sign up SIGN UP search


kehamilan

Bunda, Kenali Gejala Baby Blues dan Cara Mudah Mengatasinya

Haikal Luthfi Jumat, 30 Oct 2020 07:06 WIB
Stressed Mother Holding Crying Baby Suffering From Post Natal Depression At Home caption
Jakarta -

Memiliki momongan merupakan pengalaman yang membahagiakan bagi pasangan suami istri. Pasca melahirkan, kehadiran bayi menjadi perubahan besar dalam hidup dan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, Bunda.

Hal ini merupakan momen sekaligus kabar yang membahagiakan bagi keluarga, serta juga ibu yang melahirkan bayi itu sendiri. Namun, ternyata perasaan bahagia kadang tidak dirasakan ibu lho, Bunda.

Itu terjadi karena tak sedikit dari beberapa ibu mengalami depresi setelah melahirkan. Salah satu bentuk depresi pasca melahirkan yang kerap dialami seorang ibu baru dikenal dengan sindrom baby blues.


Baby blues adalah perasaan khawatir, sedih, murung, lelah, dan mudah tersinggung dalam beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Menurut American Pregnancy Association, rata-rata baby blues berlangsung selama hitungan hari sampai minggu setelah melahirkan.

Ibu yang mengalami baby blues akan sering menangis, sensitif. Selain itu, perubahan suasana hati yang cepat, dan merasa cemas.

Hal ini diperlukan penyesuaian diri dalam melakukan aktivitas dan peran barunya sebagai seorang ibu di minggu minggu pertama atau bulan-bulan pertama setelah melahirkan. Wanita yang telah berhasil melakukan penyesuaian diri dengan baik dapat melewati gangguan psikologis ini, tetapi sebagian ibu yang lain mungkin tidak berhasil menyesuaikan diri dan akan larut dalam sindrom ini.

Gejala baby blues

Baby blues termasuk depresi ringan yang terjadi pada ibu setelah melahirkan. Gejala yang dirasakan pada setiap ibu berbeda-beda, Bunda.

Umumnya, baby blues ditandai dengan reaksi depresi atau sedih, menangis dengan tiba-tiba, mengalami perubahan suasana hati, mudah tersinggung, cemas, perasaan yang labil, cenderung menyalahkan diri sendiri, hingga gangguan tidur dan nafsu makan.

Dikutip dari Baby Center, baby blues dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti emosional, perubahan fisik ataupun bisa keduanya. Setelah melahirkan, tubuh mengalami perubahan dengan cepat.

Kadar hormon pada ibu turun, payudara akan membengkak, dan kemungkinan besar ibu akan mengalami kelelahan. Kondisi ini tentu menimbulkan kecemasan dan kesedihan.

Stressed Mother Holding Crying Baby Suffering From Post Natal Depression At HomeIlustrasi baby blues pada ibu hamil/ Foto: Getty Images

Secara emosional, wanita mungkin cemas tentang kesehatan bayi, transisi menjadi ibu, atau menyesuaikan diri dengan rutinitas serta tanggung jawab baru yang bisa membuat mereka kewalahan.

Gejala baby blues memungkinkan terjadi mulai 2 hingga 3 hari setelah bayi lahir. Meski begitu, baby blues dapat hilang dengan sendirinya, Bunda. Biasanya bisa dalam waktu 10 hari, namun bisa juga bertahan hingga 14 hari, Bunda.

Cara mengatasi baby blues

Seperti yang diketahui, sindrom ini bisa saja menghilang dengan sendirinya. Jadi tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan apapun untuk menangani baby blues, Bunda. Itu karena tidak sedikit dari ibu yang baru melahirkan dapat menyesuaikan diri dengan peran baru mereka dalam rutinitas dengan buah hatinya.

Meski demikian, fase pasca melahirkan memang sangat sulit, dan penting untuk menjaga diri sebaik mungkin. Menemukan hal-hal yang membuat ibu merasa lebih baik selama masa transisi dapat membantu mereka menemukan kembali jati dirinya. Setidaknya, kembali ke kehidupan normal seperti sedia kala dengan lebih cepat.

Mengutip dari Healthline, hal-hal yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi baby blues, di antaranya:

1. Perbanyak istirahat

Perbanyak istirahat dengan tidur merupakan cara untuk mengurangi sindrom baby blues. Terkadang, tidur adalah obat terbaik untuk melepas penat sejenak, Bunda. Pastikan untuk tidur saat bayi tertidur juga. Segalanya akan tampak lebih buruk ketika seseorang mengalami kelelahan.

2. Minta bantuan

Jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada suami atau pun kerabat dekat keluarga, saat melakukan tugas berat seperti mencuci, memasak, serta mengganti popok bayi. Biarkan orang lain melakukannya, Bunda. Dianjurkan, untuk tidak mencoba melakukan semuanya sendiri.

3. Mengonsumsi makanan bergizi

Lakukan hal-hal sederhana namun efektif seperti memperbanyak asupan makanan yang bergizi demi tubuh yang bugar. Selain itu, Bunda disarankan sesekali pergi keluar untuk sekadar menghirup udara segar di pagi hari.

4. Berbicara dengan seseorang

Berbicara dengan seseorang seperti mengobrol akan membuat perasaan lebih baik. Cobalah untuk mengobrol dengan anggota keluarga atau teman yang bisa menenangkan secara emosional. Terkadang cara ini diperlukan untuk mengeluarkan unek-unek yang mengganjal di hati.

5.Lakukan sesuatu yang disukai

Melakoni aktivitas dan tanggung jawab baru seharian akan membuat ibu lebih sensitif karena kelelahan. Lakukan sesuatu yang membuat Bunda merasa lebih baik. Apapun yang Bunda lakukan selama membuat Bunda merasa bahagia dan rileks perlu dilakukan, meski hanya 20 menit.

6. Lakukan bonding dengan pasangan

Sangat mudah untuk kehilangan jejak orang lain di kehidupan baru pasca melahirkan, Bunda. Tetapi berkomitmen untuk melakukan sesuatu dengan pasangan atau suami sekali sehari dapat membantu Bunda merasa terhubung dan didukung.

Semoga informasi ini membantu ya, Bunda.

Simak juga Bunda, bukan baby blues, ini yang dirasakan Marissa Nasution pasca melahirkan pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi