sign up SIGN UP search


kehamilan

9 Cara Mengatasi Vertigo pada Ibu Hamil agar Tak Semakin Parah

Haikal Luthfi Jumat, 29 Jan 2021 18:05 WIB
Ilustrasi hamil sakit kepala atau stres caption
Jakarta -

Saat hamil, tubuh akan mengalami banyak perubahan. Berbagai macam gangguan kesehatan seperti pusing memungkinkan akan dialami oleh beberapa ibu hamil.

Gejala pusing ini kerap terjadi dalam kehamilan. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya hormon pada tubuh, Bunda. Menurut Julie Honaker, PhD., seorang ahli audiologi, perubahan hormonal merupakan salah satu faktor penyebab pusing pada ibu hamil.

"Aliran darah anda akan meningkat dan kadang lebih lambat untuk kembali ke pembuluh darah," kata Honaker dilansir dari laman Cleveland Clinic.


Kadang-kadang rasa pusing akibat perubahan hormonal ini terasa seperti berputar-putar, yang mungkin bisa saja membuat Bunda menjadi lemah, goyah, bahkan jatuh pingsan. Gejala pusing terasa berputar ini dikenal juga sebagai vertigo.

Vertigo adalah kondisi yang membuat penderitanya mengalami pusing, hingga terasa di sekelilingnya ikut bergerak atau berputar-putar. Biasanya, ini terjadi pada awal-awal kehamilan, bahkan ada kemungkinan dapat terjadi sepanjang fase kehamilan, Bunda.

Sehingga, ada banyak berbagai faktor yang menyebabkan wanita mungkin mengalami pusing atau vertigo selama kehamilan.

Penyebab vertigo

Mengutip Healthline, pusing atau vertigo bisa terjadi pada tiap fase kehamilan. Peningkatan hormon hcg atau human chorionic gonadotropin dapat menyebabkan pusing, serta mual, yang biasanya terjadi pada trimester pertama.

Selain perubahan hormon, penyebabnya juga bisa bermacam-macam diantaranya:

Worried pregnant woman complaining at homeIlustrasi ibu hamil mengalami pusing/ Foto: iStock

1. Hiperemesis gravidarum

Pusing yang terjadi jika ibu hamil mengalami mual dan muntah yang parah, yang dikenal sebagai hiperemesis gravidarum. Kondisi ini sering terjadi pada awal kehamilan karena kadar hormon berubah.

Hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan pusing dan penurunan berat badan. Sehingga mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi.

2. Kehamilan ektopik

Ini juga bisa terjadi akibat dari kehamilan ektopik, Bunda. Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berada diluar rahim.

Ketika ini terjadi, kehamilan tidak dapat dilanjutkan. Bunda mungkin akan mengalami pusing serta nyeri di perut dan pendarahan vagina.

3. Tekanan pada rahim

Ibu hamil mungkin akan mengalami pusing jika tekanan rahim yang tumbuh menekan pembuluh darah. Hal Ini kerap terjadi pada trimester kedua atau ketiga, ketika bayi berukuran lebih besar.

4. Diabetes gestasional

Diabetes gestasional dapat terjadi jika kadar gula darah terlalu rendah. Ini disebabkan ketika hormon mempengaruhi cara tubuh untuk memproduksi insulin. Jika diketahui ibu hamil mengalami kondisi tersebut, dianjurkan untuk memantau kadar gula darah, menjaga pola makan, dan olahraga secara teratur.

Gula darah yang rendah dapat mengakibatkan pusing, serta gejala lain seperti berkeringat, gemetar, dan sakit kepala.

Cara mengatasi vertigo

Vertigo dapat mengganggu aktivitas ibu hamil. Jika tidak cepat ditangani, ini dapat berbahaya bagi ibu dan juga bayi yang dikandungnya. Ketika ibu hamil mengalami vertigo kemudian jatuh pingsan, hal ini dapat menimbulkan risiko cedera yang tidak menutup kemungkinan terjadi perdarahan.

Oleh sebab itu, kondisi ini harus lekas diatasi. Mengutip berbagai sumber, apabila ibu hamil terlanjur mengalami vertigo, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini agar kondisi vertigo tidak semakin parah, seperti:

  • Hindari untuk tidak melakukan gerakan secara tiba-tiba. Seperti bangun dari tempat tidur atau posisi duduk ke berdiri. Lakukan hal ini secara perlahan.
  • Kurangi berdiri dalam waktu yang lama.
  • Ketika ibu hamil mengalami pusing, pastikan untuk duduk atau berbaring diam di tempat tidur. Selain itu, hindari beraktivitas untuk sementara waktu.
  • Hindari berbaring telentang pada trimester kedua dan ketiga.
  • Lakukan latihan pernapasan, tarik dan buang napas secara perlahan. Ini bisa dilakukan selama lima menit sampai tubuh terasa menjadi lebih rileks.
  • Makanlah makanan sehat sesering mungkin demi menjaga gula darah tetap stabil. Makanan sehat dan nutrisi bernutrisi, yang dapat membantu mengatasi vertigo.
  • Kenakan pakaian yang nyaman dan longgar, agar sirkulasi darah berjalan dengan baik.
  • Minum banyak air agar tetap terhidrasi.
  • Konsultasikan hal ini pada dokter, jika kondisi terus berlanjut.

Nah, Bunda semoga bermanfaat!

Simak juga tips mengatasi tensi darah rendah, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner para mualafFoto: Mia Kurnia Sari
(haf/haf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi