sign up SIGN UP search

kehamilan

Perbedaan Ciri-ciri Perut Hamil dan Perut Buncit, Apa Saja ya Bun?

Kinan Jumat, 05 Feb 2021 12:47 WIB
Picture of young pregnant woman in her home holding hands on belly caption

Perut yang tampak membesar sering kali sulit dibedakan apakah karena hamil atau bukan. Untuk menentukan jawabannya, ada beberapa perbedaan ciri khas yang bisa diamati, Bunda.

Selain itu, salah satu cara terbaik untuk menentukan apakah seseorang hamil atau buncit akibat kembung adalah dengan menggunakan test pack. Lebih akurat lagi jika pemeriksaan ultrasound dilakukan oleh dokter.

Nah, apa saja sebenarnya perbedaan ciri-ciri perut hamil dan perut buncit yang perlu diketahui? Dirangkum dari Medical News Today, berikut ulasannya:


1. Mual

Mual atau morning sickness diketahui menjadi salah satu gejala umum kehamilan. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, mual biasanya mulai muncul sebelum usia kehamilan 9 minggu. Gejala ini terjadi akibat peningkatan hormon kehamilan.

Pada ibu hamil, mual biasanya akan terjadi secara konstan terutama pada pagi hari. Sementara itu, pada wanita yang memiliki perut buncit akibat kembung, mual umumnya hanya terjadi sesekali. 

Mual pun akan cepat hilang setelah diatasi dengan cara tertentu, seperti minum minuman hangat atau mengompres perut dengan handuk hangat.

2. Jadwal haid terlambat

Saat hamil, ciri khas lain yang bisa terjadi yakni jadwal haid terlambat. Ya, jika Bunda memiliki perut buncit dan memiliki jadwal haid yang terlambat, besar kemungkinan disebabkan oleh kehamilan.

Oleh karena itu, jangan anggap sepele pentingnya mencatat tanggal haid tiap bulan, ya. Kebiasaan ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah pada bulan tersebut Bunda mengalami keterlambatan jadwal haid.

3. Frekuensi buang air kecil meningkat

Pada ibu hamil, pembesaran rahim seiring bertambahnya usia kehamilan akan membuat frekuensi buang air kecil meningkat. Nah, kondisi ini umumnya tidak akan terjadi pada wanita yang hanya memiliki perut buncit saja.

Meningkatnya frekuensi buang air kecil harus diseimbangkan dengan pertambahan asupan cairan. Ini penting supaya tubuh terhindar dari risiko dehidrasi.

4. Muncul bercak darah

Munculnya vlek atau bercak darah (spotting) juga bisa menjadi salah satu ciri-ciri hamil. Biasanya, vlek keluar setidaknya 6 hari setelah pembuahan, akibat pendarahan implantasi. Pendarahan implantasi memicu munculnya vlek setelah sel telur yang telah dibuahi 'tertanam' ke dalam rahim.

5. Kelelahan

Kelelahan menjadi salah satu kondisi yang kerap membuat ragu, apakah disebabkan oleh hamil atau buncit akibat kembung? Pada wanita hamil, kelelahan mudah terjadi di trimester pertama. Ini terutama akibat kadar progesteron yang meningkat dan memicu rasa kantuk datang terus-menerus.

Sementara itu, pada wanita yang memiliki perut buncit akibat kembung, kelelahan umumnya terjadi karena efek dari mual. Rasa tidak nyaman di perut membuat istirahat menjadi kunci penyembuhan yang tak boleh dilewatkan.

6. Perubahan pada payudara

Perubahan payudara biasanya berkembang pada usia kehamilan sekitar 4-6 minggu. Tapi kondisi ini juga bisa terjadi pada waktu yang lebih awal. Perubahan yang terjadi di antaranya seperti nyeri dan bengkak. Nyeri pada payudara sendiri disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen.

7. Pusing dan sakit kepala

Pusing dan sakit kepala juga menjadi salah satu ciri hamil yang umum terjadi. Selain karena adanya perubahan kadar hormon, gejala ini juga bisa terjadi akibat perubahan pada pembuluh darah dan tekanan darah. Jika Bunda mengalami perut buncit dan keluhan ini, ada kemungkinan disebabkan oleh kehamilan.

Jika Bunda mengalami perut buncit tetapi hasil test pack maupun ultrasound tidak mengarah pada kehamilan, jangan lengah. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter, ya. Ini karena perut buncit tak selalu disebabkan oleh kembung saja, tetapi bisa juga akibat masalah kesehatan lainnya.

Termasuk di antaranya seperti irritable bowel syndrome (IBS), tumor, gangguan sistem pencernaan, hingga adanya masalah hormonal. Penumpukan lemak di area perut atau visceral fat juga perlu diwaspadai.

Dikutip dari Healthline, kondisi ini dapat memicu komplikasi seperti serangan jantung, diabetes tipe 2, stroke hingga kanker.

Maka dari itu, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk menemukan apa sebenarnya penyebab dari perut buncit yang Bunda alami. Semakin cepat diagnosis ditegakkan, maka semakin efektif juga pengobatan yang diberikan nantinya. 

Banner Ayah Dewi Sandra MualafFoto: Mia Kurnia Sari
(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi