Sign Up search


kehamilan

Waspadai, 13 Ciri Ibu Hamil Alami Depresi

Yuni Ayu Amida Kamis, 06 Feb 2020 14:31 WIB
Waspadai, 13 Ciri Ibu Hamil Alami Depresi caption
Jakarta - Tak hanya perasaan bahagia, kadang kehamilan bisa menimbulkan stres, Bunda. Nah, jika stres ini tidak bisa dikelola dengan baik, tentunya bisa berdampak buruk bagi ibu hamil maupun si calon anak.

Menurut penjelasan psikolog Putu Andani, ibu hamil itu rentan stres karena ada perubahan setiap harinya. Perubahan ini terjadi dari trimester satu, dua, hingga tiga.


"Keluhannya bisa beda-beda, apalagi pada ibu hamil berisiko tinggi. Dibutuhkan cara penanggulangan stres yang tepat melalui diri sendiri dan dukungan dari support system," kata Putu, dilansir CNN Indonesia.


Stres yang tak terkendali akan menyebabkan depresi. Depresi adalah kondisi kesehatan mental yang meluas. Wanita hamil memiliki risiko depresi yang lebih tinggi karena meningkatnya stres, perubahan kesehatan fisik, perubahan kimia dalam tubuh, dan faktor lainnya, demikian dikatakan psikiater Timothy J. Legg, Ph.D., CRNP.

"Depresi selama kehamilan bisa memiliki efek emosional, kesehatan, hubungan, dan keuangan," ujar Legg, dikutip dari Medical News Today.

Waspadai, 13 Ciri Ibu Hamil Alami DepresiWaspadai, 13 Ciri Ibu Hamil Alami Depresi/ Foto: iStock


Menurut Legg, adalah normal untuk merasakan campuran emosi selama kehamilan. Namun, menjadi sangat tidak baik ketika campuran emosi tersebut menyebabkan depresi. Berikut ini beberapa ciri depresi yang mesti diwaspadai saat hamil:

1. Muncul perasaan baru yang terasa aneh, atau merasa tidak berdaya dan diliputi rasa putus asa.

2. Tidak menikmati aktivitas yang dulunya menyenangkan atau bermakna.

3. Menarik diri dari teman, keluarga, sekolah, pekerjaan, atau hobi.

4. Gejala kesehatan fisik baru, seperti sakit kepala atau sakit perut.

5. Kesulitan merasa gembira selama kehamilan atau ikatan dengan bayi setelah melahirkan.

6. Perasaan terisolasi dan rendah diri.

7. Sulit tidur atau sebaliknya, terlalu banyak tidur.

8. Perubahan kebiasaan makan, seperti makan lebih atau kurang dari biasanya.

9. Memikirkan kematian atau bunuh diri.

10. Sering menangis.

11. Kemarahan yang tidak bisa dijelaskan.

12. Stres dalam hubungan.

13. Sulit mengikuti rekomendasi kesehatan prenatal karena perasaan tidak berdaya atau putus asa.

Legg menambahkan, depresi bukanlah kesalahan siapa pun. Ini adalah kondisi medis yang dapat diobati. Perawatan yang cepat sangat penting untuk meredakan gejala, juga untuk membantu Bunda memiliki kehamilan yang sehat.

"Siapa pun yang hamil dan mencurigai mereka mengalami depresi, harus mengunjungi dokter mereka segera mungkin. Sebagian besar dokter kandungan dan bidan memiliki pelatihan dasar dalam mendeteksi depresi pada ibu hamil," tegas Legg.


Simak juga intimate interview dengan dr.Reisa dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi