mencari untuk menunda kehamilan. Mulai dari memakai kontrasepsi hingga mengonsumsi makanan dan minuman yang dipercaya bisa mencegah kehamilan.

Salah satu yang dianggap bisa membantu mencegah kehamilan adalah dengan rutin mengonsumsi jamu kunyit asam, usai berhubungan inti dengan Ayah. Benar enggak ya, Bunda?

Melansir Bodyansoul, sebuah penelitian di 2011 pernah mengamati efek kurkumin dalam kunyit terhadap fungsi sperma. Sperma dikumpulkan dan diinkubasi dengan agen rempah kurkumin.


Ketika sperma dicampur dengan kunyit yang mengandung kurkumin dosis tinggi, ada penghambat lengkap dari motilitas dan fungsi sperma. Ini merupakan studi pertama yang melaporkan efek penghambatan kurkumin pada fungsi sperma, pembuahan, kesuburan. 

Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kurkumin dalam kunyit dapat menjadi agen kontrasepsi yang potensial. Studi lain di tahun 2014, juga mendukung saran ini. Temuan ini membuka jalan pagi kontrasepsi non-stereoid baru yang potensial. 

Tetapi ingat, kurmukin hanya berfungsi jika yang bersangkutan mengonsumsi kunyit dalam porsi yang cukup. Sebab, kurkumin yang dikonsumsi tidak selalu terserap dengan baik. Jadi, ada baiknya memang mengandalkan kontrasepsi lainnya yang lebih efektif untuk mencegah kehamilan.

Menurut Dr Rajesh Naz, professor and vice-chair in the department of obstetrics and gynecology dari West Virginia University, di Morgantown bahwa kurkumin memiliki kemampuan untuk menetralkan banyak reaksi kimia kecil di tubuh.

"Apa pun yang tumbuh cepat, itu akan menghambat,"katanya seperti dikutip dari laman Macleans. Pengetahuan itu pun menginspirasinya untuk mengujinya sebagai spermisida. Dr Naz membaca penelitian yang menunjukkan bahwa itu bekerja dengan baik dalam menghambat sel kanker yang tumbuh cepat, termasuk sperma. 

Dalam penelitian bersama timnya, ia melakukan berbagai uji coba kurkumin dalam kunyit sebagai alat kontrasepsi. Secara in vitro, mereka menambahkannya ke sperma manusia dan tikus. Dalam beberapa menit, kurkumin memiliki efek melumpuhkan sperma, membuat sel sperma tidak bisa berenang.

Kurkumin juga memiliki efek melumpuhkan kemampuan sperma untuk membuahi sel telur. Dalam percobaan laboratorium, tidak ada telur manusia atau tikus yang diinkubasi dengan kurkumin yang berhasil dibuahi. Sedangkan pada sperma tanpa kurkumin, sekitar 75 persen telur bisa dibuahi.

Pada tikus, penurunan kesuburan ditemukan antara 65 hingga 70 persen. Naz juga yakin keberhasilan akan lebih tinggi dengan dosis yang lebih tinggi. Pada manusia, ia yakin hal ini juga akan membantu menghentikan penyebaran penyakit menular seksual di antara pasangan, dan mungkin lebih baik dari kondom. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menakar efektivitasnya secara komphrehensif. 

Mengingat keakuratan kunyit asam yang mengandung kurkumin masih diragukan untuk membunuh kesuburan sperma, ada baiknya Bunda ataupun Ayah dapat mengandalkan alat kontrasepsi lainnya yang memang sudah terbukti efektivitasnya ya untuk mencegah kehamilan. Semoga membantu ya, Bunda!

Bunda, simak juga yuk cara mencegah kehamilan yang aman untuk ibu menyusui. klik video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi