sign up SIGN UP search


kehamilan

15 Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Senin, 09 Nov 2020 14:01 WIB
Hold Me Mom... caption
Jakarta -

Salah satu masalah paling umum bagi ibu hamil adalah ketakutan serta kekhawatiran melahirkan bayi prematur, Bunda. Kebanyakan orang tua tidak siap menghadapi situasi ini. Namun ada cara untuk mencegah melahirkan bayi prematur.

Mengutip Very Well Family, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa sekitar 12 persen dari semua kelahiran terjadi secara prematur. Kelahiran prematur dapat terjadi saat kehamilan hanya berlangsung kurang dari 37 minggu, Bunda.

Apabila hal ini terjadi, maka dapat membuat bayi yang dilahirkan berisiko memiliki masalah kesehatan yang dapat berlangsung seumur hidupnya.


Penyebab dan tanda kelahiran prematur

Kadang dokter tidak tahu mengapa kelahiran dimulai sebelum waktunya. Namun ada beberapa beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tersebut, yakni:

  • Kehamilan kembar
  • Infeksi tertentu
  • Masalah serviks
  • Usia ibu yang lebih tua
  • Merokok selama kehamilan
  • Stres berkepanjangan atau kronis
  • Diabetes gestasional

Ibu yang mungkin akan melahirkan bayi prematur akan menunjukkan beberapa tanda. Menurut perawat terdaftar, Cheryl Bird, dalam beberapa kasus, kelahiran prematur dapat dicegah dengan mengetahui tanda-tandanya. Beberapa tanda tersebut, meliputi:

  • Mengalami lima atau lebih kontraksi dalam satu jam
  • Cairan encer keluar dari vagina
  • Sakit punggung di bawah pinggang yang kadang-kadang atau terus-menerus
  • Kram seperti menstruasi di perut bagian bawah
  • Tekanan panggul yang terasa seperti bayi mendorong ke bawah

"Jika Anda berisiko mengalami persalinan prematur, dokter atau bidan bisa melakukan tes fibrotin janin, yang memeriksa sekresi vagina untuk mencari protein yang mengkin menunjukkan bahwa persalinan akan segera terjadi," kata Cheryl Bird.

Bisakah mencegah bayi lahir prematur?

Beberapa ibu hamil mungkin dapat melahirkan bayi prematur akibat beberapa masalah, seperti yang disebutkan sebelumnya. Mengutip KidsHealth, apabila ibu hamil mengalami masalah tersebut, maka dokter mungkin merekomendasikan perawatan sebagai berikut:

1. Progesteron

Ini merupakan hormon yang dapat diberikan melalui suntikan atau dimasukkan ke dalam vagina. Hormon ini dapat membantu untuk menurunkan kemungkinan melahirkan prematur.

2. Cerclage

Dalam prosedur ini, dokter akan membuat jahitan untuk menutup serviks demi mencegah kelahiran prematur. Dokter mungkin merekomendasikan ini untuk ibu hamil yang sebelumnya pernah melahirkan prematur, keguguran, memiliki serviks pendek, atau serviks yang mulai terbuka terlalu dini.

Bagi ibu yang mengandung bayi kembar juga lebih mungkin untuk melahirkan prematur, Bunda. Namun untuk kehamilan bayi kembar tidak ada perawatan yang bisa dilakukan untuk mencegah bayi lahir prematur.

"Penelitian menunjukkan bahwa terutama pada kehamilan tunggal, progesteron mungkin sama efektifnya dengan cerclage," ucap Cheryl Bird.

Cara mencegah bayi lahir prematur

Meski penyebab bayi prematur tidak diketahui, namun dalam beberapa keadaan ini dapat dicegah, Bunda. Sebagaimana yang HaiBunda kutip dari Parenting Firstcry, berikut caranya:

1. Konsultasi dengan dokter kandungan

Melakukan konsultasi dengan dokter kandungan dapat membantu mengajari ibu hamil tentang penyebab paling umum dari kelahiran prematur, Bunda. Dengan memahami akar penyebabnya, dapat membantu ibu hamil merencanakan persalinan dengan lebih baik.

2. Yoga prenatal

Yoga prenatal dapat menjadi pilihan utama bagi kebanyakan ibu hamil. Yoga tidak hanya membuat ibu hamil tetap bugar, namun juga membantu mencegah berbagai masalah selama kehamilan seperti nyeri sendi, sakit kepala, meningkatkan sirkulasi darah, serta mengatur suplai oksigen dalam tubuh.

Faktor-faktor tersebut dapat membantu meningkatkan kemungkinan bayi lahir prematur. Meski begitu, ibu hamil harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan yoga, ya.

3. Pilates Kehamilan

Pilates juga jadi latihan lain yang dapat membantu mencegah bayi lahir prematur. Latihan terkonsentrasi pada inti tubuh dan panggul ini sangat difokuskan pada pembangunan dan penguatan otot yang terlibat langsung dalam persalinan.

Selain itu, pilates dapat membantu meringankan ketegangan saat persalinan, membantu mengatur aliran darah dan mengendurkan persendian di daerah panggul, sehinggamemungkinkan bagi bayi untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan yang lebih aman.

4. Menghindari influenza

Ibu hamil yang lebih sering terkena flu berisiko lebih tinggi untuk persalinan prematur, Bunda. Untuk itu, pastikan agar mendapatkan perawatan atau suntikan tepat waktu berdasarkan rekomendasi dokter, serta istirahat yang cukup.

Terlalu memaksakan diri saat terserang flu bisa berbahaya. Dalam beberapa kasus, ini dapat memicu bayi lahir prematur.

5. Konsumsi vitamin

Salah satu alasan bayi lahir prematur yang paling diabaikan ibu hamil adalah kekurangan vitamin. Dokter bisa menyarankan untuk mengonsumsi kapsul vitamin prenatal yang mengandung asam folat untuk mencegah keguguran atau bayi lahir prematur.

Selain itu, ibu hamil juga perlu memastikan bahwa vitamin dikonsumsi dengan dosis yang ditentukan secara teratur untuk menghindari kemungkinan lainnya.

6. Jangan merokok

Tembakau adalah salah satu penyebab utama bayi lahir prematur. Jika ibu hamil menghindarinya, maka bisa menurunkan risiko bayi lahir prematur.

7. Hindari alkohol

Sudah menjadi fakta umum yang diketahui bahwa alkohol dapat membahayakan kehamilan dan membuat bayi lahir prematur. Ibu hamil disarankan untuk berhenti minum selama kehamilan untuk memastikan risiko bayi lahir prematur semakin kecil

8. Jalan kaki

Hampir setiap dokter menyarankan olahraga selama kehamilan, terutama jalan kaki. Ini sangat berguna untuk meningkatkan sirkulasi darah, menjaga kesehatan jantung, membantu menjaga kesehatan janin, serta mencegah bayi lahir prematur.

9. Periksa dan pertahankan berat badan ideal

Dokter akan menyarankan ibu hamil agar tetap mengikuti diet yang disarankan. Kenaikan berat badan yang terlalu banyak akan meningkatkan kemungkinan kondisi seperti diabetes gestasional dan preeklampsia, yang menyebabkan bayi lahir prematur.

Sebaliknya, terlalu kurus juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur, Bunda. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan dan ikuti saran dokter untuk menjaga berat badan ideal selama kehamilan.

10. Minum air yang cukup

Pentingnya minum air dan tetap terhidrasi bagi wanita akan meningkat saat hamil. Bicaralah dengan dokter kandungan tentang kebutuhan air yang harus dikonsumsi setiap hari agar tetap terhidrasi.

"Hidrasi terkadang juga dapat memperlambat atau menghentikan kontraksi," ujar Charyl Bird.

11. Bersihkan gigi

Memastikan gusi terawat dengan baik dapat menjadi faktor penting dalam menentukan kehamilan berlanjut sampai cukup bulan lho, Bunda. Penyakit gusi seperti gingivitis dan periodontitis selama kehamilan juga dapat memicu bayi lahir prematur.

Periodontitis, khususnya dapat menyebar ke tulang dan menimbulkan lebih banyak kondisi medis. Jadi, pastikan untuk memeriksakan gigi secara teratur dan mengikuti tata cara kebersihan gigi yang baik.

12. Tidak menahan buang air kecil

Jangan pernah menahan buang air kecil karena dapat menyebabkan kandung kemih meradang dan membuatnya lebih rentan terhadap infeksi. Selain itu, menahan buang air kecil juga bisa menyebabkan iritasi pada rahim, dan meningkatkan kemungkinan bayi lahir prematur.

13. Jarak antar kehamilan

Menjaga jarak yang sehat antara kehamilan berturut-turut dapat bermanfaat untuk kehamilan cukup bulan, Bunda. Kebanyakan dokter akan menganjurkan agar menunggu setidaknya tiga tahun sebelum mencoba hamil lagi.

14. Makan makanan sehat

Menjaga pola makan yang sehat adalah hal yang mutlak selama kehamilan untuk kesehatan ibu dan bayi. Nutrisi yang tepat dapat membantu menjaga kadar gula darah, sehingga menurunkan kemungkinan terjadinya diabetes gestasional yang juga menjadi salah satu penyebab bayi lahir prematur.

Makan makanan kaya asam lemak omega-3, vitamin C, zat besi, dan kalsium juga ya, Bunda. Semua nutrisi ini dapat membantu mencapai kehamilan cukup bulan.

15. Istirahat cukup

Memastikan ibu hamil cukup istirahat dan relaksasi tidak hanya penting untuk ibu tapi juga kesehatan bayi. Jika Bunda merasa terlalu sibuk, mintalah bantuan dan luangkan waktu beberapa jam untuk santai dan memulihkan diri.

Ibu hamil bisa bermeditasi secara teratur atau melakukan spa sesekali. Ini akan membantu ibu hamil meredakan stres fisik dan mental yang dialami selama kehamilan.

Nah Bunda, mengupayakan agar kehamilan berjalan lancar hingga cukup bulan menjadi salah satu perhatian utama kebanyakan calon ibu, Bunda. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga diri nyaman, sehat, dan positif selama kehamilan adalah kuncinya.

"Kebiasaan kehamilan yang sehat seperti perawatan medis pranatal yang baik, tetap terhidrasi, menghindari merokok dan alkohol, makan makanan bergizi dan mengonsumsi vitamin prenatal juga dapat membantu menurunkan risiko persalinan prematur," tutur Cheryl Bird.

Jangan lupa untuk terus memeriksakan kandungan dengan dokter sesuai janji pertemuan ya, Bunda. Jika ingin memulai salah satu cara mencegah bayi lahir prematur, upayakan untuk mendapat izin dari dokter terlebih dahulu.

Bunda,simak juga nutrisi untuk anak prematur dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi