sign up SIGN UP search

kehamilan

Penyebab Kista Ovarium, Bunda Perlu Tahu

Dwi Indah Nurcahyani Senin, 25 Jan 2021 07:01 WIB
Asian Woman Doctor in blue uniform and protective face mask giving advice to Senior female patient at hospital. Practitioner wear eyeglasses and surgical mask writing information on prescription caption

Jakarta - Banyak wanita memiliki kista ovarium dalam suatu waktu. Kebanyakan, keberadaan kista ovarium tersebut menunjukkan rasa tidak nyaman walau tidak berbahaya. 

Kista ovarium memang dapat menghilang tanpa pengobatan dalam beberapa bulan. Namun, kista ovarium, terutama yang sudah pecah, dapat menyebabkan gejala yang serius.

Untuk melindungi kesehatan, sebaiknya pemeriksaan panggul dilakukan secara teratur dan ketahui gejala yang dapat menandakan masalah yang berpotensi serius, seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.


Menurut Mohammad Islam, MD, seorang ahli bedah ginekologi invasif minimal, kista ovarium ini cukup umum. Kista ovarium sendiri merupakan kantung tertutup yang terbentuk di dalam atau di atas ovarium dan dapat diisi dengan zat cair, semi padat, atau padat.

"Bunda mungkin tidak tahu bahwa memiliki kista ovarium, karena kista tersebut seringkali luput dari perhatian, terlepas dari seberapa besar ukurannya. Namun, kista dapat menyebabkan gejala yang seharinya diperiksa oleh dokter, termasuk nyeri panggul atau perut," ujar Dr Islam, seperti dikutip dari laman Banner Health.

Biasanya, dokter akan mendeteksi kista ovarium terlebih dahulu. Kebanyakan kista ovarium berukuran kecil dan tidak menimbulkan masalah. Jika ada gejala, Bunda mungkin mengalami tekanan, kembung, bengkak, atau nyeri di satu sisi perut bagian bawah. Nyeri ini mungkin tajam dan bisa datang serta pergi.

Untuk menghindarinya, Bunda pun perlu mencari tahu penyebab kista tersebut. Kebanyakan kista bersifat fungsional. Mereka adalah bagian dari siklus bulanan Bunda.

Melansir WebMD, penyebab terjadinya kista biasanya bermula dari ovarium yang akan melepaskan satu sel telur setiap bulan. Ia pun akan tumbuh di dalam kantung kecil yang disebut folikel. Saat telur sudah siap, folikel akan terbuka dan melepaskannya. Jika kantung tidak terbuka, itu akan menjadi penyebab kista folikel muncul. Ini akan menghilang dalam 1 hingga 3 bulan.

Tetapi, pada beberapa wanita, ovarium mereka menghasilkan banyak kista kecil. Kondisi ini disebut polycystic ovary syndrome (PCOS). Hal inilah yang kerap membuat wanita sulit hamil

Kebanyakan kista memang akan hilang dengan sendirinya. Dokter pun mungkin akan menyarankan untuk mengawasi dan menunggu perubahan.

Dokter juga bisa memberikan obat untuk menghilangkan nyeri dan akan meresepkan pil KB. Hormon dalam pil tidak akan menghilangkan kista, tetapi dapat membantu mencegah kista baru.

Pada beberapa kista ovarium memang dibutuhkan pembedahan. Biasanya, ini diperlukan ketika kista membesar, tidak hilang, atau menimbulkan gejala. Pada berbagai kasus, ahli bedah pun mungkin akan mengambil kista atau seluruh ovarium.

Nah, ada baiknya Bunda segera memeriksakannya ke dokter ya, untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga sehat selalu ya, Bunda!

Simak juga video cerita dokter merawat pasien corona saat hamil:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Fanny Fabriana Sekeluarga Terkena Covid-19Foto: Mia Kurnia Sari



(kuy/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi