sign up SIGN UP search


kehamilan

Bumil, Simak Yuk Bedanya Morning Sickness dan Hiperemesis Gravidarum

Dwi Indah Nurcahyani Jumat, 06 Nov 2020 11:04 WIB
Pregnant woman in bathroom feeling sick caption

Jakarta - Banyak ibu hamil mengalami morning sickness yang ditandai dengan mual dan muntah di awal kehamilan. Mereka pun menganggap hal tersebut aman-aman saja karena memang tidak membahayakan kehamilan.

Nah, tetapi Bunda perlu curiga ya ketika mual di pagi hari menjadi tidak nyaman. Biasanya, mual tersebut bentuknya lebih ekstrem dari biasanya. Bisa jadi pertanda hyperemesis gravidarum nih.

Melansir Healthline, hyperemesis gravidarum (HG) merupakan bentuk ekstrem mual di pagi hari yang menyebabkan mual dan muntah parah selama kehamilan. Kondisi ini pun berbeda dengan morning sickness.


Pada morning sickness biasanya disertai mual yang terkadang disertai muntah. Kedua gejala ini biasanya hilang setelah 12 hingga 14 minggu. Serta, muntah ini tidak menyebabkan dehidrasi parah.

Selain itu, morning sickness biasanya dimulai pada bulan pertama kehamilan. Dan akan hilang pada bulan ketiga atau keempat. Ibu hamil yang mengalaminya akan merasa kelelahan dan sedikit kehilangan nafsu makan serta kemungkinan mengalami kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, pada hyperemesis gravidarum biasanya mual tidak kunjung sembuh dan muntah parah, di mana menyebabkan dehidrasi parah. Ini tidak memungkinkan Bunda untuk menelan makanan atau cairan apa pun.

Gejala ini akan dimulai dalam enam minggu pertama kehamilan. Selain itu, mual seringkali tidak kunjung sembuh. HG juga sangat melemahkan dan menyebabkan kelelahan yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Ibu hamil dengan kondisi hyperemesis gravidarum  mungkin mengalami hilangnya nafsu makan. Mereka juga mungkin tidak dapat bekerja atau melakukan aktivitas normal sehari-hari.

Kondisi hyperemesis gravidarum juga dapat menyebabkan dehidrasi dan penambahan berat badan yang buruk selama kehamilan. Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah mual di pagi hari atau HG, tetapi Bunda masih dapat mengatasinya dengan cara yang tepat.

"Hyperemesis gravidarum sering disebut mual di pagi hari yang parah, tetapi bisa lebih dari itu. Wanita hamil dengan kondisi ini dapat muntah hingga 50 kali sehari dan untuk beberapa hal ini berlangsung selama kehamilan. Ini kemudian dapat menyebabkan komplikasi yang bisa sangat berbahaya dan bahkan fatal dalam kehamilan," ujar Catherine Williamson, dokter kebidanan konsultan dan Ketua di Kesehatan Wanita, seperti dikutip dari laman KCL.

Hyperemesis gravidarum sendiri merupakan jenis penyakit kehamilan yang ekstrem dimana dapat menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, dan kekurangan gizi. Kondisi ini pun dapat memengaruhi kesehatan ibu dan bayi.

Penyebab hyperemesis gravidarum sendiri tidak diketahui. Ada beberapa bukti bahwa itu diturunkan dalam keluarga di mana membuat beberapa ahli berpikir itu ada kaitannya dengan genetik. Ini diduga karena adanya perubahan hormon selama kehamilan. 

Sama halnya dengan morning sickness, hyperemesis gravidarum juga tampaknya memiliki hubungan dengan hCG. ini adalah hormon yang dibuat selama kehamilan oleh plasenta. Tubuh Bunda memproduksi ini dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi di awal kehamilan. Kadar ini dapat terus meningkat selama kehamilan. 

Dokter pun akan menanyakan tentang riwayat hyperemesis gravidarum dan gejala yang Bunda alami. Pemeriksaan fisik akan dilakukan dan dokter akan mencari tanda-tanda umum hyperemesis gravidarum, seperti tekanan darah rendah yang tidak normal atau denyut nadi cepat.

Jika Bunda berada pada kondisi tersebut, pastikan untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri secara intensif pada dokter agar dilakukan pemantauan ya, Bunda. Dengan begitu, kesehatan Bunda dan janin selalu terjaga. 

Semoga membantu informasinya ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk apakah mual berlebihan di pagi hari adalah tanda hamil anak perempuan. Klik video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi