sign up SIGN UP search


kehamilan

Bunda Jangan Bingung, Begini Membedakan Ciri-ciri Hamil Muda atau PMS

Annisa Afani Senin, 23 Nov 2020 07:06 WIB
Smiling woman wearing white sleepwear holding pregnancy test, waiting for result close up, sitting in bedroom alone, beautiful young female checking planning pregnancy, fertility maternity concept caption
Jakarta -

Wanita yang sedang dalam program hamil akan menunggu apakah akan segera hamil atau tidak. Sayangnya, ciri-ciri hamil muda, dan sindrom pramenstruasi (PMS) sangat mirip, sehingga sulit untuk dibedakan, Bunda.

Ciri-ciri PMS sendiri bisa dirasakan sangat mirip dengan ciri-ciri awal kehamilan lho, Bunda. Hamil atau tidak, selama seminggu setelah ovulasi setiap wanita akan menghasilkan lebih banyak hormon progesteron yang bertanggung jawab mendukung kehamilan awal serta menyebabkan sebagian besar ciri PMS seperti, nyeri payudara, hingga perubahan suasana hati.

Jika tidak hamil, wanita akan berhenti melepaskan hormon sekitar 10 hari setelah ovulasi. Saat kadar hormonnya berkurang, ciri-ciri atau gejala yang dirasakan akan mereda, lapisan rahim mengelupas, dan wanita akan mendapat menstruasi atau haid. Sementara jika hamil, wanita akan terus memproduksi hormon progesteron, dan mengalami ciri-ciri seperti PMS.


"Perbedaan antara PMS dan gejala kehamilan dini sangat mirip," kata Helen Kim, Profesor Kebidanan dan Kandungan serta Direktur Program Fertilisasi In Vitro di Universitas Chicago, dikutip dari Parents.

Bedanya ciri-ciri hamil, dan PMS

Menjelang menstruasi atau ciri-ciri awal kehamilan adalah meningkatnya kadar hormon progesteron. Tingginya kadar hormon tersebut bisa menyebabkan perubahan fisik, dan emosional. Namun ada beberapa ciri-ciri yang spesifik, yang mengindikasikan kehamilan, bukan PMS.

Mengutip What to Expect dan HealthLine, berikut ini bedanya ciri-ciri hamil muda, dan PMS:

1. Nyeri payudara

PMS: Selama PMS berlangsung, maka payudara akan membengkak serta menimbulkan rasa nyeri selama paruh kedua siklus mesntruasi. Nyeri berkisar dari ringan hingga parah, dan biasanya paling parah tepat sebelum menstruasi.

Selain itu, jaringan payudara mungkin akan terasa lebih lebih penuh, dan berat. Nyeri sering kali membaik selama menstruasi atau setelahnya karena menurunnya kadar progesteron.

Kehamilan: Payudara selama awal kehamilan mungkin terasa sakit, sensitif, atau lembut saat disentuh, serta lebih padatm dan berat. Biasanya ini akan terjadi satu hingga dua minggu setelah hamil, dan dapat berlangsung beberapa waktu seiring dengan meningkatnya kadar progesteron akibat kehamilan.

2. Perdarahan

PMS: Biasanya tidak akan mengalami perdarahan atau bercak darah jika itu PMS. Saat mengalami menstruasi, darah yang keluar terasa lebih berat, banyak, dan bisa bertahan hingga seminggu.

Kehamilan: Bagi sebagian orang, salah satu ciri awal kehamilan adalah perdarahan vagina ringan atau bercak yang biasanya berwarna merah atau cokelat tua. Ini biasanya terjadi 10 hingga 14 hari setelah pembuahan, dan biasanya tidak banyak. Bercak keluar satu-dua hari, atau lebih pendek dari periode menstruasi normal.

"Perdarahan akibat implantasi, cenderung lebih ringan dan durasinya lebih pendek daripada satu periode menstruasi. Warnanya cenderung cokelat atau merah muda, bukan merah," kata Kim.

3. Kram

PMS: Kram yang dialami saat PMS disebut dismenore dan terjadi 24 hingga 48 jam sebelum menstruasi. Rasa sakit mungkin akan berkurang selama menstruasi, dan akhirnya hilang pada akhir aliran menstruasi.

Kram menstruasi pun sering kali berkurang setelah seorang wanita melewati kehamilan pertama atau dengan seiring bertambahnya usia. Bahkan beberapa wanita diketahui mengalami lebih sering kram saat akan memasuki masa menopause .

Kehamilan: pada awal kehamilan, kram yang dialami akan terasa lebih ringan dari yang terjadi saat menstruasi, namun akan terjadi di perut bagian bawah atau punggung bawah. Selain itu, kram yang dialami ini bisa terjadi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan selama hamil.

Jika selama hamil kram muncul disertai perdarahan atau cairan encer, serta atau dialami oleh wanita dengan riwayat keguguran, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dan dapatkan perawatan yang tepat.

4. Perubahan suasana hati

PMS: Wanita akan mudah tersinggung, merasa sedikit kesal, sering menangis, dan merasa cemas selama PMS. Namun hal tersebut biasanya hilang setelah menstruasi dimulai. Olahraga dan banyak tidur akan mengurangi suasana yang buruk.

Kehamilan: Perubahan suasana hati selama kehamilan akan terus berlangsung hinga melahirkan. Bahkan, ibu hamil pun cenderung lebih emosional selama menjalani kehamilannya. Ibu hamil bisa saja merasa bahagian, tapi juga mengalami perasaan sedih.

5. Kelelahan

PMS: Kelelahan memang biasa terjadi selama PMS, dan hilang saat menstruasi dimulai. Akibat kelelahan ini bisa menimbulkan masalah kesulitan tidur, dan untuk mengatasinya biasakan untuk berolahraga agar tubuh menjadi lebih rileks.

Kehamilan: Saat hamil tubuh juga mengalami hal yang sama akibat peningkatan kadar hormon progesteron. Kelelahan bisa terasa lebih kuat selama trimester pertama, tetapi juga bisa berlangsung selama kehamilan. Untuk mengatasinya, pastikan untuk makan dengan baik dan banyak tidur.

"Jika Anda biasanya melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang, pertahankanlah. Olahraga adalah cara yang bagus untuk menghilangkan stres, dan stres memengaruhi kesuburan," ucap Kim.

6. Mengidam atau benci makanan

PMS: Saat PMS, wanita mungkin akan menyadari kebiasaan makannya berubah. Mereka mungkin ingin makan cokelat, karbohidrat, gula, permen, atau makanan asin. Selain itu, wanita yang akan menstruasi mungkin memiliki nafsu makan yang sangat besar, namun mengidam saat PMS tidak terjadi pada tingkat yang sama saat wanita hamil.

Kehamilan: Wanita hamil mungkin akan mengidam makanan yang sangat spesifik, dan mungkin sama sekali tidak tertarik pada makanan lain. Wanita hamil mungkin juga tidak menyukai bau, dan rasa tertentu, bahkan yang pernah disukainya. Efek ini bisa bertahan selama kehamilan.

7. Sering buang air kecil

Berbeda dengan wanita yang PMS, mungkin wanita yang sedang hamil muda akan buang air kecil sepanjang waktu. Kebutuhan untuk terus menerus buang air kecil dapat terjadi paling cepat empat minggu setelah pembuahan

Hal itu terjadi karena ginjal pada wanita hamil harus bekerja lebih keras untuk menyaring limbah ekstra dari darah. Rahim juga mulai tumbuh, dan mungkin menekan tepat kandung kemih, sehingga memicu keinginan untuk buang air kecil.

Kapan harus ke dokter?

Untuk membedakan ciri-ciri yang dirasakan PMS atau hamil dapat dilihat dengan melakukan pengujian di rumah atau menggunakan alat tes pack, Bunda. Tes kehamilan di rumah bekerja dengan mengukur kadar human chorionic gonadotropin (hCG) atau hormon kehamilan yang diproduksi plasenta dalam urine.

Meski hasilnya positif sejak pertama kali dicoba, ibu hamil sebaiknya pergi ke dokter kandungan setidaknya setelah jadwal menstruasi terlambat lebih dari satu atau dua minggu. Ini untuk memastikan hasilnya akurat.

Saat pemeriksaan, dokter kandungan akan melakukan tes darah untuk memeriksa kehamilan. Selain itu, mencari kelainan hormon seperti gangguan tiroid yang mungkin dapat mengacaukan siklus menstruasi, dan menyebabkan timbulnya gejala lain.

Jika Bunda dinyatakan hamil, maka hentikan kebiasaan buruk, dan mulailah mengonsumsi makanan bergizi seimbang, ubah pola hidup sehat, serta rutin memeriksakan kandungan ke dokter. Dengan begitu, Bunda dan bayi dalam kandungan diharapkan menjalani kehamilan yang sehat hingga persalinan mendatang.

Chow Yun Fat dan istri

Bunda, simak juga yuk ciri hamil yang jarang disadari lainnya dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi