sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Hal yang Perlu Diketahui Ibu Hamil dari Hiperemesis Gravidarum

Dwi Indah Nurcahyani Selasa, 24 Nov 2020 19:34 WIB
Pregnant woman feels sick while while sitting on sofa at her home. caption

Mual dan muntah yang Bunda rasakan di awal kehamilan terasa ekstrem dan tidak berhenti? Waspadai adanya hiperemesis gravidarum ya, Bunda!

Bedanya, hiperemesis gravidarum ditandai dengan mual dan muntah yang lebih parah dibanding morning sickness pada umumnya. 

Melansir Whattoexpect, kebanyakan wanita memang mengalami mual dan muntah selama kehamilan. Namun, hiperemesis gravidarum terjadi pada 0,5 hingga 2 persen kehamilan. Kondisinya, muntah dan mual yang parah terus menerus yang menyebabkan kondisi Bunda lebih lemah daripada mual di pagi hari.


Meskipun kasus ringan seringkali dapat diobati dengan pengobatan rumahan, kasus yang parah dapat menyebabkan penurunan berat badan, ketidakseimbangan elektrolit, malnutrisi, dan dehidrasi. Itu sebabnya, seringkali kasus tersebut memerlukan rawat inap untuk menjaga kesehatan Bunda dan bayi secara efektif.

Komplikasi kehamilan ini sendiri lebih sering terjadi pada ibu muda, wanita yang pertama kali menjadi ibu, wanita gemuk, wanita hamil kembar, dan wanita yang mengalami kondisi tersebut pada kehamilan sebelumnya.

"Hiperemesis gravidarum merupakan manifestasi parah dari mual dan muntah yang sering terjadi selama kehamilan dan memengaruhi hingga 2 persen kehamilan," ujar Jessie Rubin, M.D, seorang obgyn di Houston, Texas, seperti dikutip dari laman Parents.

Mengingat mual dan muntah menjadi gejala umum pada awal kehamilan, tak sedikit Bunda yang kesulitan membedakannya ketika merasakan hal tersebut. 

Untuk itu, ketahui beberapa fakta berikut ini dari hiperemesis gravidarum agar Bunda mengetahui apa yang harus dilakukan:

1. Gejalanya bukan hanya mual di pagi hari

Morning sickness, meskipun tidak menyenangkan, ini sangatlah umum terjadi. Bahkan, hingga 85 persen wanita hamil mengalaminya. Bandingkan dengan 2 persen yang harus berurusan dengan hiperemesis gravidarum. 

Untuk mengetahui bagaimana itu hiperemesis gravidarum, gejala umumnya termasuk mual dan muntah yang parah, serta adanya penurunan berat badan di bawah 5 persen dari berat badan sebelum kehamilan. Selain itu ada juga ketidakseimbangan elektrolit, dan bahkan mencakup disfungsi tiroid dan hati. 

Gejala ini biasanya muncul sekira 9 minggu dan cenderung mereda sekira 20 minggu. Meskipun, ada kalanya berlangsung lebih lama dari waktu tersebut.

2. Obat bisa membantu meredakan hyperemesis gravidarum

Para peneliti mengaku masih harus banyak belajar tentang hiperemesis gravidarum. Tetapi, ada beberapa obat seperti diclegis dan zofran di mana keduanya dapat meredakan gejala hiperemesis gravidarum.

3. Bayi Bunda mungkin tidak berisiko

Ketika Bunda mengalami hal ini, masalah medis terbesar ialah dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Yang dikhawatirkan justru keadaan Bunda, bukan bayinya. Karena, bayi tidak memerlukan banyak kalori pada saat ini dan mereka akan mengambil apa pun yang mereka butuhkan langsung dari ibu mereka.

Tentu saja, ketika Bunda menjalani hari-hari tanpa makan atau berjam-jam tanpa cairan, Bunda harus benar-benar menemui dokter. Bunda mungkin memerlukan rawat inap, pengisian kembali cairan atau pengobatan.

4. Dehidrasi picu mual makin parah

Hal yang aneh dari hiperemesis gravidarum ialah semakin banyak ibu yang mengalami dehidrasi, ia akan semakin mual dan semakin besar kemungkinan untuk muntah. Perawatan paling penting untuk kondisi ini ialah hidrasi IV dan obat-obatan untuk menghentikan mual dan muntah.

5. Hiperemesis gravidarum bisa menjadi hal baik dalam hal hormon

Wanita dengan hiperemesis gravidarum pada tahap awal kehamilan tidak menghadapi risiko keguguran yang lebih tinggi. Faktanya, ini biasanya dikaitkan dengan tingkat hormon kehamilan yang tinggi, yang mengindikasikan kehamilan yang solid.

Namun, ibu dapat berisiko tinggi mengalami komplikasi dehidrasi termasuk detak jantung yang sangat cepat, volume cairan ketuban yang rendah, persalinan prematur dan dalam kasus di mana Bunda tidak dapat menerima perawatan medis, maka dehidrasi berpotensi mematikan. Ibu hamil yang tidak menjaga nutrisi dalam waktu lama berisiko mengalami pengecilan otot dan pengeroposan tulang.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Bunda tahu dari iyperemesis gravidarum. Semoga membantu informasinya ya, Bunda!

Bunda, simak juga yuk ragam teh untuk ibu hamil dalam video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Andy Lau



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi