sign up SIGN UP search


kehamilan

13 Tips Cepat Hamil dengan Cara Alami

Annisa Afani Senin, 16 Nov 2020 20:00 WIB
Gynecological Examination, Pregnancy Test, Adult, Adults Only caption
Jakarta -

Kehamilan memang menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan menikah. Namun, kehamilan sendiri terkadang tak bisa datang dengan cepat sesuai harapan.

Lamanya kehamilan yang diharapkan bisa terjadi akibat beberapa faktor. Namun hal itu bisa diatasi dengan melakukan beberapa perubahan, salah satunya gaya hidup.

Berdasarkan studi yang dilakukan terhadap 17.544 pasien tanpa riwayat infertilitas di Universitas Harvard, ditemukan bahwa lima atau lebih perubahan gaya hidup dan pola makan dapat mengurangi risiko infertilitas hingga 80 persen lho, Bunda.

"Manfaat menjalani gaya hidup sehat sangat besar dan tahan lama. Seringkali, beberapa perubahan sederhana sudah cukup untuk meningkatkan peluang pasangan untuk hamil tanpa bantuan medis," kata Dr. Sandy Goodman dari The Reproductive Medicine Group, dikutip dari Florida Fertility.

Tips cepat hamil secara alami

Kesuburan seseorang dapat ditingkatkan dengan melakukan kebiasaan atau pola hidup yang baik, Bunda. Sebagaimana yang HaiBunda kutip dari HealthLine, berikut ini cara alami yang bisa Bunda dan Ayah lakukan untuk meningkatkan kesuburan supaya cepat hamil.


1. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan

Mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan seperti folat dan zinc sangat dapat meningkatkan kesuburan bagi pria maupun wanita, Bunda. Antioksidan ini bekerja dengan cara menonaktifkan radikal bebas yang dapat merusak sperma dan sel telur dalam tubuh.

Dalam sebuah studi pada 2012, ditemukan bahwa kualitas sperma seorang pria yang makan 75 gram kenari dengan antioksidan tinggi per hari mengalami peningkatan. Sementara pada studi lainnya, 232 wanita yang memenuhi asupan folat dikaitkan dengan tingkat implantasi, kehamilan klinis, dan kelahiran hidup yang lebih tinggi.

2. Sarapan

Sarapan dipercaya dapat membantu wanita mengatasi masalah kesuburan, Bunda. Satu studi menemukan bahwa wanita yang sarapan lebih banyak dapat meningkatkan efek hormonal sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang menjadi penyebab utama pembentukan kesuburan.

Pada akhir studi, para wanita ini pun tercatat mengalami ovulasi lebih banyak, dan menunjukkan peningkatan kesuburan daripada yang makan sarapan lebih sedikit dan makan malam lebih banyak lho, Bunda.

Namun penting untuk diperhatikan, meningkatkan porsi sarapan ini harus seimbang dengan porsi makan malam. Karena jika tanpa mengurangi porsi makan malam, maka kemungkinan besar akan menyebabkan penambahan berat badan yang berlebihan, Bunda.

3. Hindari lemak trans

Makan lemak sehat setiap hari penting untuk meningkatkan kesuburan, dan kesehatan secara keseluruhan. Lemak trans dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas ovulasi karena efek negatifnya pada sensitivitas insulin.

Biasanya lemak trans ini dapat ditemukan dalam minyak nabati terhidrogenasi, margarin, makanan yang digoreng, produk olahan, dan makanan yang dipanggang lainnya. Selain itu, studi menemukan bahwa diet tinggi lemak trans, dan rendah lemak tak jenuh dikaitkan dengan infertilitas baik pada pria maupun wanita.

4. Kurangi makan karbohidrat olahan

Karbohidrat memang penting, namun tidak untuk karbohidrat olahan. Karbohidrat olahan pun memiliki indeks glikemik (GI) yang tinggi, Bunda. Selain itu, ini juga diserap dengan sangat cepat, sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin secara signifikan.

Insulin secara kimiawi mirip dengan hormon ovarium. Hormon-hormon ini bekerja membantu sel telur wanita menjadi matang. Peningkatan insulin yang konsisten dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih sedikit hormon reproduksi karena dianggap tidak membutuhkannya.

Apabila hal tersebut terjadi, maka ini dapat berkontribusi pada kurangnya pematangan sel telur dan ovulasi. Mengingat bahwa sindrom ovarium polikistik atau PCOS juga dikaitkan dengan tingkat insulin yang tinggi, maka karbohidrat olahan benar-benar dapat memperburuk keadaan.

5. Konsumsi lebih banyak serat

Serat berfungsi membantu tubuh membuang kelebihan hormon, dan menjaga keseimbangan gula darah. Selain itu, jenis serat tertentu pun dapat bantu menghilangkan kelebihan estrogen dengan mengikatnya di usus dan dikeluarkan dari tubuh sebagai produk limbah.

Menurut satu studi pada 2009, serat yang dapat larut dari buah seperti alpukat, ubi jalar, gandum, dan buah-buahan diketahui memiliki tingkat estrogen dan progesteron yang lebih rendah. Beberapa contoh makanan berserat tinggi lainnya ialah biji-bijian, sayuran, dan kacang-kacangan.

Bagi wanita dewasa, asupan serat harian yang direkomendasikan adalah 25 gram (gr) per hari. Sedangkan bagi pria dibutuhkan sebanyak 31 gram.

6. Ganti sumber protein

Mengganti beberapa protein hewani seperti daging, ikan, dan telur dengan sumber protein nabati seperti biji-bijian, dan kacang-kacangan terkait dengan penurunan risiko infertilitas.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika 5 persen dari total kalori berasal dari protein nabati, maka risiko infertilitas ovulasi menurun hingga lebih dari 50 persen. Lalu pada studi pada 2018 menyimpulkan bahwa makan lebih banyak ikan rendah merkuri juga berkorelasi dengan probabilitas yang lebih tinggi untuk melahirkan hidup setelah perawatan infertilitas.

Oleh karenanya, Bunda bisa mertimbangkan untuk mengganti beberapa protein hewani dalam makanan harian dengan protein nabati untuk meningkatkan kesuburan.

7. Pilih produk susu berlemak tinggi

Makanan atau asupan olahan susu rendah lemak dapat meningkatkan risiko infertilitas, sedangkan yang berlemak tinggi dapat menurunkannya. Selain itu, ditemukan juga bahwa wanita yang mengonsumsi satu atau lebih porsi produk susu tinggi lemak per hari, 27 persen lebih kecil kemungkinan untuk tidak subur.

Untuk mendapatkan manfaat potensial ini, maka Bunda bisa mencoba untuk mengganti satu sajian susu rendah lemak per hari dengan satu sajian susu berlemak tinggi, misalnya dengan segelas susu murni atau yogurt penuh lemak.

8. Tambahkan multivitamin

Jika mengonsumsi multivitamin, maka wanita kemungkinan kecil mengalami infertilitas ovulasi. Bila Bunda sedang dalam program hamil, akan lebih tepat lagi bila mengonsumsi multivitamin dengan kandungan asam folat.

Karena pada faktanya, diperkirakan sebanyak 20 persen infertilitas ovulasi dapat dihindari jika wanita mengkonsumsi 3 atau lebih multivitamin per minggu. Mikronutrien yang ditemukan dalam vitamin diketahui memiliki peran penting dalam meningkatkan kesuburan.

9. Aktif bergerak

Aktif bergerak dengan berolahraga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan terutama yang mengalami obesitas, termasuk meningkatkan kesuburan bagi pria maupun wanita, Bunda.

"Ketika seorang pasien datang menemui saya, hal pertama yang kami lakukan adalah meninjau apa yang mereka makan dan seberapa sering mereka berolahraga," kata Goodman.

Namun, olahraga yang dilakukan juga tak boleh berlebihan karena dapat mengubah keseimbangan energi dalam tubuh, dan berdampak negatif pada sistem reproduksi. Jika Bunda dan pasangan berencana untuk meningkatkan aktivitas ini, lakukanlah dengan cara bertahap dan pastikan dokter yang mengawasi program kehamilan Bunda mengetahuinya.

10. Luangkan waktu untuk santai

Jika dalam program hamil, maka stres mungkin menjadi hal yang kerap hadir. Saat tingkat stres bertambah, peluang kehamilan akan menurun lho, Bunda. Oleh sebab itu, Bunda perlu mengambil sedikit waktu, dan gunakan untuk bersantai melepas stres.

"Luangkan waktu untuk diri sendiri setiap hari untuk bersantai, baik itu berjalan-jalan, mandi yang lama, atau melakukan yoga atau meditasi ke dalam rutinitas harian Anda," ujar Goodman.

Penelitian pun menyatakan bahwa stres memiliki hubungan dengan kesuburan, lho. Jika stres dirasa begitu berat, maka Bunda bisa meminta dukungan dan perawatan berupa konseling pada ahlinya untuk mengurangi tingkat kecemasan dan depresi.

11. Hentikan konsumsi kafein

Hubungan antara kafein dan kesuburan memang tidak terlalu meyakinkan, Bunda. Namun dalam sebuah studi pada 1997 menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih dari 500 miligram (mg) kafein setiap hari membutuhkan waktu hingga 9 1/2 bulan lebih lama untuk hamil.

Oleh karena itu, pertimbangkan untuk membatasi asupan kafein menjadi satu atau dua cangkir kopi saja per hari agar aman.

"Cobalah untuk mengurangi menjadi hanya satu atau dua cangkir sehari. Selain itu, hindari minuman berenergi karena kemungkinan besar mengandung kafein tinggi," ucap Goodman.

12. Menjaga berat badan sehat

Berat badan menjadi salah satu faktor paling berpengaruh dalam hal kesuburan bagi pria maupun wanita. Ini terjadi karena jumlah lemak yang disimpan di tubuh memengaruhi fungsi menstruasi. Selain itu, obesitas pun tak hanya dikaitkan dengan kurangnya ovulasi dan ketidakteraturan menstruasi, namun juga dengan gangguan perkembangan sel telur.

"Nomor satu yang dapat Anda lakukan untuk hamil adalah menurunkan berat badan ekstra. Tetap berpegang pada diet daging tanpa lemak, banyak konsumsi protein dari tumbuhan, biji-bijian, banyak buah dan sayuran segar, dan hindari gula," tutur Goodman.

13. Hindari alkohol

Selain kafein, hindari juga alkohol karena bisa berdampak pada kesuburan. Studi tahun 2016 menemukan bahwa mengonsumsi lebih dari 14 kali minum minuman beralkohol per minggu dikaitkan dengan waktu yang lebih lama untuk bisa hamil.

"Minum dapat meningkatkan peluang Anda untuk keguguran, dan mempengaruhi kualitas sperma," kata Goodman.

Namun, bukti konsumsi alkohol ini beragam, Bunda. Dalam satu studi lama tidak menemukan hubungan antara konsumsi alkohol dan infertilitas. Sementara penelitian lain melaporkan bahwa asupan alkohol dapat mempengaruhi kesuburan. Pada akhirnya, konsumsi alkohol ini dianjurkan untuk dihindari, namun jika terpaksa maka tidak boleh berlebihan.

Klik next untuk membaca selengkapnya ya, Bun.

(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi